Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereSikap Lemah dan Pasif Didalam Kekristenan

Sikap Lemah dan Pasif Didalam Kekristenan


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T073B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Sikap ini seringkali muncul di tengah-tengah kehidupan orang Kristen yaitu kegagalan mendayagunakan sepenuhnya karunia yang Tuhan berikan kepada kita.

MP3: 
3.44 MB
Ringkasan
Isi: 

Clark Sover mengemukakan pengamatannya bahwa ternyata telah berkembang sikap pasif di kalangan orang-orang Kristen. Sikap pasif yang akhirnya melumpuhkan orang Kristen dalam kehidupannya. Yang dimaksud sikap pasif adalah kegagalan kita mendayagunakan sepenuhnya karunia yang Tuhan berikan kepada kita atau kegagalan kita untuk hidup sepenuhnya seperti yang Tuhan kehendaki.
Penyebab munculnya sikap pasif ini, Clark Sover mengemukakan bahwa:

  1. Adakalanya kita takut akan penilaian orang. Akibatnya kita nggak melakukan hal yang bisa kita lakukan dan yang seharusnya dilakukan.

  2. Kita takut konsekuensi perbuatan kita, sehingga meskipun kita tahu ini yang Tuhan kehendaki dan kita bisa melakukannya kita memilih untuk tidak melakukannya.

Sikap-sikap di atas membuahkan masalah bukan saja pekerjaan Tuhan menjadi tidak terlaksana dengan baik, tapi orang-orang akhirnya mengembangkan sikap bergantung kepada orang lain secara tidak perlu.

Penyebab-penyebab kesalahpahaman:

  1. 2Korintus 12:9,10, "Cukuplah kasih karunia-Ku padamu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus, sebab jika aku lemah maka aku kuat. Yang pertama yang harus kita perhatikan dengan baik adalah orang yang lemah. sedang membicarakan dalam kondisi tersiksa dia lemah dan ini adalah hal yang sangat manusiawi sekali. Namun seringkali kita ini salah mengerti hal ini, seakan-akan Paulus ini sedang mengatakan saya senang menjadi orang yang lemah.