Skip to main content

Remaja Pemuda

Kesalahan dalam Memilih Pasangan I

Kesalahan dalam memilih pasangan hidup memang kerap menjerumuskan kita ke dalam jurang kehancuran. Itu sebabnya kita mesti berhati-hati dalam memilih pasangan. Jangan menggampangkan tugas yang maha penting ini dan janganlah terlalu percaya diri. Kita selalu harus menyadari bahwa pengetahuan kita terbatas dan bahwa kita membutuhkan pedoman dari Tuhan sendiri. Pasangan seperti apakah yang Tuhan kehendaki dalam kita memilih pasangan yang sesuai kehendak-Nya, di sini dijelaskan 3 aspek yang memengaruhi dalam pemilihan pasangan hidup.

Pergumulan Iman Remaja

Sebagaimana orang dewasa kita mesti berhadapan dengan banyak hal yang dapat mengguncang iman kepercayaan kita. Demikian pula anak—terutama anak remaja. Di sini akan dipaparkan hal-hal apa saja yang kerap menjadi pergumulan bagi remaja untuk memeluk iman kepercayaan kita dan bagaimanakah seharusnya kita menyiasatinya.

Remaja dan Iman

Salah satu misteri dalam hidup adalah bagaimanakah seseorang dapat sampai pada iman kepercayaannya. Tiga hal yang bisa kita petik di sini mengenai iman kepercayaan kita
  1. Pada kenyataannya kita tidak mewariskan iman, kita hanya dapat mengajarkan tentang iman.
  2. Iman mengandung dua unsur yaitu percaya (pada apa yang diajarkan) dan berserah (kepada pemeliharaan dan kehendak Tuhan).
  3. Anak bukanlah tabung kosong yang pasif dan menunggu untuk diisi, anak memunyai kehendak dan pilihan.

Proses Berpacaran II

Berpacaran adalah bagian penting dalam persiapan pernikahan. Tanpa persiapan yang matang, pernikahan berisiko gagal. Itu sebabnya kita harus memahami lebih dalam lagi tentang berpacaran. Dalam hal ini diuraikan tentang anatomi berpacaran, apa saja yang harus diperhatikan dalam masa berpacaran, konfirmasi dari Tuhan dan dari keluarga serta teman dekat serta pertumbuhan relasi itu sendiri yang meliputi 3 hal yaitu percaya, respek dan cinta.

Proses Berpacaran I

Berpacaran adalah bagian penting dalam persiapan pernikahan. Tanpa persiapan yang matang, pernikahan berisiko gagal. Itu sebabnya kita harus memahami lebih dalam lagi tentang berpacaran. Dalam hal ini diuraikan tentang anatomi berpacaran, apa saja yang harus diperhatikan dalam masa berpacaran, konfirmasi dari Tuhan dan dari keluarga serta teman dekat serta pertumbuhan relasi itu sendiri yang meliputi 3 hal yaitu percaya, respek dan cinta.

Remaja Berbohong

Berpacaran DAN berbohong begitu terkait. Pada umumnya remaja berbohong kepada orang tua karena ia tahu bahwa orang tua tidak akan menyetujui keinginannya untuk berpacaran. Mungkin orang tua melarang karena ia terlalu muda atau mungkin karena pilihannya berada di dalam “daftar cekal” orang tua. Masalahnya adalah, kerap kali anak tetap meneruskan relasinya dan memilih berbohong untuk menutupi perbuatannya. Nah, apakah yang harus kita perbuat jika hal ini terjadi pada keluarga kita ?