Orangtua/Anak

Sebagaimana kita ketahui istilah trauma mengacu kepada peristiwa atau kejadian yang mengguncangkan kalbu secara dahsyat. Begitu banyak orang yang mengalami trauma di masa kecil dan harus terus hidup di bawah bayang-bayang trauma sampai di usia dewasa. Itu sebabnya penting bagi kita untuk memahami trauma secara lebih saksama dan mengetahui cara untuk mengatasinya.
Salah satu sukacita terbesar dalam hidup adalah sukacita memunyai anak. Secara alamiah kasih ingin terus mengalir keluar dan masuk ke dalam diri anak. Seiring dengan bertumbuhnya kasih, ada satu lagi hasrat yang turut bertumbuh yaitu keinginan untuk memberi yang terbaik kepada anak. Sayangnya, kadang kita melangkah terlalu jauh dan malah merugikan anak—bukan saja ia makin bergantung pada kita, ia pun tidak memunyai keyakinan diri dan kesanggupan menghadapi tantangan hidup. Disini akan dipaparkan beberapa tindakan yang kerap diperbuat orang tua “demi kebaikan anak,” namun akhirnya malah mematahkan sayap anak.
Salah satu tugas yang mesti dijalankan orang tua adalah MEMPERSIAPKAN ANAK UNTUK HIDUP MANDIRI. Pada akhirnya anak akan harus hidup sebagai seorang dewasa yang bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Ia tidak lagi dapat terus bergantung pada kita sebagai orang tuanya. Nah, dalam kerangka menyiapkan anak untuk mandiri, kita pun perlu untuk mulai memisahkan anak dari kita—salah satunya adalah, TIDAK LAGI TIDUR DENGAN KITA.
Alasan kenapa orang-orang yang terkenal seperti John Wesley, Hudson Taylor bisa menjadi berkat bagi banyak orang adalah karena tak lepas dari peran ibu di dalam kehidupan mereka. Ibu punya peran yang cukup besar didalam pembentukan seorang anak, jika ibu berfungsi dengan baik maka akan menghasilkan pertumbuhan anak yang juga baik, namun kebalikannya jika ibu kurang berperan maka anak pun kerap tumbuh kurang baik pula. Disini akan dijelaskan peran apa saja yang diberikan oleh seorang ibu dan dampak buruk jika ibu tidak menjalankan perannya dengan baik.
Mengenalkan Tuhan kepada anak adalah pekerjaan yang gampang-gampang-susah. Biasanya kita mengenalkan Tuhan kepada anak lewat PENGETAHUAN dan juga lewat PENGALAMAN. Walau kita sudah mengenalkan Tuhan lewat dua hal tersebut, ternyata banyak kendala yang kita jumpai di lapangan, apa saja kendala itu? Dan bagaimana untuk bisa menghadapi kendala tersebut ?
Mengenalkan Tuhan kepada anak adalah pekerjaan yang gampang-gampang-susah. Biasanya kita mengenalkan Tuhan kepada anak lewat PENGETAHUAN dan juga lewat PENGALAMAN. Walau kita sudah mengenalkan Tuhan lewat dua hal tersebut, ternyata banyak kendala yang kita jumpai di lapangan, apa saja kendala itu? Dan bagaimana untuk bisa menghadapi kendala tersebut ?
Salah satu hal yang menakutkan adalah mendengar berita bahwa anak kita terlibat masalah. Ada anak yang terlibat masalah narkoba, ada yang terlibat masalah pencurian, ada yang terlibat hubungan seks bebas sehingga menghamili pacarnya atau dihamili pacarnya. Sewaktu kita mendengar berita ini, tidak bisa tidak, kita merasa bahwa dunia telah runtuh. Kita akan memelajari apa saja reaksi orang tua dan apa yang akan dilakukan oleh orang tua ketika menghadapi anak yang terlibat masalah.
Kadang tanpa disadari perlakuan kita kepada anak menimbulkan kepahitan. Akhirnya sampai besar anak terus menyimpan kepahitan dan tidak lagi bisa dekat dengan kita. Ada tiga tindakan orang tua yang dapat menimbulkan kepahitan mendalam pada diri anak dan ketiganya sebetulnya mempunyai akar yang sama yaitu penolakan.
Salah satu misteri dalam membesarkan anak adalah, tidak selalu apa yang ingin kita tanamkan, dapat diterima anak dengan BAIK dan TEPAT. Mungkin kita tidak menyampaikannya secara tepat sehingga anak tidak dapat menerima-nya dengan baik. Namun acap kali anak memang sulit untuk menerimanya oleh karena ia sudah memiliki keinginan yang berbeda. Kalau tak terjembatani, tidak bisa tidak, timbullah pemberontakan. Namun ada banyak alasan lain lagi mengapa anak memberontak. Dan pemberontakan anak bisa dilihat dalam beberapa hal, kemudian bagaimana kita sebagai orang tua menghadapi pemberontakan anak?
Salah satu misteri dalam membesarkan anak adalah, tidak selalu apa yang ingin kita tanamkan, dapat diterima anak dengan BAIK dan TEPAT. Mungkin kita tidak menyampaikannya secara tepat sehingga anak tidak dapat menerima-nya dengan baik. Namun acap kali anak memang sulit untuk menerimanya oleh karena ia sudah memiliki keinginan yang berbeda. Kalau tak terjembatani, tidak bisa tidak, timbullah pemberontakan. Namun ada banyak alasan lain lagi mengapa anak memberontak. Dan pemberontakan anak bisa dilihat dalam beberapa hal, kemudian bagaimana kita sebagai orang tua menghadapi pemberontakan anak?

Halaman