Orangtua/Anak

Keakraban adalah hal yang diperlukan ada dalam hubungan antara orang tua dan anak. Namun seringkali orang tua bertanya-tanya bagaimana menciptakan keakraban itu sendiri, nah materi ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Salah satu alasan mengapa disiplin diperlukan adalah karena disiplin akan mempengaruhi emosi anak. Ada kaitan yang erat antara disiplin dan pengembangan serta penguasaan emosi anak.

Sebagai orang tua kita perlu mengajarkan kebenaran pada anak dan kita juga perlu mengerti kehidupan pergaulan anak zaman ini sekaligus menjadi teman bagi mereka. Dan kita akan belajar dari surat 3 Yohanes yang di tulis oleh Rasul Yohanes kepada Gayus anak rohaninya. Akan dijelaskan di sini 3 hal yang kita perlu pelajari dari surat 3 Yohanes.

Orangtua memiliki tuntutan atau harapan yaitu menghendaki anaknya lebih baik daripada mereka atau sekurang-kurangnya sama. Waktu anak menjadi yang tidak diinginkan seringkali orangtua terluka.

Dalam topik ini kita akan mempelajari bagaimana mendidik anak-anak wanita kita khususnya di dalam pergaulan dengan lawan jenisnya. Dalam usia berapa dan dengan siapa.

Rasa bersalah yang tepat bisa kita katakan sebagai rasa bersalah yang realistis, tapi juga ada rasa bersalah yang tidak atau kurang tepat. Akibat kesalahan atau rasa bersalah yang realistis pun bisa juga membawa dampak yang merugikan maupun menguntungkan.

Mendisiplin anak merupakan kewajiban, bukan sekadar pilihan kesukaan orang tua. Melalui materi atau judul ini akan disajikan bagaimana kita orang tua dapat mendisiplin anak dengan efektif.

Bagaimanakah kita sebagai orangtua dapat menolong mengendalikan emosi dan perilaku anak. Ada beberapa langkah yang dapat kita ajarkan dan semuanya termaktub dalam akronim STAR yakni Stop, Think And Respond.

Dewasa ini banyak orang tua yang memberi perhatian besar kepada anak. Sebagai contoh banyak orang tua yang memikirkan pendidikan dan masa depan anak.. Sayangnya sebagian besar perhatian orang tua pada anak sesungguhnya lebih berbentuk tuntutan. Tanpa disadari, pola asuh seperti ini pada akhirnya berpotensi menjerumuskan anak ke dalam masalah kepribadian yakni borderline.

Anak yang dibesarkan di tengah keluarga yang tidak harmonis, tidak bisa tidak sendi-sendi keluarga akan tergoyahkan, sudah tidak lagi berfungsi dengan semestinya. Dan hal ini akan berakibat pada anak khususnya melumpuhkan daya fantasi anak dan akan membuat pertumbuhan anak itu terhambat.

Halaman