Banyak anak misalnya di kelas 3 SLTA yang masih bingung mau melanjutkan ke mana, bahkan mereka yang sudah kuliah pun juga bingung nantinya mau kerja apa. Di sini diharapkan mereka dapat bergumul menentukan karier yang harus dia jalani atau profesi yang harus dia tekuni.
Saudara-saudara pendengar yang kami kasihi dimanapun Anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen, akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi. Beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling serta dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang. Perbincangan kami kali ini tentang "Pemuda dan Karier". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian, dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
PG : Begini Pak Gunawan, kita mesti memiliki konsep yang jelas dimanakah tempat kita dalam hidup ini. Jikalau kita tidak memiliki pemahaman yang jelas dimanakah tempat kita dalam hidup ini, kit dapat diibaratkan dengan daun yang tertiup oleh angin dan terhempas ke mana-mana.
Tapi kalau kita sudah menyadari dimanakah tempat kita dalam hidup ini, kita akan lebih bisa berakar, kita lebih bisa teguh. Nah, ada orang-orang yang sampai tua pun tidak menyadari dimanakah tempatnya dalam hidup ini, sehingga mereka terus menjadi orang yang terombang-ambing. Nah, sedangkan ada juga orang-orang yang bahkan pada usia muda sudah mengetahui dengan jelas tempatnya dalam hidup ini. Nah, kita bisa melihat meskipun mereka masih usia muda tetapi mereka memiliki kemantapan. Nah apa yang saya maksud dengan tempat ini. Istilah tempat bisa bermakna banyak, namun salah satunya yang saya kira penting adalah tempat mengacu pada apa karunia kita, apa jalur karier kita dalam hidup ini. Tidak bisa tidak jalur karier atau pekerjaan kita itu berpengaruh besar terhadap tujuan hidup ini. Kalau kita tidak mengetahui jelas apa itu yang bisa kita lakukan dalam hidup, apa itu jalur karier yang harus kita tempuh, maka kita sukar sekali menetapkan tujuan hidup kita. Memang secara kasar secara umum kita bisa berkata kita hidup untuk memuliakan Tuhan. Bukan lagi kita hidup untuk diri sendiri kita hidup sekarang untuk Tuhan. Namun secara kongkretnya apa itu yang harus kita lakukan hari lepas hari. Nah, berbahagialah kita yang sudah jelas mengetahui jalur karier kita ini. Setidak-tidaknya jalur karier ini menempatkan kita di rel yang akan mengarah pada tujuan hidup kita itu pula.PG : Sebetulnya banyak sekali penyebabnya Pak Gunawan. Saya berikan salah satu contohnya, salah satu teori karier mengatakan begini aktivitas yang kita mulai pada masa-masa kecil yang kemudian endapatkan tanggapan positif akan menumbuhkan minat kita pada bidang atau lapangan kerja itu.
Waktu kita makin bertumbuh besar akhirnya kita termotivasi untuk mendalami bidang tersebut. Akhirnya kita mulailah mengembangkan kompetensi, kemampuan, keterampilan kita asah. Nah dengan kompetensi ini akhirnya kita bisa memasuki jalur kerja. Nah, dari teori yang satu ini saja kita bisa menyimpulkan bahwa peranan orang tua kita, keluarga kita, atau guru-guru kita yang memang berpengaruh besar dalam masa-masa pertumbuhan kita, ternyata peranan mereka sangat besar juga dalam penentuan atau penetapan karier kita. Sudah tentu akan ada juga faktor-faktor bawaan ya kemampuan-kemampuan lahiriah yang telah kita warisi pada masa-masa bayi kita. Tapi sekali lagi kita bisa melihat peranan keluarga atau orang tua yang besar. Nah, untuk menjawab pertanyaan Pak Gunawan tadi apa kira-kira penyebabnya. Salah satu penyebabnya adalah ada orang-orang tua yang memang tidak memberikan bimbingan, tidak memberikan penguatan, imbalan, tanggapan positif tentang apa yang bisa dilakukan oleh anak, sehingga si anak tidak pernah tahu apa yang bisa dilakukannya. Akhirnya dia tidak mempunyai minat, waktu dia sekolah pun dia hanya menjalani kewajibannya, tanpa ada minat yang bisa dia katakan ini kesukaanku karena apa, karena semua dilakukan dalam kesunyian tidak pernah ada yang memberikan tanggapan apa-apa kepadanya.PG : Sebetulnya proses itu berawal dari masa kecil sekali, namun untuk lebih terfokus ya lebih bisa kita melihat dengan mendetail kita langsung saja pusatkan perhatian kita pada masa-masa remaja. Sebab masa remaja adalah masa persis sebelum kita memasuki dunia kerja yakni pada usia dewasa awal yakni usia sekitar 20 tahunan. Nah pada masa remaja kita dapat bagi sekurang-kurangnya pada dua masa besar atau dua ka