Artikel

Ibu Muda

Penulis: 
Temple Bailey
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Seorang ibu muda melangkahkan kakinya di atas jalan hidupnya. "Apakah jalan ini panjang?", ia bertanya. Pemandu jalan menjawab: "Ya!, dan jalan ini sulit. Kamu akan menjadi tua sebelum mencapai akhir dari perjalanan ini. Tetapi, akhir dari jalan ini jauh lebih baik daripada awal dari jalan ini."

Seorang ibu muda melangkahkan kakinya di atas jalan hidupnya. "Apakah jalan ini panjang?", ia bertanya. Pemandu jalan menjawab: "Ya!, dan jalan ini sulit. Kamu akan menjadi tua sebelum mencapai akhir dari perjalanan ini. Tetapi, akhir dari jalan ini jauh lebih baik daripada awal dari jalan ini."


Tapi ibu muda ini berbahagia, dan ia tidak akan percaya bahwa segala sesuatu akan lebih baik daripada tahun-tahun yang sudah dilewatinya. Maka, ia bermain dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga sepanjang jalan, memandikan mereka dengan air sungai yang jernih, dan sinar matahari menyiramkan kehangatannya ke atas mereka..... hidup begitu indah, dan ibu muda ini berteriak, "tidak ada sesuatupun yang jauh lebih indah daripada hal ini."

Moralitas dan Rasa Hormat

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Keberhasilan orangtua mendisiplin anak sangat terkait dengan kehidupan moral orang tuanya. Apabila anak menghormati kehidupan moral orang tua, anak juga cenderung mematuhi petuah orang tua. Sebaliknya, wibawa orang tua untuk menerapkan disiplin kepada anak mudah merosot jika anak sudah tidak menghormati kehidupan moral orang tuanya lagi.

Virginia Satir, seorang pakar terapi keluarga, mengemukakan bahwa suami istri adalah poros keluarga. Dengan kata lain, hubungan suami istri sangat mewarnai kondisi keluarga secara keseluruhan. Salah satu aspek kehidupan suami istri yang berdampak langsung pada keluarga ialah kehidupan moral suami dan istri.
Sebagai contoh, keberhasilan orangtua mendisiplin anak sangat terkait dengan kehidupan moral orangtuanya. Apabila anak menghormati kehidupan moral orangtua, anak juga cenderung mematuhi petuah orang tua. Sebaliknya, wibawa orang tua untuk menerapkan disiplin kepada anak mudah merosot jika anak sudah tidak menghormati kehidupan moral orangtuanya lagi.

Balok dan Selumbar

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Apakah penilaian yang tidak tepat terhadap diri sendiri akan mempengaruhi relasi nikah kita? Jawaban terhadap pertanyaan ini adalah, ya. Ternyata pandangan dan perlakuan kita terhadap diri sendiri mempengaruhi pandangan dan perlakuan kita terhadap pasangan, juga anak.

Apakah penilaian yang tidak tepat terhadap diri sendiri akan mempengaruhi relasi nikah kita? Jawaban terhadap pertanyaan ini adalah, ya. Ternyata pandangan dan perlakuan kita terhadap diri sendiri mempengaruhi pandangan dan perlakuan kita terhadap pasangan, juga anak. Di bawah ini akan saya paparkan beberapa pandangan dan perlakuan terhadap diri dan dampaknya pada keluarga.

Raja dan Hulubalang


Ada sebagian dari kita yang dibesarkan "tanpa orang tua"; mungkin ada orang tua namun mereka terlalu sibuk untuk bisa meluangkan waktu di rumah. Atau, orang tua sangat memanjakan kita sehingga apa pun yang kita inginkan, pasti dituruti. Akibatnya kita bertumbuh besar sendiri tanpa pengawasan dan arahan mereka; bak banteng liar, kita siap menyeruduk siapa dan apa saja yang menghalangi langkah kita. Kita adalah pusat kehidupan dan orang lain hanyalah obyek untuk kita manfaatkan. Kita adalah raja yang dikelilingi oleh hulubalang yang harus siap menjalankan perintah kita.

Mengecek Kesehatan Pernikahan

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Parakaleo
Abstrak: 

Memasuki usia paro-baya ini saya semakin disadarkan akan pentingnya bertubuh sehat. Untuk itu secara rutin saya mengecek kesehatan melalui tes darah dan sebagainya. Pernikahan pun memerlukan uji kesehatan. Ada baiknya secara berkala kita memeriksa kondisi pernikahan kita dan dengan jujur melihat keadaan sesungguhnya. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Memasuki usia paro-baya ini saya semakin disadarkan akan pentingnya bertubuh sehat. Untuk itu secara rutin saya mengecek kesehatan melalui tes darah dan sebagainya. Pernikahan pun memerlukan uji kesehatan. Ada baiknya secara berkala kita memeriksa kondisi pernikahan kita dan dengan jujur melihat keadaan sesungguhnya. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Pada kesempatan ini saya ingin membagikan dua indikator untuk menguji kesehatan pernikahan kita.

Pertama, pernikahan yang sehat akan membuat kita menjadi individu yang lebih sehat. Saya teringat akan komentar orang tentang Warren Bennis, seorang pakar kepemimpinan di Amerika Serikat, "Bekerja dengan Warren Bennis merupakan sebuah pengalaman yang transformatif. Saudara tidak akan menjadi orang yang sama - sebelum dan sesudanya. Sesuatu terjadi pada diri saudara - ia membuat orang menjadi versi baru yang lebih baik daripada sebelumnya." pernikahan mentransformasi kita; masalahnya ialah, apakah kita menjadi orang yang lebih baik atau sebaliknya, menjadi orang yang lebih buruk, setelah menikah.

1001 Akal Membantu Anak Belajar

Penulis: 
Ev. Anne Kartawijaya, M.Div
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Anak kita memiliki ciri perkembangannya yang khas dalam belajar pada tiap masa kehidupannya. Sebagai orangtua, kita dapat menjadi penolong yang jauh lebih efektif bila kita memahami apa yang dibutuhkan anak kita sesuai dengan masa pertumbuhannya

Anak kita memiliki ciri perkembangannya yang khas dalam belajar pada tiap masa kehidupannya.


Sebagai orangtua, kita dapat menjadi penolong yang jauh lebih efektif bila kita memahami apa yang dibutuhkan anak kita sesuai dengan masa pertumbuhannya. Berikut akan kami sampaikan beberapa hal yang dapat kita lakukan agar anak-anak kita dapat menguasai keterampilan belajar secara lebih optimal. Pada saat yang sama, kita pun dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Dalam banyak hal, karena kurangnya pemahaman, banyak orangtua tanpa disadari justru menghambat tumbuhnya keterampilan belajar pada anak-anaknya.

Menolong Suami Menjadi Ayah

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Salah satu peranan istri yang penting dalam keluarga (dan sudah tentu, peranan suami pula di pihak sebaliknya) adalah menolong suami menjadi ayah. Kedua peranan ini, yakni sebagai suami dan sebagai ayah, tidaklah secara otomatis dapat dilakonkan oleh semua pria dengan sama baiknya. Sebagian pria, jauh lebih siap menjadi suami ketimbang ayah; sebagian lagi lebih siap menjadi ayah daripada suami.

Salah satu peranan istri yang penting dalam keluarga (dan sudah tentu, peranan suami pula di pihak sebaliknya) adalah menolong suami menjadi ayah. Kedua peranan ini, yakni sebagai suami dan sebagai ayah, tidaklah secara otomatis dapat dilakonkan oleh semua pria dengan sama baiknya. Sebagian kita, pria, jauh lebih siap menjadi suami ketimbang ayah; sebagian lagi lebih siap menjadi ayah dari pada suami. Pertanyaannya adalah, ayah seperti apakah yang seharusnya menjadi sasaran model setiap pria kristiani? Saya kira pertanyaan ini perlu kita ajukan agar pria bisa memahami bahwa ia bukan sedang "Dibentuk" sesuai selera istrinya belaka, melainkan sedang ditolong untuk menjadi ayah sebagaimana yang Tuhan kehendaki-tugas yang memang tersirat dalam penciptaan Hawa untuk Adam.

Manfaat Bermain Bersama Anak

Penulis: 
Ev. Anne Kartawijaya, M.Div
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Kebanyakan orang tua lebih cenderung menjadi penonton dan fasilitator acara bermain dari anak-anaknya daripada dirinya sendiri ikut terjun dalam permainan tersebut, padahal bermain bersama anak banyak sekali manfaatnya.

Sebelum Anda melanjutkan membaca, coba renungkan pertanyaan berikut ini: "Apakah saya mempunyai waktu bermain (play-time) bersama anak atau apakah saya pernah terpikir untuk memasukkan kegiatan bermain ke dalam agenda saya?"

Saya duga kebanyakan orang tua lebih cenderung menjadi penonton dan fasilitator acara bermain dari anak-anaknya daripada dirinya sendiri ikut terjun dalam permainan tersebut, padahal bermain bersama anak banyak sekali manfaatnya.

Makna dibalik Uang Jajan

Penulis: 
Dra. Liena Suwito
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Tidak dapat disangkal bahwa masalah keuangan merupakan salah satu sumber paling potensial dalam memicu perselisihan dan pertengkaran di dalam keluarga. Perselisihan muncul bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti sikap yang berbeda terhadap uang dan cara pengelolaan yang berbeda pula, selain juga karena kurangnya pemahaman dan kemampuan di dalam pengelolaan akibat kurangnya latihan.

Tidak dapat disangkal bahwa masalah keuangan merupakan salah satu sumber paling potensial dalam memicu perselisihan dan pertengkaran di dalam keluarga. Perselisihan muncul bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti sikap yang berbeda terhadap uang dan cara pengelolaan yang berbeda pula, selain juga karena kurangnya pemahaman dan kemampuan di dalam pengelolaan akibat kurangnya latihan.


Menurut Larry Burkett dalam bukunya "Mengatur Keuangan Dengan Bijak", orangtua perlu membimbing anak-anaknya agar mempunyai sikap yang benar terhadap uang. Anak-anak juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan prinsip-prinsip dasar mengenai keuangan dan cara-cara pengelolaannya agar mereka tidak berorientasi pada materi.

Anak Bertanggung Jawab Siapa yang Punya?

Penulis: 
Heman Elia, M.Psi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Tentu kita menginginkan anak kita tumbuh menjadi individu yang dapat mengelola dan mengatur sendiri hidupnya. Kita semua berharap agar suatu ketika dapat melepaskan anak kita menjadi orang yang mampu menentukan jalan hidupnya sendiri. Untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada anak, orangtua perlu lebih dulu memperhatikan unsur tanggung jawab yang penting. Dengan berbekal pemahaman akan faktor-faktor yang terkait dengan rasa tanggung jawab ini, orangtua dapat mendidik anak secara lebih terarah.

Tanto dalam usianya yang ke delapan seharusnya sudah dapat melakukan banyak tugas sehari-hari. Nyatanya ia masih memerlukan banyak bantuan dari orang-orang di sekelilingnya. Untuk tugas yang ringan pun ia enggan mengerjakannya sendiri. Tanto bahkan tidak mau bergerak untuk sikat gigi, mandi, memakai sepatu, sebelum disuruh. Bahkan cukup sering ia minta bantuan pembantu di rumahnya untuk melakukan apa yang harus ia lakukan sendiri.


Menelusuri apa yang menjadi latar belakang Tanto, mungkin kita akan maklum dengan perilaku Tanto saat ini. Sejak kecil Tanto jarang mengerjakan sendiri apa yang seharusnya dapat ia lakukan. Ia dengan mudah memperoleh apapun yang diinginkannya dengan berteriak atau menangis. Sang Ibu segera akan datang melayani dan melakukan apa saja untuk menenangkan Tando. Ketika sang Ibu tidak sempat menghampiri Tanto, Ibu akan berteriak meminta bantuan pembantu. Dengan begitu segala usaha Tanto untuk mandiri terpasung oleh pertolingan berlebihan dari orang dewasa di sekitarnya. Tanpa disengaja, Tanto kehilangan rasa percaya diri bahwa ia cukup mampu melakukan berbagai hal secara mandiri.

Tanggung Jawab, Siapa Takut?

Penulis: 
Shelfie Tjong, S.Psi.
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 

Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya.

Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya. Banyak pria yang harus berperan sekaligus sebagai ayah, suami, direktur, majelis dan konsultan sekaligus. Tidak kurang pula wanita berperan sebagai ibu di rumah, namun sekaligus pula istri, manajer, dan pembina salah satu komisi di gereja.


Bagaimanakah pandangan Alkitab soal tanggung jawab itu? sejak penciptaan Allah telah memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk menguasai dan mengolah alam dan binatang-binatang yang ada. Manusia pertama, Adam, bukan saja ditempatkan di taman Eden yang indah untuk menikmati saja, tapi Allah juga memberi tugas dan tanggung jawab untuk mengerjakan tanah dan memelihara taman Eden (Kej 2:15) dan juga menamai binatang-binatang yang ada di taman Eden (Kej 2:19,20). Jadi, manusia diciptakan dengan kodrat dasar untuk bertanggung jawab. Manusia yang bertanggung jawab, itulah yang dikehendaki Allah.

Syndicate content