Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi di mana pun Anda berada, Anda kembali bersama kami dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya, Hendra dari Lembaga Bina Keluarga Kristen dan kali ini bersama Ibu Stella Kurniawan, akan berbincang-bincang dengan Bapak Penginjil Sindunata Kurniawan, MK. Beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling keluarga. Perbincangan kami kali ini mengenai topik "Solusi Kecanduan Game". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
H : Pak Sindu, saya ingat dalam salah satu rekaman kita sebelumnya, Bapak sempat menyinggung tentang kecanduan game. Bapak juga sudah sebutkan beberapa kriterianya, tapi yang jadi pertanyaan adalah bagaimana solusi mengatasinya, Pak ?
SK : Iya. Jadi game ini memang bisa menjadi candu ya. Sebagaimana sebenarnya fenomenanya sama seperti kita kecanduan narkoba, rokok, minuman keras, dan yang lainnya. Memang satu yang pasti, namanya semua bentuk kecanduan atau ketagihan itu, untuk berhenti, untuk menjadi solusinya adalah kita harus mengambil jarak, meninggalkan objek dari kecanduan ini. Jadi karena topiknya adalah kecanduan game, berarti kita dalam posisi yang sudah kecanduan, berarti kita harus keluar dari orbitnya, gaya gravitasi, medan magnet dari game ini. Itu berarti harus mengambil langkah ekstrem meninggalkan game. Dalam hal ini sama seperti begini, Pak Hendra. "Saya mau berhenti dari kecanduan rokok. Sudahlah saya turunkan saja eskalasi rokoknya. Dari dua bungkus, menjadi satu bungkus. Kemudian menjadi lima batang, empat batang, kemudian tiga batang." Tidak bisa! Kalau kita mau berhenti dari kecanduan rokok memang harus ambil langkah tegas, ekstrem, sama sekali tidak merokok. Dan ini memang menimbulkan masa-masa penderitaan. Kalau dalam bahasa sehari-hari disebut masa-masa sakau. Sakit karena selama ini rokok membuat dia nyaman, tidak merokok membuat pusing, mual, muntah, susah konsentrasi. Tapi memang membutuhkan masa yang tidak selamanya akan sakau atau sakit ini. Itu hanya fase yang mungkin cukup dalam hitungan minggu atau bulan. Sebulan dua bulan masa sakau itu akan lewat. Tubuh dan jiwa kita akan lebih mungkin untuk bisa seimbang kembali dengan tanpa rokok atau dalam hal ini tanpa game.
St : Tapi bagaimana kalau misalnya kita punya teman-teman yang memang pemain game ? Jadi kita sama-sama bermain gamenya.
SK : Iya ya. Ini memang tidak mudah, Bu Stella. Tidak mudah bukan berarti mustahil. Justru ini sebuah tantangan yang tentunya para pemain game itu ‘kan suka tantangan. Nah, mari menyambut tantangan dan mengalahkan tantangan ini untuk bisa keluar dari kecanduan game. Memang langkah ekstremnya terpaksa karena sudah masuk ke lingkar kecanduan game, maka dia harus meninggalkan game. Yang kedua berarti juga meninggalkan komunitas game itu sendiri. Sama juga kasusnya orang-orang yang kecanduan narkoba, terpaksa karena sudah overdosis, dia masuk tempat rehabilitasi, bebas dari kecanduan narkoba. Tapi ketika dia sudah rawat inap katakan selama 3-4 bulan, eh dia keluar dan kembali lagi kepada komunitas pemakai narkoba, ya kembali lagi ke kubangan yang lama. Dalam hal ini berarti memang untuk lepas dari kecanduan game terpaksa dia harus tinggalkan komunitas pemain game itu dan mencari komunitas yang baru yang bukan pemain game.
St : Oh, jadi pertama-tama pasti merasa ada kesepian, ya Pak ?
SK : Iya. Kesepian, sakit, menderita dan berbagai hal. Maka sejalan dengan itu, itu bukan satu sisi ya. Jadi satu sisi menanggalkan yang lama, sisi yang bersama dengan itu mengenakan yang ba