Audio

Audio

Pasangan yang Mudah Stres

Bila kita menikah dengan pasangan yang mudah stres kita pun akan terpengaruh dan lama kelamaan merasa letih. Kita harus membimbingnya langkah demi langkah agar ia tahu bagaimana caranya menghadapi masalah dari beberapa sudut agar ia pun dapat mencarikan solusinya dari pelbagai sudut. Ingatkan bahwa masih ada Tuhan dalam hidup ini dan Ia berkuasa. Bimbinglah dia untuk berserah dan memercayakan hidup ini kepada Tuhan

Pasangan yang Menyiksa

Bila kita menikah dengan orang yang gemar menyiksa pasti menderita di tangannya. Hampir dapat dipastikan orang yang senang menyiksa sesamanya adalah orang yang sebenarnya tersiksa. Ia menyiksa karena didalam dirinya tertimbun banyak kemarahan terhadap kekerasan yang dialaminya pada masa kecil. Diharapkan ia menyesali perbuatannya dan menunjukkan pertobatan serta berubah, hal ini biasanya memerlukan waktu yang tidak singkat. Jangan lupa untuk berdoa bersama di pagi dan malam hari serta membaca firman Tuhan serta hafalkan sebuah ayat yang dapat menjadi pemandu hidup untuk hari itu.

Pasangan yang Menuntut Tinggi

Tuntutan yang dimaksud berkisar pada dua hal yaitu WAKTU dan UANG. Orang yang santai dan mengadakan rekreasi dianggap malas dan tidak bertanggungjawab. Jalan terbaik adalah berkompromi, kita berupaya menyesuaikan diri dengan tuntutannya tetapi sebaliknya kita pun memintanya untuk pergi bersama untuk santai dan menikmati hidup. Hal ini bukan lewat perkataan tetapi pengalaman langsung. Tuhan menginginkan kita hidup jujur dan rajin, tetapi Ia pun menghendaki kita menikmati hidup ini.

Pasangan yang Jauh secara Emosional

Orang yang jauh secara emosional adalah orang yang sulit menyelami perasaan sendiri, apalagi orang lain. Corak relasinya “dekat tetapi jauh” sehingga pasangannya akan merasa sepi, seakan-akan hidup sendiri, lajang, tidak menikah. Ada dua reaksi yang umumnya kita berikan yaitu menuntut atau mencarinya di luar. Kondisi jauh secara emosional adalah kondisi yang berpotensi menciptakan masalah yang berat antara lain rawan terhadap perselingkuhan.

Pasangan yang Berfungsi Secara Tidak Efektif

Menghadapi pasangan yang hidup secara tidak efektif memaksa kita untuk hidup bijak dan berhati-hati. Secara finansial, kita harus selalu menyisihkan uang dan mengamankannya, bukan untuk diri sendiri tapi untuk masa depan anak-anak. Berkaitan dengan pergaulan, kita pun terpaksa membatasi ruang geraknya dalam lingkup pergaulan kita karena kita tidak mau ia merusakkan hubungan kita dengan teman atau sanak saudara kita.

Pasangan Beremosi Tinggi

Pada umumnya kita beranggapan bahwa masalah pernikahan disebabkan oleh kedua belah pihak: suami dan istri. Namun kenyataannya lebih banyak masalah pernikahan ditimbulkan oleh satu pihak saja. Acapkali orang yang beremosi tinggi adalah orang yang TIDAK KONSISTEN dan tidak mudah menghadapinya. Bagaimana jalan keluarnya? Ada dua cara yaitu membiarkan dan berusaha menyesuaikan dengan kehendaknya, sampai kita tidak sanggup lagi. Kemudian kita mengatakan bahwa kita sudah terlalu letih dan tidak sanggup lagi.

Dinamika Anak Pendeta

Anak-anak pendeta dituntut untuk bersikap dan berperilaku seperti pendeta. Terdapat dua sumber yang menyebabkan anak merasa tertekan yaitu dari keluarga inti dan dari lingkungan pelayanan orangtua tersebut atau dari masyarakat. Biarlah kita semua menyadarinya sehingga anak-anak pendeta bisa bertumbuh kembang dengan sehat sebagaimana anak-anak pada umumnya.

Kepribadian Neurotik II

Kepribadian neurotik menggambarkan kondisi seseorang yang dipenuhi kecemasan. Kondisi ini Tidak sama dengan kecemasan karena trauma. Kecemasan pada neurosis masih berada dalam jangkauan rasio dan rata-rata orang dengan kepribadian neurotik masih cukup dapat menjalani kehidupannya. Ada 3 model kepribadian neurotik, yaitu kepribadian neurotik mendekat, melawan dan menjauh dengan dinamika masing-masing kepribadian dan sumbangsih masa kanak-kanak.

Kepribadian Neurotik I

Kepribadian neurotik menggambarkan kondisi seseorang yang dipenuhi kecemasan. Kondisi ini Tidak sama dengan kecemasan karena trauma. Kecemasan pada neurosis masih berada dalam jangkauan rasio dan rata-rata orang dengan kepribadian neurotik masih cukup dapat menjalani kehidupannya. Ada 3 model kepribadian neurotik, yaitu kepribadian neurotik mendekat, melawan dan menjauh dengan dinamika masing-masing kepribadian dan sumbangsih masa kanak-kanak.

Kepribadian Agresif Pasif

Gangguan kepribadian agresif pasif disebut juga gangguan kepribadian negativistik. Tindakan menyerang, melawan, menyakiti dilakukan secara diam-diam tanpa diketahui langsung oleh sang korban. Dibalik gangguan kepribadian agresif pasif adanya rasa rendah diri. Keterbukaan kita akan membawa dampak positif sehingga orang tersebut bisa keluar dari kepribadian yang kurang sehat.

Halaman

Berlangganan RSS - Audio