Orangtua/Anak

Anak tidak lahir ke dalam dunia dengan keinginan dan kerelaan menolong; sebaliknya, anak lahir ke dalam dunia dengan keinginan untuk tidak harus bersusah payah melakukan sesuatu bagi orang lain. Keluarga adalah tempat di mana anak menerima didikan agar bisa memiliki keinginan dan kerelaan menolong sesama, dan semua itu dimulai dengan menolong kakak dan adiknya. Ada beberapa masukan untuk menumbuhkan sifat saling tolong pada anak.
Ada di antara kita yang tidak setuju dengan persaingan antar anak namun ada pula yang berpendapat sebaliknya. Sebenarnya, apakah persaingan antar anak harus dihindarkan ataukah tidak? Di sini akan dipaparkan beberapa hal yang mesti diketahui tentang persaingan antar anak agar orangtua paham bagaimana seharusnya menyikapi hal ini. Persaingan antar anak mengandung segi positif namun juga berdampak merusak, mengapa demikian?

Video games dan play-station merupakan suatu benda baru yang dekat dengan anak-anak. Benda ini tidak harus berkonotasi negatif atau jelek. Karena benda ini juga dapat berperan positif bagi anak-anak. Tetapi di sini orangtualah yang perlu berperan untuk mengatur sebaik mungkin agar tidak merugikan anak.

Berdoa adalah perlu kita ajarkan kepada anak sejak anak masih bayi, pada saat dia masih belum mengerti apa-apa. Dengan doa, anak akan selalu merasa bahwa dia harus hidup di hadapan Tuhan dan dia tidak bisa lari dari hadirat Tuhan.

Anak seringkali menimbulkan masalah di tengah-tengah keluarga, hal ini dipengaruhi atau disebabkan oleh adanya sumber-sumber masalah itu sendiri, baik itu yang berasal dari dalam keluarga maupun sumber yang berasal dari luar keluarga.

Ada banyak hal yang perlu ditolak dan yang perlu anak ketahui, salah satu misalnya eksperimen seks di luar nikah, pornografi, judi, minum-minuman keras, menggunakan narkoba dan sebagainya. Ini hal-hal yang sangat berbahaya yang menjadi masalah besar bagi anak-anak generasi sekarang ini dan itu perlu diajarkan sejak dini.

Seringkali menjadi keluahan dari banyak orang tua yaitu sulit sekali menjalin suatu relasi dengan remaja karena suka melawan, banyak tanya dsb. Apa yang harus dilakukan orang tua untuk bisa berelasi baik dengan remaja?

Dalam hal ini kita akan mengetahui bagaimana anak itu dapat mempunyai percaya diri dan sejauh mana kepercayaan dirinya tersebut.

Memiliki anak lagi memang suatu anugerah dan karunia yang menggembirakan sekali bagi orang tua. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan munculnya suatu masalah terutama bagi anak yang sulung, karena kecenderungannya kemunculan adik atau anak kedua akan menimbulkan masalah bagi si kakak.

Ada yang harus kita perbuat tatkala anak sudah tidak lagi mendengarkan perkataan kita dan tidak bisa lagi membuatnya melakukan hal-hal yang kita kehendaki. Materi ini akan menolong para orang tua menemukan jawaban dalam menghadapi anak yang seperti tersebut di atas.

Halaman