Pengembangan Diri

Kita pasti pernah mengalami kerugian. Mungkin kita pernah mengalami kerugian uang atau kerugian waktu, merasa bahwa pernikahan kita adalah suatu kerugian dan berharap bahwa kita menikah dengan orang lain. Ya, kerugian membuat kita merasa kehilangan sesuatu yang seharusnya kita miliki. Pertanyaannya adalah apakah di mata Tuhan kerugian selalu adalah kerugian ? Dari kehidupan Yakub, kita dapat menyimpulkan bahwa di tangan Tuhan kerugian tidak selalu berekor kerugian.
Tuhan memakai orang yang minder sama seperti Ia memakai orang yang percaya diri. Mari kita mengontraskan dua tokoh Alkitab yang minder, yakni Musa dan Saul, dan menarik pelajaran darinya.
Galatia 6:2, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus". Komunitas Kasih Karunia untuk menegaskan bahwa ini merupakan komunitas yang aman untuk kita saling mengakui dosa dan kelemahan serta pergumulan. Tidak akan ada penolakan, penghakiman dan rajam batu. Disini dibahas bagaimana cara memulai Komunitas Kasih Karunia dan apa saja yang perlu dibagikan dalam komunitas ini.
Walau kita sudah ditebus oleh darah Kristus dan lahir baru, kita masih tinggal dalam kemah lama kedagingan kita yang penuh dosa. Karena itu kita masih tetap rawan berbuat dosa – tidak terkecuali, bahkan hamba Tuhan pun masih bisa jatuh ke dalam dosa. Untuk itu penting kita memiliki pagar perlindungan diri, yang membantu kita tetap berada dalam koridor Allah.
Ada pandangan umum yang menyatakan bahwa wanita lebih mengedepankan perasaan dari pada rasio, sebaliknya dari pria. Memang sebagian besar memunyai kecenderungan seperti itu tapi keunikan masing-masing tetap ada tempatnya. Perbincangan kali ini membahas apa akibatnya bila kita terlalu mengedepankan perasaan dibanding rasio dan merumuskan solusinya
Di dalam hidup ada banyak keputusan yang mesti kita ambil. Kadang kita ragu mengambil keputusan karena tidak tahu bagaimanakah cara mengambil keputusan dengan baik. Namun adakalanya kita tidak mengambil keputusan karena takut.Alhasil kita sering “ketinggalan kereta” alias kehilangan kesempatan baik karena lamban mengambil keputusan.Berikut akan dibahas tentang beberapa penyebab mengapa kita takut mengambil keputusan dan bagaimanakah cara untuk mengatasi ketakutan itu.
Sebagai manusia kita tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Kita seringkali menghukum diri atas kesalahan yang kita lakukan dan kita tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan telah mengampuni dosa kita.
Hidup tidak sempurna dan kita jauh dari sempurna. Kadang kita melakukan kesalahan yang berdampak buruk pada hidup orang yang kasihi. Penyesalan datang namun sebagaimana kita ketahui, penyesalan selalu datang terlambat. Apakah yang harus kita perbuat bila di masa lalu kita telah melakukan kesalahan?
Semua orang pasti bisa dan pernah berbuat dosa, sebesar apapun dosa kita pastilah Tuhan sanggup untuk mengampuni dosa kita, karena kasihNya terlebih besar dibanding segala dosa-dosa kita. Namun setiap dosa yang kita lakukan seringkali berbuntut panjang, karena setiap dosa mengandung konsekuensi. Contohnya saja karena seorang ayah yang berdosa dan hidup tidak benar akhirnya anaknya kurang hormat terhadap ayahnya, ini bukanlah hukuman dosa tapi ini adalah konsekuensi dosa, dst. Disini akan dipaparkan beberapa hal yang harus dilakukan untuk bisa mengurangi dampak dari perbuatan dosa yang telah dilakukan.
Menegur dapat menjadi bagian yang tersulit dalam hubungan kita dengan orang lain. Seringkali kita memandang menegur sesame kita sebagai sebuah pilihan, namun sesungguhnya kita perlu memandang menegur dengan lebih serius seperti dalam Yakobus 5:19-20. Bagaimana langkah-langkah menegur? Bagaimana cara menegur dengan tepat? Apa maksud menegur adalah sebuah seni?

Halaman