Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are herePelajaran Dari Daud 2

Pelajaran Dari Daud 2


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T242B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Di sini kita bisa belajar dari kehidupan Raja Daud, belajar dari kejayaannya sekaligus kejatuhannya juga.

MP3: 
3.61 MB
Ringkasan
Isi: 

Raja Daud adalah figur yang menarik untuk dipelajari. Begitu banyak pelajaran yang dapat kita petik lewat kehidupannya. Berikut adalah beberapa di antaranya.

§Darinya kita belajar tentang kesabaran menantikan waktu Tuhan - kendati sudah diurapi, namun ia menunggu waktu Tuhan untuk mendudukkannya sebagai raja.

§Kita pun bisa belajar tentang rasa hormatnya yang besar pada Tuhan - itu sebabnya ia menolak dan melarang perwiranya membunuh Saul meski ia berkesempatan melakukannya.

§Dari Daud kita pun belajar tentang keberanian - dari keberanian melawan binatang buas sampai keberanian melawan Goliat. Ia tahu hidup ada di tangan Tuhan dan tidak ada satu pun yang akan terjadi di luar kuasa Tuhan.

§Dari Daud kita belajar akan cintanya yang besar pada sahabatnya Yonatan. Kitabelajar akan kesetiaannya pada janji yang diberikannya kepada Yonatan sehingga ia bersedia memelihara anak Yonatan.

§Dari Daud kita pun belajar tentang kesediaannya untuk belajar dan mendengarkan saran orang lain. Ini menunjukkan kerendahan hatinya. Ia tidak jadi membunuh Nabal yang telah menghinanya atas desakan Abigail.

§Dari Daud kita belajar akan cintanya yang begitu besar kepada Tuhan. Ia marah dan berani melawan Goliat karena Goliat menghina umat Tuhan. Ia pun bersedia terlihat "tak terhormat" - menari-nari dengan rakyat - sewaktu membawa pulang Tabut Perjanjian.

§Dari Daud pun kita belajar bahwa sedekat - dekatnya kita dengan Tuhan, ternyata kita masih sanggup berbuat dosa yang begitu jahat. Daud berzinah dan untuk menutupi dosanya, ia membunuh suami Betseba.

§Dari Daud kita belajar bahwa pertobatan adalah suatu keniscayaan dalam menghadapi dosa pribadi. Setelah ditegur Natan, Daud bertobat dan memohon belas kasihan Tuhan. Ia pun bersedia menanggung akibat buruk dari dosanya yaitu terusir dari kerajaan dan terancam untuk dibunuh oleh putranya sendiri. Daud tahu itu adalah ganjaran atas dosanya dan ia menerima dengan pasrah.

Kesimpulan

Di akhir hidupnya Daud bersaksi, "Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah?" 2 Samuel 23:3-5