Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereKehidupan Seorang Duda

Kehidupan Seorang Duda


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T231A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Saat ditinggal oleh pasangan terutama istri, ada bermacam-macam perasaan yang berkecamuk di dalam hati seorang suami, antara lain rasa sedih dan kesepian.

MP3: 
3.62 MB
Ringkasan
Isi: 

Saat ditinggal oleh pasangan terutama istri, ada bermacam-macam perasaan yang berkecamuk di dalam hati seorang suami, antara lain rasa sedih. Pengalaman yang dialami oleh Pdt. J.H.Soplantila, dengan sangat tiba-tiba Tuhan memanggil istrinya pulang ke rumah Bapa, setelah menikah 36 tahun. Saat yang paling sulit setelah kematian pasangan adalah merasa kesepian terutama saat situasi rumah sedang sepi, sehingga kehilangan pasangan itu sangat terasa.

Hal-hal yang terjadi setelah kematian pasangan adalah:

  1. Memiliki fungsi ganda yaitu sebagai Ayah sekaligus sebagai Ibu.
  2. Kehilangan teman bicara, hal-hal yang biasanya diputuskan bersama akhirnya diputuskan sendiri.
  3. Menarik diri dari masyarakat, misalnya ke gereja atau menghadiri undangan dan sebagainya.

Ada saran-saran dari masyarakat untuk menyingkirkan barang-barang peninggalan istri agar kita mudah melupakan kenangan terhadap pasangan. Tapi sebenarnya salah! Karena ada saat-saat dimana kita ingin mengenang pasangan kita dan dengan barang peninggalannya kita bisa melepaskan kerinduan kita kepada pasangan dan itu juga merupakan proses penyembuhan.

Untuk mengatasi rasa sepi, terutama pada malam hari, misalnya dengan memutar lagu-lagu rohani, membaca Firman Tuhan dan berdoa. Pada siang hari tidak merasa sepi, karena sibuk dengan pekerjaan dan pelayanan.

Firman Tuhan:
Mazmur 116:15, "Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya".