Tentang Menghadapi Krisis

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T168A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Krisis adalah situasi genting yang mengguncangkan keseimbangan hidup dan memaksa kita untuk mengubah hidup kita secara drastis. Penyakit terminal, kecelakaan, musibah alam, atau tindak kejahatan adalah beberapa contoh krisis yang kadang menimpa kita. Dan bagaimana cara mengatasinya?

Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan

Krisis adalah situasi genting yang mengguncangkan keseimbangan hidup dan memaksa kita untuk mengubah hidup kita secara drastik. Penyakit terminal, kecelakaan, musibah alam, atau tindak kejahatan adalah beberapa contoh krisis yang kadang menimpa kita. Ada beberapa hal tentang krisis yang mesti kita ketahui.

  • Kita tidak akan pernah dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi krisis. Sesiap apa pun, tatkala krisis terjadi, kita tetap akan terguncang.
  • Dalam kondisi tertekan akibat krisis, acap kali kita melakukan hal-hal yang tidak lazimnya kita lakukan. Untuk sementara kita kehilangan kendali atas diri kita.
  • Krisis menuntut perubahan dan perubahan menuntut fleksibilitas. Orang yang fleksibel atau mudah beradaptasi, cenderung lebih baik mengatasi krisis dibanding orang yang kaku alias sulit beradaptasi.
  • Krisis dapat bersifat permanen, seperti kematian, namun krisis dapat berlangsung sementara, misalnya kecelakaan atau sakit penyakit.
  • Krisis tetap berada di dalam wilayah kekuasaan Tuhan; dengan kata lain, Ia tahu dan mengizinkan krisis terjadi.
1 Samuel 30: Daud dan Krisis di Ziklag

Situasi: Sewaktu Daud pergi, orang Amalek menyerang kota kediamannya, Ziklag, menawan semua penduduk di sana dan membakar habis kota itu.

  • Kendati Daud telah terbiasa hidup dalam krisis yang berkepanjangan-dikejar Saul-namun ia tetap tidak siap menghadapi krisis yang menimpanya. Tetapi apakah yang Daud dan orang-orangnya lakukan? "Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis" (ayat 4). Izinkan diri untuk terguncang!
  • Krisis membuat kita tertekan dan dalam kondisi tertekan, kita mudah melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Inilah yang terjadi di Ziklag. "Daud sangat terjepit karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan" (ayat 6). Meski mereka mengasihi Daud dan dengan rela mengikutinya, namun dalam kondisi tertekan, mereka tidak berpikir jernih dan malah menyalahkan Daud. Berhati-hatilah! Jangan melakukan hal-hal yang kelak kita sesali seumur hidup.
  • Tidak mudah bagi kita untuk berubah. Rakyat Daud tidak bisa menerima fakta bahwa rumah dan keluarga mereka telah tiada. Mereka menuntut Daud untuk bertanggung jawab, seakan-akan Daud dapat menghadirkan kehilangan mereka dengan segera.
  • Kita harus dapat membedakan apakah krisis ini akan berlangsung lama atau sementara dan menyesuaikan respons yang akan kita berikan. Daud menyadari bahwa ini adalah krisis yang dapat diselesaikan. Itu sebabnya ia menyusun kekuatan dan strategi untuk menjemput keluarganya kembali. Dalam menghadapi krisis, kita mesti berjuang untuk menyelesaikannya kecuali bila memang ini adalah krisis yang bersifat terminal.
  • Kunci dari penyelesaian krisis adalah kembali kepada Tuhan dan inilah yang Daud lakukan, "Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya" (ayat 6). Daud memperoleh kekuatan dari Tuhan.