Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereMengapa Anak Susah Diatur

Mengapa Anak Susah Diatur


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T304A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 
Ada pelbagai penyebab mengapa anak bertumbuh besar susah diatur, salah satunya adalah kurangnya disiplin orang tua. Di bagian ini akan dipaparkan cara mendisiplin anak agar dapat diatur sesuai dengan usia anak—tanpa harus menghancurkan jiwanya.
MP3: 
3.61 MB
Ringkasan
Isi: 

Ada pelbagai penyebab mengapa anak bertumbuh besar susah diatur, salah satunya adalah kurangnya disiplin orang tua. Berikut akan dipaparkan cara mendisiplin anak agar dapat diatur-tanpa harus menghancurkan jiwanya. Untuk itu pertama-tama kita akan melihat kondisi anak pada masa kecil, baru setelah itu kita akan membahas cara pendisiplinan yang sesuai.

  • Sesuai dengan keterbatasan tubuhnya, pada masa dua tahun pertama anak hanya dapat MENERIMA dari orang tua. Pertama ia menerima air susu, kemudian makanan disamping menerima perawatan kebersihan dan kesehatan. Oleh sebab itu pada usia awal, anak bersikap pasif dan hanya menanti apa yang diberikan kepadanya.
  • Menginjak usia sekitar 2 tahun anak masuk ke tahap berikutnya yakni MEMINTA. Pada tahap ini anak sudah mulai dapat berjalan dan menjelajahi lingkungan di sekitarnya. Sesuai dengan perkembangan fisiknya ini, anak pun mulai berinteraksi dengan lingkungan. Misalnya, ia mulai bermain dengan benda di sekitarnya atau memberi tanggapan pada kita. Pada tahap ini anak pun mulai menunjukkan keinginan untuk menyentuh, menggenggam ataupun memiliki sesuatu yang dilihatnya. Inilah masa anak mulai meminta dan kalau tidak mendapatkannya, ia akan menuntut lewat tangisan kemarahan.
  • Gesekan terjadi tatkala kita sebagai orang tua berusaha merintangi niatnya. Mungkin kita berpendapat tidak semestinya ia bermain atau menyentuh benda tertentu atau kita melihat adanya bahaya mengancam sehingga kita harus melindunginya dengan cara menjauhkannya dari sebuah situasi. Sudah tentu anak tidak suka dan akan berupaya mendapatkan apa yang diinginkannya. Inilah awal dari ketegangan antara orang tua dan anak sekaligus permulaan dari mulai diterapkannya disiplin.
  • Apabila kita membiarkan anak, maka ia pun terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa kesulitan. Alhasil ia tidak pernah mengenal makna dan penggunaan kata, "meminta." Jika ini berlanjut, ia akan terus mengembangkan sikap "berhak" atas apa yang diinginkannya.
  • Sebaliknya, jikalau kita mulai melarangnya, sudah tentu awalnya ia bersikap marah dan menuntut untuk memeroleh apa yang diinginkannya namun pada akhirnya ia akan belajar memahami dan menggunakan kata "meminta." Ia tahu bahwa ia tidak selalu mempunyai hak atas segala yang diinginkannya. Itu sebabnya ia pun harus belajar mengembangkan cara lain untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika "menuntut" tidak membuahkan hasil, ia akan belajar "meminta" dan bila ia tetap tidak mendapatkannya, ia pun terpaksa belajar untuk menerima kondisi apa adanya alias "melepaskan."
  • Singkat kata, disiplin yang tepat akan mendidik anak untuk bertumbuh dari fase "menuntut," "meminta," ke fase "melepaskan." Sebaliknya, tanpa disiplin anak akan terus berkutat pada fase menerima atau menuntut
  • Ada orang tua yang membiarkan anak oleh karena ia jarang berada di rumah, namun ada pula yang membiarkan anak sebab ia merasa tidak berdaya. Apabila anak melihat bahwa orang tua tidak berdaya mengekang hasratnya, maka ia pun akan makin berani dan semena-mena. Perlahan tetapi pasti ia akan mengembangkan lebih banyak "teknik" atau cara untuk memaksakan kehendaknya. Jika sebelumnya ia hanya menangis, sekarang ia mulai bergulingan di lantai. Kalau ini tidak berhasil, ia akan merusak barang di sekitarnya, dan kalau ini tidak membuahkan hasil, ia mungkin akan menyerang orang tuanya. Singkat kata, tanpa disiplin, anak makin mengembangkan perilaku manipulatif dan destruktif yang canggih.
  • Sebaliknya, dengan disiplin yang tepat, anak belajar membedakan antara miliknya dan apa yang bukan miliknya; waktunya dan apa yang bukan waktunya; dengan kata lain, anak belajar memisahkan diri dari sekitarnya. Singkat kata, dengan disiplin anak tidak berkembang liar; sebaliknya ia akan mengembangkan kesanggupan untuk mengelola energi dan hasratnya.
  • Firman Tuhan di Amsal 13:18 mengingatkan, "Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati." Anak yang susah diatur berpotensi besar bertumbuh menjadi orang yang susah diatur dan orang yang susah diatur akan menerima konsekuensi sosial yang buruk-ia menjadi cemoohan orang.