Kita harus memiliki sikap tertentu terhadap pencobaan agar kita bisa bersiap-siap melawan pencobaan yaitu kita mesti menyadari titik lemah dalam hidup kita, kita tidak boleh meremehkan pencobaan dan percaya pada kemampuan sendiri
Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi, di mana pun anda berada. Anda kembali bersama kami dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling serta dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang. Perbincangan kami kali ini tentang "Sikap Kita Terhadap Pencobaan". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
PG : Kadang-kadang kita mempunyai konsep bahwa pencobaan haruslah sebuah peristiwa yang sangat berat yang memukul hidup kita atau sebuah godaan yang sangat dahsyat sehingga kita terikat olehnya pencobaan tidak harus seperti itu.
Saya mendefinisikan pencobaan sebagai kondisi atau situasi yang menghadang langkah hidup kita dan memperhadapkan kita dengan pilihan, pilihan mendengarkan dan menaati Tuhan atau tidak. Sudah tentu dari definisi ini kita bisa melebarkan jenis pencobaan, pencobaan tidak harus pukulan yang berat atau godaan yang dahsyat, pencobaan bisa berbentuk bisikan, bisa berbentuk godaan yang kecil yang tidak terlalu mencolok tapi semua itu berpotensi untuk menjatuhkan dan menjauhkan kita dari Tuhan. Peristiwa tersebut biasanya memang peristiwa yang kita anggap awam atau normal saja namun di tangan Iblis peristiwa tersebut menjadi alat yang ampuh untuk menjauhkan kita dari Tuhan namun dalam kemurahan dan kedaulatan Tuhan, Tuhan bisa memakai peristiwa atau kondisi yang dihadirkan Iblis tersebut justru untuk menguatkan kita. Di sinilah kita membagi atau mengkategorikan, ada yang kita sebut pencobaan ada yang kita sebut ujian. Kalau datangnya dari Iblis itu adalah dengan niat jahat untuk menjatuhkan kita, Tuhan memakai peristiwa yang sama itu untuk membangun kita, itu yang kita sebut ujian sebab Tuhan tidak berniat menjatuhkan kita, Tuhan berniat justru membangun, menguatkan kita. Jadi kita bedakan antara pencobaan dan ujian dari sumbernya, yang satu dari Tuhan dan yang satu bukan dari Tuhan.PG : Tuhan selalu memberikan peringatan kepada kita supaya kita itu awas, makanya firman Tuhan berulang-ulang berkata, "Berjaga-jagalah dan berdoalah." Kita juga diminta untuk menyadari bahwa Ilis senantiasa menghening kita dan siap untuk menerkam kita, itu tercat