Remaja Pemuda

Dikatakan remaja bermasalah bila ia melanggar aturan-aturan umum di rumah, di sekolah, atau di masyarakat seperti membolos, melawan orangtua, mencuri, terlibat seks bebas dan narkoba. Untuk menolong mereka, kita perlu tahu apa yang melatarbelakangi masalahnya, kemudian turut aktif dalam mendampingi masa rehabilitasi mereka, baik dengan memberikan pendampingan individu maupun komunitas.
Salah satu persoalan anak di saat besar berkaitan dengan hal berpacaran. Ada anak yang sudah akil balik namun tak kunjung berpacaran, ada yang berpacaran tapi tak sesuai harapan kita, ada yang pacarnya begitu berbeda dari dia, atau ada yang terlibat dalam relasi tidak sehat bahkan salah mengambil keputusan dalam berpacaran. Bagaimana orangtua bisa mendampingi anaknya dalam masalah ini?
Sebagai orangtua, kita mempunyai tugas menyiapkan anak untuk memilih pasangan hidup yang tepat baginya dan berkenan di mata Tuhan. Tugas ini tidak mudah. Oleh sebab itu perbincangan kali ini akan memberikan masukan bagi orangtua dalam menyiapkan anaknya berpacaran – dan kelak – menikah
Anak remaja cenderung menyempitkan lingkungan mereka karena ini merupakan pembentukan jati dirinya. Dan dalam hal ini orangtua harus benar-benar dapat memahami dan mengerti bagaimana orangtua harus bersikap dan berperan dengan tepat.
Anak-anak menyerap banyak hal dari orang tua ketika mereka memilih jodoh. Kalau seorang pria menyukai sikap-sikap mamanya dia akan cenderung mencari wanita yang menyerupai mamanya. Demikian juga dengan wanita, kalau dia menghormati sifat-sifat ayahnya dia juga cenderung untuk mencari pria atau mendekati pria yang menyerupai ayahnya. Namun lebih dari semua itu ada prinsip-prinsip yang perlu dijadikan pedoman dalam memilih pasangan hidup, dan materi ini akan menyajikan prinsip-prinsip tersebut.
Usia remaja berada atau dia sedang pada tahap percobaan yaitu mulai mengambil tindakan yang mengandung resiko. Apa dan bagaimana orangtua menyikapinya?
Masalah remaja itu sangat komplek dan yang paling hakiki atau menjadi dasar munculnya persoalan yang lain adalah terletak pada kerohanian. Kerohanianlah yang menjadi akar dari segalanya.
Kita tahu bahwa masa remaja adalah masa yang penuh pergolakan. Pada saat inilah orangtua acap harus berhadapan dengan sisi anaknya yang berbeda dan tak diharapkan. Salah satu sumber frustrasi orangtua adalah, tampaknya apa pun yang dilakukan tidak membawa hasil. Dimarahi, anak tetap berbuat hal yang dilarang; dilembuti anak tidak sadar-sadar. Apakah yang dapat orangtua lakukan bila menghadapi anak remaja yang seperti ini?
Sebagai orang tua kita perlu mengajarkan kebenaran pada anak dan kita juga perlu mengerti kehidupan pergaulan anak zaman ini sekaligus menjadi teman bagi mereka. Dan kita akan belajar dari surat 3 Yohanes yang di tulis oleh Rasul Yohanes kepada Gayus anak rohaninya. Akan dijelaskan di sini 3 hal yang kita perlu pelajari dari surat 3 Yohanes.
Berpacaran DAN berbohong begitu terkait. Pada umumnya remaja berbohong kepada orang tua karena ia tahu bahwa orang tua tidak akan menyetujui keinginannya untuk berpacaran. Mungkin orang tua melarang karena ia terlalu muda atau mungkin karena pilihannya berada di dalam daftar cekal orang tua. Masalahnya adalah, kerap kali anak tetap meneruskan relasinya dan memilih berbohong untuk menutupi perbuatannya. Nah, apakah yang harus kita perbuat jika hal ini terjadi pada keluarga kita ?

Halaman