Pelajaran Menjadi Orangtua 1

Kirim Halaman IniPrinter-friendly version
Kode Kaset: 
T194A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Untuk menjadi orangtua diperlukan satu syarat utama yaitu kemampuan untuk mengasuh anak, tetapi tidak semua orangtua mempunyai syarat itu. Mengapa demikian? Disini akan dijelaskan 5 alasan mengapa orang tua tidak memenuhi syaratnya sebagai orang tua.

MP3: 

3.61 MB

Ringkasan
Isi: 

Tidak semua orangtua telah berfungsi sebagai orangtua.
Mengapa demikian?


  • Sebagian orangtua menjadi orangtua hanya karena mereka telah
    melahirkan anak, setelah itu mereka mempercayakan peran dan tugas
    mengorangtuai kepada perawat.

    Akibat: Anak tidak menerima kasih orangtua secara langsung dan nyata.
    Anak juga kehilangan kesempatan untuk mencontoh atau belajar dari
    orangtua.

  • Ada pula orangtua yang menjadi orangtua atas dasar kebutuhan,
    misalnya ingin dikasihi dan merasa diri berharga. Alhasil, anak
    dituntut untuk memenuhi kebutuhan mendasar orangtuanya.

    Akibat: Anak letih dan memikul beban yang tidak seharusnya dipikulnya.
    Pertumbuhannya akan terhambat karena apa yang seyogianya menjadi
    perhatian dan minatnya sekarang tergantikan dengan tugas menyenangkan
    orangtua.

  • Ada orangtua yang menyesal menjadi orangtua karena tidak
    menginginkan anak itu atau menyesal menikah dengan pasangannya.
    Alhasil, anak menjadi sasaran amuk marah dan penyesalannya.

    Akibat: Anak merasa tertolak dan terbantai. Sejak kecil ia merasa
    kehadirannya tidak diinginkan dan bahwa ia lebih merupakan beban
    daripada berkat. Biasanya anak seperti ini menyimpan kesedihan dan
    kepahitan mendalam dan semua ini akan melahirnya masalah dalam dirinya
    kelak.

  • Ada juga orangtua yang menjadikan anak sebagai bagian program
    perbaikan hidupnya sehingga menuntut anak untuk menjadi orang yang
    didambakan orangtua untuk dirinya sendiri namun tak berhasil
    diraihnya.

    Akibat: Tuntutan orangtua menjadi beban yang akan menindih
    pengembangan dirinya. Ia akan bertumbuh kembang melenceng dari garis
    karunia yang dimilikinya. Ia akan kehilangan kesempatan menjadi
    dirinya sendiri dan terus merasa ada sesuatu yang terhilang dalam
    hidupnya.

  • Terakhir ada orangtua yang mengharapkan anak menjadi seperti dirinya
    sendiri. Jika ia pandai, ia mau anaknya sepandainya; bila ia berbakat,
    ia pun menuntut anaknya seberbakat dirinya.

    Akibat: Anak menjadi tertuntut menjadi sempurna dan tidak boleh gagal.
    Ia mudah dirundung rasa bersalah yang berat dan akan merasa diri tidak
    berarti jika gagal memenuhi permintaan orangtua. Hidupnya terpenjara
    oleh tuntutan demi tuntutan dan pada akhirnya ia pun akan menerapkan
    tuntutan yang sama pada orang yang dekat dengannya.



Firman Tuhan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan
segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose
3:23)


Jadi, jika demikian apakah yang sesungguhnya harus kita perbuat untuk
menjadi orangtua yang melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan
kodrat dan panggilan kita?

Untuk menjadi orangtua diperlukan satu syarat utama yaitu kemampuan
untuk mengasuh anak.
Berikut akan dipaparkan makna dan cara konkret
mengasuh.


  • Mengasuh berarti mengasihi. Perbuatan mengasuh tanpa kasih dan
    mengasihi tanpa berbuat apa-apa untuk mengasuh adalah sama buruknya.
    Kasih mesti diperlihatkan lewat tindakan mengasuh. Inilah sumber
    kekuatan dan penggerak mengasuh.
  • Mengasuh berarti berkorban. Untuk menjadi pengasuh anak acap kali
    kita harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan mendahulukan
    kepentingan anak.

  • Mengasuh berarti melindungi. Kita melindungi anak dari ancaman
    bahaya yang bersifat fisik terutama tatkala anak kecil dan dari bahaya
    yang bersifat mental-emosional sewaktu anak menginjak usia remaja.

  • Mengasuh berarti memenuhi kebutuhan anak. Termaktub di dalamnya
    adalah kebutuhan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan rohani.

  • Mengasuh berarti membentuk. Salah satu bagian dari membentuk anak
    ialah mendisiplinnya agar ia tidak bertindak seturut kehendaknya
    belaka dan dapat menghormati orang lain.

  • Mengasuh berarti mengarahkan. Orangtua mesti menjadi pengarah hidup
    anak melalui kehidupannya sendiri maupun nasihat yang diberikan. Tanpa
    arah anak akan limbung dan mudah terbawa arus.

Firman Tuhan: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di
dalam hati anakmu tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat
Tuhan." (Efesus 6:4)

Your rating: None

Post new comment

To combat spam, please enter the code in the image.