Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereSikap Mengalah Ditengah Dunia yang Mementingkan Kemenangan

Sikap Mengalah Ditengah Dunia yang Mementingkan Kemenangan


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T073A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Mengalah adalah sikap yang sangat diperlukan untuk saat ini, tanpa mengalah ada banyak perpecahan akan terjadi baik di gereja, pekerjaan dan sebagainya. Dan dalam hal ini kita akan belajar sikap mengalah menurut pandangan Alkitab.

MP3: 
3.66 MB
Ringkasan
Isi: 

Sikap mengalah memang bukanlah sikap yang populer untuk kehidupan kita ini. Justru orang yang mengalah sering kali orang yang diinjak, orang yang dirugikan, jadi akhirnya kita cenderung mengembangkan sikap tidak mau mengalah. Masalahnya sikap ini sering kali kita bawa ke dalam aspek-aspek kehidupan termasuk dalam kehidupan bergereja atau bersekutu dengan sesama saudara kita. Bahkan dalam kehidupan berumah tangga pun sikap ini kita bawa.

Dua penyebab umum munculnya sikap sukar mengalah.

  1. 1Korintus 8:1-3, kita merasa kita lebih tahu, kita menganggap kitalah yang mengetahui kebenaran dan mengharapkan pihak yang satunya mengiakan pandangan kita. Paulus memberi keterangan yang penting yakni, sifat dasar pengetahuan adalah sombong artinya kalau tidak hati-hati pengetahuan mudah sekali membuat orang sombong. Paulus menekankan bahwa pengetahuan sejati bukanlah pengetahuan yang bersifat intelektual atau pengetahuan yang bersifat kognitif yakni dalam pikiran kita. Kita dianggap berpengetahuan jika kita mempunyai kasih.

  2. Kita merasa diri berhak, 1Korintus 9:14,15, "Demikian pula Tuhan telah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil harus hidup dari pemberitaan Injil itu. Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu, aku tidak menulis semuanya itu supaya akupun..............sungguh kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga." Hak mempunyai kecenderungan membuat seseorang merasa layak menuntut pihak yang satunya. Paulus mengemukakan hal yang penting yaitu hak yang paling agung bukannya hak untuk memperoleh tapi untuk melepaskan hak yang seharusnya kita peroleh. Filipi 2:5-11, tentang Tuhan Yesus datang ke dunia, meskipun di sorga tapi tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sesuatu yang harus dipertahankan, dengan kata lain Tuhan Yesus tidak beranggapan hak sayalah untuk berada di sorga. Jadi dengan kata lain hak-hak yang paling agung adalah melepaskan hak untuk memperoleh itu.

1Korintus 9:23, "Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil supaya aku mendapat bagian dalamnya." Dengan kata lain kenapa Paulus melepaskan haknya sebab dia tahu pekerjaan Tuhan harus terlaksana. Pekerjaan Tuhan acapkali terhadang oleh kita-kita yang terlalu mementingkan hak untuk memperoleh sesuatu.