Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereMengenal Kasih Berdasarkan 1 Korintus 13:1-13

Mengenal Kasih Berdasarkan 1 Korintus 13:1-13


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T093B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Kasih adalah karakteristik Allah yang paling utama, karena itulah Alkitab penuh dengan kata kasih. Begitu dalam dan luasnya kasih sehingga tidak ada kata-kata yang cukup untuk bisa menjadi wadah mengungkapkan secara tepat apa itu makna kasih.

MP3: 
3.54 MB
Ringkasan
Isi: 

Alkitab penuh kata kasih, sebab kasih adalah karakteristik Allah yang paling utama. Saya memberikan dua gagasan tentang kasih:

  1. Memang kasih itu harus diwujudnyatakan, yang penting adalah tindakannya bukan perkataannya.

  2. Kasih itu terlalu luas untuk bisa ditangkap dengan kata-kata manusia yang sederhana. Jadi dapat saya katakan bahwa kasih itu lebih luas dari pada perbendaharaan dan kemampuan nalar manusia itu sendiri, begitu dalam dan luasnya cinta sehingga tidak ada kata-kata atau nalar yang cukup untuk bisa menjadi wadah mengungkapkan secara tepat apa itu makna kasih.

1Korintus 13, "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku."

Kasih dapat kita kelompokkan dalam 2 golongan yaitu:

  1. Kasih itu mempunyai aspek mengekang diri. Mengekang diri maka kita mendengar kata-kata dari firman Tuhan. Kasih itu sabar, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan atau tidak kasar, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran, tidak menyimpan kesalahan orang lain, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih pada intinya mempunyai kerelaan untuk melepaskan hak itu yang Tuhan minta, hak untuk marah, hak untuk kenikmatan, hak untuk diakui, hak untuk membalas.

  2. Kasih itu memberikan diri. Firman Tuhan berkata kasih itu murah hati, kasih itu menutupi segala sesuatu atau terjemahan yang lainnya adalah kasih itu melindungi segala sesuatu, protect segala sesuatu. Kasih itu percaya segala sesuatu, kasih itu mengharapkan segala sesuatu, jadi penuh pengharapan.

Kasih yang memberi diri maupun kasih yang mengekang diri adalah kasih agape, kasih yang memang tidak lagi bertumpu pada apa yang orang lain lakukan kepada kita.