Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereApakah Pornografi

Apakah Pornografi


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T247A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 
Di dalam bahasa Yunani, kata “porno” berasal dari kata “porneo” yang berarti percabulan. Pada zaman sekarang ini gambar-gambar ini disebarluaskan lewat pelbagai teknologi komunikasi maupun film. Apakah pornografi adalah perbuatan dosa? Apakah pornografi dibenarkan di dalam pernikahan? Mengapa sukar lepas dari jerat pornografi? Silakan menyimak untuk menemukan jawabannya.
MP3: 
3.61 MB
Ringkasan
Isi: 

Apakah pornografi adalah perbuatan dosa?
Di dalam bahasa Yunani, kata "porno" berasal dari kata "porneo" yang berarti percabulan. Jadi, terjemahan harafiah pornografi adalah "gambar percabulan" dan pada zaman sekarang ini gambar-gambar ini disebarluaskan lewat pelbagai teknologi komunikasi maupun film. Kita memahami bahwa percabulan adalah hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan-sesuatu yang tidak diperkenan Tuhan. "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan." (1 Tesalonika 4:3). Dari etimologi istilah pornografi kita dapat menyimpulkan bahwa tujuan dan jiwa dari pornografi adalah mempromosikan percabulan atau seks yang tidak diperkenan Tuhan. Singkat kata, pornografi adalah dosa karena (a) berisikan percabulan dan (b) mempromosikan percabulan.

Apakah penggunaan pornografi dapat dibenarkan dalam pernikahan?
Tidak ada yang benar dari pornografi sebab tujuan akhirnya adalah perbuatan dosa yang melawan Tuhan. Jadi, di manapun dan dalam konteks apa pun, pornografi tidak dibenarkan. Memang ada pasangan nikah yang berdalih bahwa penggunaan pornografi dalam pernikahan menambah kenikmatan hubungan intim. Jadi, mereka berdalih bahwa selama tujuan akhirnya baik, tidak apa memakai cara yang salah. Argumen ini salah.

Pertama, dosa adalah dosa dan menggunakan dosa sebagai sarana mencapai tujuan tertentu tetap adalah dosa. Allah menuntut korban penebusan dosa bahkan untuk dosa yang dilakukan dengan tidak disengaja (Bilangan 15:22-24).

Kedua, tujuan tidak membenarkan sarana. Hitler ingin melihat bangsanya menjadi tuan atas negaranya dan untuk itu ia membunuh 6 juta orang Yahudi. Tujuan Hitler tidak membenarkan sarana salah yang digunakannya.

Ketiga, seks adalah pemenuhan hasrat dan kasih kepada seseorang dan orang ini seharusnya adalah pasangan nikah kita sendiri. Sewaktu sarana pornografi digunakan maka sesungguhnya hasrat yang timbul bukanlah tertuju dan disebabkan oleh pasangan, melainkan pemeran pornografi itu. Dengan kata lain, orang yang menggunakan pornografi dalam pernikahan adalah orang yang membohongi pasangannya sendiri.

Mengapa sukar melepaskan diri dari jerat pornografi?
Saya kira sedikit saja orang yang tidak tahu bahwa pornografi merupakan dosa yang melawan Tuhan; kebanyakan orang menyadarinya namun masalahnya adalah kita tetap melakukannya. Ada beberapa alasannya.

Pertama, oleh karena pornografi adalah dosa maka sekali dosa melingkari leher , akan susah bagi kita untuk melepaskan diri. Inilah sifat dosa: datang untuk tinggal dan tinggal untuk menguasai! Dosa adalah alat ampuh iblis untuk menjauhkan kita dari Tuhan; itu sebabnya iblis terus mendorong kita untuk berbuat dosa dan sekali ia berhasil masuk, maka ia tidak akan melepaskan cengkeramannya.

Kedua, pornografi adalah dosa yang berkaitan dan menyentuh kodrat manusiawi kita yang terlemah yakni nafsu. Tuhan melengkapi kita dengan nafsu untuk digunakan sebagai penambah kenikmatan namun ini harus dilakukan dalam ikatan nikah. Iblis mengeluarkan nafsu dari ikatan nikah dan membuatnya berdiri sendiri dengan bebas. Masalahnya adalah nafsu yang berdiri bebas akan berubah menjadi monster yang liar. Itu sebabnya pornografi sukar tanggal; ia bersemayam di takhta nafsu dalam diri kita.

Ketiga, pornografi dapat mengisi kebutuhan yang belum terisi penuh; itu sebabnya pornografi sering digunakan sebagai pengganti pemenuh kebutuhan yang sebenarnya. Misalnya, oleh karena kita membutuhkan kasih namun tidak mendapatkannya, kita mudah terjerat pornografi sebab pornografi membuat kita sejenak melupakan kebutuhan kasih itu dan untuk sementara kita memperoleh kelegaan.

Keempat, pornografi kadang digunakan untuk mengurangi ketegangan yang dirasakan. Dalam hal ini pornografi menjadi alat untuk mengobati luka atau masalah yang meradang. Kenikmatan pornografi bekerja sedemikian rupa sehingga untuk sejenak kita melupakan masalah dan untuk sementara kita mengalami "pengobatan" kendati semu.

Syalom pak/bu, saya Reinhart, 26 tahun. Saya punya masalah kecemasan yang tinggi dan kecanduan ini yang sudah bertahun2, akibatnya banyak penyesalan dlm hidup saya. Sekarang hidup saya benar2 kacau. Saya harus datang ke mana atau perlu dibimbing siapa? saya tinggal di Depok. Trima kasih.