Audio
Audio
Disiplin dalam Pernikahan
Disiplin dalam pernikahan meliputi tanggungjawab, emosi, pergaulan, hobi, komitmen luar, sentuhan dan kerohanian
Menyeimbangkan Hormat dan Kasih 2
Orang tua harus menjaga sikap dan perilaku diri sendiri supaya bisa dihormati oleh anak, orang tua perlu konsisten dan relatif sama dalam pandangan terhadap prinsip hidup serta cara mendidik anak, orang tua perlu menunjukkan keteladanan dalam hal kasih dan berkata-kata, dari sudut perkembangan anak, kita lebih mendekatkan hukuman atau disiplin secara lisan daripada secara fisik
Menyeimbangkan Hormat dan Kasih 1
Dalam mendidik anak perlu menyeimbangkan antara kelembutan dan kekerasan, diharapkan anak tumbuh jadi dewasa dengan sifat-sifat yang lebih seimbang dan lebih baik, keseimbangan dalam diri anak untuk menghormati sekaligus mengasihi orang lain
Kemarahan Didalam Pernikahan
Empat sumber kemarahan yang dibawa ke dalam pernikahan, yaitu berasal dari orang tua atau keluarga asal, dari orang-orang penting dalam hidup kita, dari perbuatan orang jahat dalam hidup kita dan dari masalah jiwa yang tidak sehat di dalam diri kita sendiri.
Dosa Perbuatan dan Dosa Karakter
Dosa adalah pelanggaran terhadap perintah Allah, dosa perbuatan tampak jelas dari luar seperti berzinah, kecanduan, kebencian sedangkan dosa karakter tidak tampak dari luar bersemayam dalam karakter dan sulit untuk berubah, perubahan dapat terjadi bila kita bersedia mengakui karakter, bersedia membayar harga dan bersedia mengubah gambar diri
Karunia Melepaskan
Yang mesti kita genggam adalah identitas diri dan tujuan hidup yang baru, menjadi pelayan dan saksi bagi Yesus, melepaskan adalah sebuah karunia, bukan hasil usaha kita tapi pemberian Tuhan, mulai dari hal yang kecil sampai pada yang besar
Melepaskan Kebencian
Membalas dendam keluar dari kebencian dan sebagai anak Tuhan kita tidak boleh memunyai apalagi menyimpan kebencian, membalas dendam tindakan pemuasan kemarahan bukan tindak keadilan, pada waktu kita disakiti atau dijahati, berdoa kepada Tuhan, mohon pengampunan bagi mereka yang telah berbuat jahat, introspeksi diri kita
Keinginan dan Kenyataan
Biasakan diri hidup apa adanya, keinginan adalah cermin kehidupan dan cermin diri yang kita dambakan, hiduplah sesuai dengan kenyataan, ikuti rencana Tuhan dan taat pada kehendak-Nya
Menyertai Bukan Menghilangkan
Dari kesusahan dan kekalahan kita belajar mengampuni, tidak membalas, tidak membenci, membereskan dosa dan bertobat, menggenapi rencana Tuhan
Penderitaan dan Kesehatan Jiwa dan Rohani
Penderitaan reaksi alamiah terhadap tekanan berat, memertebal daya tahan, bertumbuh lebih kuat, kekuatan Tuhan memampukan kita menanggungnya