Perceraian/Perselingkuhan

Mengapa pria mudah jatuh ke dalam perzinahan ? Beberapa faktor penyebabnya adalah :
(1) Kebanyakan pria pernah jatuh ke dalam lembah pornografi dan hal ini memudahkannya jatuh ke dalam dosa perzinahan;
(2) Bila relasi nikah tidak memberikan kepuasan hasrat seksual maka desakan untuk mencari pemuasan akan menguat. Ada perselingkuhan yang bersifat pemenuhan dan ada yang bersifat pemuasan hasrat seksual.
(3) Kebutuhan akan penghargaan;
(4) Kebiasaan buruk yang biasa dilakukan pada masa muda.
(5) Khusus pria parobaya, relasi selingkuh mudah terjadi dalam konteks pengayoman.;
(6) Pernikahan, hidup atau kerohanian yang bermasalah memudahkan pria jatuh dalam dosa perzinahan. Tidak ada dosa yang tidak meninggalkan bekas, namun di antara semua dosa, tidak ada yang melebihi perzinahan dalam hal meninggal bekas. Bekas atau akibat dosa perzinahan panjang dan lama bahkan bisa berlangsung beberapa generasi.
Dosa perzinahan tidak hanya menghancurkan hidup pribadi tapi juga keluarga dan pelayanan kita. Berbagai penyebab wanita berselingkuh, yaitu :
(1) kebutuhan akan perhatian,
(2) kebutuhan akan dukungan konkret;
(3) kebutuhan akan rasa aman dan
(4) rasa kesepian. Perselingkuhan adalah dosa yang tersembunyi, tidak ada yang melihatnya namun Tuhan melihatnya. Perzinahan memperburuk masalah yang kita hadapi dan perzinahan adalah jalan buntu, tidak pernah menjadi jalan keluar.
Salah satu masalah yang tengah menggejala dewasa ini adalah perselingkuhan. Malangnya, masalah ini bukan saja menggejala di masyarakat umum, masalah ini pun menggejala di kalangan warga gereja. Berikut ini akan dipaparkan beberapa penyebab mengapakah persoalan ini begitu meluas sekarang dan bagaimanakah cara untuk menanggulanginya.
Bila perceraian terjadi pada anak sendiri, bukan saja hal itu tidak menggembirakan, itu juga memalukan. Tidak heran banyak orangtua sengaja tidak mau membicarakan soal anaknya apabila anaknya bercerai. Berikut akan dipaparkan beberapa masukan bagi orangtua bila anaknya hendak bercerai atau sudah bercerai.
Sering kita menipu diri sendiri dan berkata, Ah, ini 'kan hanya persahabatan. Fakta: Perselingkuhan berawal dari persahabatan dan berlangsung dalam kedok persahabatan. Atau kita berkata, Main-main, iseng-iseng, jajan, intermezzo. Fakta: Perselingkuhan adalah dosa perzinahan yang dilarang Tuhan dan menghancurkan pernikahan.
Masalah perselingkuhan memang masalah yang cukup berat yang harus diatasi oleh sepasang suami-istri. Namun tidak mudah bagi pasangan suami-istri ini untuk memulihkan hubungannya seperti semula, ketika masalah perselingkuhan itu sudah diselesaikan. Materi ini akan menolong kita untuk menghadapi hal tersebut.
Salah satu masalah terbesar yang kadang mesti kita hadapi adalah perselingkuhan. Ibarat batu besar jatuh menimpa atap rumah, demikianlah perasaan korban selingkuh. Secara tiba-tiba hidup hancur dan kita mungkin tidak tahu lagi apakah kita akan dapat membangun kembali rumah tangga yang telah hancur. Jika saja pasangan yang selingkuh bersedia untuk memutuskan tali asmaranya, mungkin akan sedikit lebih mudah buat kita melanjutkan hidup. Masalahnya adalah tidak semua bersedia melakukannya. Ada yang terus menjalin relasi asmaranya. Apakah yang mesti kita perbuat bila pasangan tidak bersedia melepas kekasihnya?
Perselingkuhan di dalam pernikahan, berakibat munculnya korban dari tindakan perselingkuhan itu. Korbannya adalah pasangan dan juga anak, karena perselingkuhan adalah sesuatu yang sama buruk dan beratnya dengan berita bahwa pasangan kita meninggal dunia secara mendadak. Di sini akan dijelaskan reaksi dan bagaimana sikap kita ketika menjadi korban perselingkuhan.
Suatu pernikahan jarang sekali berjalan mulus, selalu saja ada masalahnya. Dan perselingkuhan juga menjadi salah satu penyebab kenapa pernikahan tidak berjalan mulus. Sebenarnya kenapa perselingkuhan itu terjadi? Kita di sini akan membahas perselingkuhan dari tiga sisi, antara lain sisi psikologis, sisi moral dan sisi rohani.
Salah satu atau mungkin krisis terbesar dalam pernikahan adalah pengkhianatan. Berita bahwa pasangan telah berselingkuh dapat diibaratkan seperti tornado yang secara sekejap melanda dan menyapu bersih kehidupan yang telah dibangun bersama. Marilah kita pelajari kembali dinamika perselingkuhan dan apakah yang dapat dilakukan untuk menghindar dari bencana pengkhianatan ini.