Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereMenerima Kelebihan dan Kekurangan Diri

Menerima Kelebihan dan Kekurangan Diri


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T101A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, tetapi seringkali yang menjadi kecenderungan kita adalah kita ingin menjadi orang di luar dari diri kita.

MP3: 
3.69 MB
Ringkasan
Isi: 

Setiap orang pasti ada kekurangan dan kelebihannya tetapi seringkali kita cenderung ingin menjadi orang di luar dari diri kita.

Ada beberapa hal yang menyebabkannya, yaitu:

  1. Kita lihat terlebih dahulu tentang kelebihan. Kelebihan adalah suatu kemampuan karakteristik atau ciri tentang diri kita yang kita anggap lebih baik dari pada kemampuan-kemampuan atau aspek-aspek lain dalam diri kita. Jadi salah satu penyebab kenapa kita sulit menerima kelebihan kita, kadang kala karena memang kita nggak mau kita lebih dalam hal itu, maunya lebih dalam hal yang lain.

  2. Kekurangan adalah kemampuan yang sebenarnya kita harapkan untuk lebih baik dari kondisi sesungguhnya namun ternyata tidak. Jadi yang kita anggap kurang, biasanya adalah hal yang kita inginkan lebih baik. Kekurangan ini biasanya melahirkan rasa malu dan rasa minder.

Salah satu pasal yang menjelaskan dengan mendetail tentang penerimaan terhadap satu sama lain yaitu 1 Korintus 12:21-25, "Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan : "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan."

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik di sini:

  1. Kita jelas bisa melihat bahwa kita tidak diciptakan sama, ada mata, kaki, telinga dsb. Tidak sama dalam 2 hal.

    1. Dalam hal jenis kemampuan, nggak semua orang bisa filsafat, tidak semua orang bisa matematika dsb.

    2. Dalam hal segi tingkat kemampuan.

  2. Ternyata Tuhan menuntut yang lebih berbakat atau lebih berkarunia untuk memperhatikan yang lebih lemah. Tuhan berkata bukan saja kita perlu menoleransi keberadaan atau kehadiran seseorang yang lebih lemah dari kita, Tuhan menuntut kita memberi penghormatan yang khusus. Tuhan menginginkan kita memandang manusia bukan dari segi kegunaannya tapi dari segi bahwa dia adalah orang yang Tuhan sudah ciptakan dan tempatkan di samping kita dan siapapun yang Tuhan sudah tempatkan dan ciptakan di samping kita itu adalah ciptaan Tuhan yang kita mesti juga hormati.

  3. Tuhan meminta kita untuk bisa sebaiknya memberikan bantuan kita juga kepada orang yang kita anggap lebih lemah, jangan kita malah melecehkannya atau membuangnya.

  4. Tuhan berkata justru yang lebih lemah itu yang lebih dibutuhkan. Tiada kesimpulan lain yang dapat ditemukan kecuali satu, yaitu yang lemah akan Tuhan pakai untuk membentik kita agar kita lebih menyerupai Tuhan sebab tujuan Tuhan adalah membentuk kita menjadi serupa dengan Dia.

Ada pepatah Inggris yang bagus: "be yourself but be the best of you" artinya jadilah dirimu jangan jadi diri orang lain, jadilah dirimu tapi jadilah dirimu yang terbaik.