Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereBagaimana Mendampingi Orang Sakit yang Menjelang Ajal

Bagaimana Mendampingi Orang Sakit yang Menjelang Ajal


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T035B
Nara Sumber: 
Dr. Yanti & Dr. Vivian Andriani Soesilo
Abstrak: 

Bagi orang yang akan meninggal dunia itu saat yang paling sulit karena dia akan meninggalkan dunia ini sendirian, jadi dia sebenarnya membutuhkan orang-orang yang paling berarti yang dapat mendampinginya.

MP3: 
3.54 MB
Ringkasan
Isi: 

Tujuan dokter memberitahukan pihak keluarga bahwa pasien sudah tidak ada harapan, adalah untuk mempersiapkan keluarga dan pasien itu. Karena kalau tidak diberitahu dan tiba-tiba meninggal, nanti dokter bisa disalahkan oleh keluarga. Dokter tidak perlu menutupi, kalau memang keadaan pasiennya sudah tidak bisa ditolong. Biasanya kalau saya mendiagnosa dan kelihatannya tidak ada harapan, saya tetap beri tahu.

Reaksi keluarga yang pertama biasanya bingung dan mungkin tidak percaya kepada saya. Mereka akan tanya lagi kepada dokter lain atau mungkin berobat ke yang lain. Tapi ya kita berusaha menjelaskan hasil pemeriksaan sedetail mungkin, dengan bahasa awam supaya ia dapat mengerti.

Tapi di satu sisi ada keluarga-keluarga yang memang tidak siap untuk menerima kenyataan seperti itu, mereka berpikir masa suami saya atau isteri saya itu harus pergi secepat itu? Tapi kalau kenyataannya seperti itu, kita harus bisa memberikan penjelasan secara kedokteran atau secara ilmiah. Menurut saya pasien juga harus diberi tahu juga, karena dia yang mempunyai tubuhnya. Dalam kode etik di Indonesia seharusnya pasien dulu yang berhak tahu, tapi pada kenyataan atau prakteknya keluarga yang minta agar si pasien jangan diberi tahu. Dalam kondisi seperti ini saya menyarankan agar pasien tetap harus diberitahu karena dialah yang memiliki tubuhnya sendiri. Tentu saja dengan memilih waktu yang tepat, setelah hati si pasien disiapkan, dan dengan pendekatan yang baik.

  1. Sebagai keluarga yang dekat dengan pasien, entah sebagai suami, isteri atau anak, kita terlebih dahulu harus bisa menerima keadaan.

  2. Mengenai obat, biasanya kalau untuk meringankan rasa sakit (penstillen) si pasien pasti mau.

  3. Untuk penyakit yang tergolong berat, kalau bisa pihak keluarga mendampingi sepanjang waktu. Si sakit membutuhkan pendampingan terutama dari orang yang dia kasihi dan orang yang paling berarti, terutama pada saat-saat terakhir.

  4. Beberapa cara untuk menolong orang yang menderita penyakit yang makin lama makin parah. Kalau dia orang Kristen, kita tetap bisa mendoakan dengan buka suara, bisa pegang tangannya, kita menyanyi untuk dia, dan membacakan firman Tuhan untuknya. Jadi dia masih merasakan bahwa kita ini masih memperhatikan, dengan begitu dia akan dibangkitkan kembali.

  5. Kalau ada anggota keluarga yang koma, mungkin kita sulit menghadapinya. Bagaimana kita berkomunikasi dengan orang yang koma? Sebetulnya kalau dia belum berendit, kita bisa bisikan dan bicara sesuatu mungkin dia masih dengar dan masih bereaksi. Biasanya kalau koma pasien tidak bergerak, hanya reaksi pupil cahayanya masih bagus. Tapi kalau sudah berendit, dipasang alat bantu pun percuma. Kalau keadaan pasien sudah makin kritis, biasanya keluarga akan dipanggil untuk hadir, ini sangat berpengaruh pada dirinya. Karena si pasien akan merasakan dia tidak sendiri, bagi orang yang akan meninggal yang paling sulit itu dia akan meninggalkan dunia ini sendirian. Kalau menurut saya (Bu Vivian) kita harus mengingat, Tuhan ini Tuhan yang hidup, meskipun dokter mengatakan tidak ada harapan, kita tetap bersandar penuh pada Tuhan. Jadi mencoba yang terbaik yang bisa kita lakukan meskipun membutuhkan biaya yang banyak untuk merawat orang yang kita kasihi. Saya juga pernah melihat pasien yang oleh dokter dikatakan tidak ada harapan, tapi sembuh karena Tuhan menyatakan mujizat.

  6. Kita bisa tahu bahwa pasien itu benar-benar sudah meninggal, misalnya dengan memeriksa nadinya sudah tidak ada, atau dari pupil matanya biasanya kalau sudah meninggal pasti melebar.

Biasanya kalau pasien akan meninggal dunia, saya (Dokter Yanti) akan mengingatkan kembali tentang Kristus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa. Juga berita Injil tentang rumah Bapa di sorga.