Suami/Istri

Memiliki pemahaman bahwa pelayanan bukanlah Tuhan melainkan suatu aktifitas untuk melayani Tuhan, maka dengan pengertian ini kita dapat mengatakan bahwa sama halnya dengan pelayanan dan pekerjaan mengurus keluarga, memperhatikan dan mendidik anak merupakan perbuatan yang dipersembahkan untuk Tuhan juga. Ingat, untuk membangun keintiman dan keharmonisan keluarga dibutuhkan waktu yang lama dan siap sedia untuk membayar harga bagi hal ini.
Membagi waktu antara keluarga, pekerjaan dan pelayanan merupakan tantangan besar pasangan muda saat ini. Idealnya ialah kita bisa melakukan ketiga hal ini secara seimbang namun realita menuntut kita untuk menitikberatkan pada salah satu aspek. Ketika anak-anak masih kecil akan lebih baik jika kita mengutamakan keluarga dan memperhatikan mereka dengan melimpah.

Sama seperti gangguan fisik, gangguan jiwa pun muncul dalam pelbagai jenis. Gangguan fisik terlihat jelas sedangkan gangguan jiwa tidak selalu tampak, misalnya OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) gejalanya melakukan suatu perbuatan berulang kali. Contoh lainnya, gangguan kepribadian paranoia, depresi. Gangguan jiwa yang mengganggu dan kadang mengancam keselamatan adalah gangguan yang bersifat “ ke luar” dalam pengertian obyek gangguannya adalah orang lain. Gangguan lainnya seperti kepribadian narsistik, borderline, psikopat dan skizofrenia....

Ada penyakit yang dapat sembuh dengan cepat, ada yang perlu waktu lama dan ada yang tidak dapat sembuh. Apa yang mesti kita perbuat ? Pertama, kita harus menyadari dan menyadari kenyataan bahwa kondisi sudah berubah. Kedua, sedapatnya kita memertahankan aktifitas rutin anak dan menyadarkannya bahwa kita tidak lagi dapat memberi perhatian seperti sebelumnya. Ketiga, jika memungkinkan menggunakan bantuan luar seperti perawat, bukan hanya untuk merawat pasangan yang sakit, tapi kita pun perlu beristirahat dan beraktivitas....

Yang dimaksud adalah pasangan yang berkali-kali jatuh dalam dosa perzinahan. Penyebabnya karena pada dasarnya adalah penzinah, memiliki kelemahan dalam penguasaan nafsu, haus kasih sayang dan penghargaan. Cara mengatasinya a.l. beri kesempatan untuk bertobat dan menjelaskan mengapa jatuh dalam dosa yang sama berulang kali, mengajaknya membereskan masalah serta memastikan perbuatan ini tidak terulang. Bersedia mendengar keluhannya tentang diri kita. Selanjutnya memberi peringatan dan memperhadapkannya pada dua pilihan. Terpenting menjaga dan jangan pernah meninggalkan kesetiaan.
Perkataan dan perbuatannya tidak sepadan alias munafik. Kualitas pernikahan menjadi dipengaruhi oleh 2 hal, yaitu respek dan kepercayaan. Yang mesti dilakukan adalah memberi peneguhan atas kejujurannya dan mengoreksi secara halus. Penerimaan penuh menyebabkan ia lebih berani menjadi dirinya dan tidak lagi bersembunyi di balik perkataan atau perbuatan yang tidak nyata.
Disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti perjudian, narkoba, pelacur atau seks di luar nikah, Yang kedua karena faktor keluarga, tidak pernah diserahi tanggungjawab. Kemudian karena pengaruh lingkungan dank arena ambisi pribadi. Menjadi tugas kita untuk menjaga jangan sampai ia menghabiskan uang yang dipercayakan kepadanya, pertahankan keintiman walau dalam kadar yang rendah dan libatkan keluarga besar untuk memberikan tekanan. Ajaklah berdoa bersama agar ia menyadari bahwa masih ada Tuhan dan ia harus bertanggungjawab kepada Tuhan
Dampak rasa tidak aman secara sosial, kita dituntut memberikan rasa aman terutama di hadapan orang lain. Selain itu ia pun memaksa kita membatasi pergaulan dan aktivitas yang melibatkan orang lain. Yang ketiga ia kerap menuntut kita memberikan pengakuan dan perhatian yang besar. Rasa aman tidak dapat muncul seketika dan perlu dipupuk. Rasa tidak aman adalah aktivitas perasaan dan kita harus dikendalikan oleh akal budi dan pengertian. Jangan biarkan perasaan menguasai kita.
Bila kita menikah dengan pasangan yang mudah stres kita pun akan terpengaruh dan lama kelamaan merasa letih. Kita harus membimbingnya langkah demi langkah agar ia tahu bagaimana caranya menghadapi masalah dari beberapa sudut agar ia pun dapat mencarikan solusinya dari pelbagai sudut. Ingatkan bahwa masih ada Tuhan dalam hidup ini dan Ia berkuasa. Bimbinglah dia untuk berserah dan memercayakan hidup ini kepada Tuhan
Bila kita menikah dengan orang yang gemar menyiksa pasti menderita di tangannya. Hampir dapat dipastikan orang yang senang menyiksa sesamanya adalah orang yang sebenarnya tersiksa. Ia menyiksa karena didalam dirinya tertimbun banyak kemarahan terhadap kekerasan yang dialaminya pada masa kecil. Diharapkan ia menyesali perbuatannya dan menunjukkan pertobatan serta berubah, hal ini biasanya memerlukan waktu yang tidak singkat. Jangan lupa untuk berdoa bersama di pagi dan malam hari serta membaca firman Tuhan serta hafalkan sebuah ayat yang dapat menjadi pemandu hidup untuk hari itu.

Halaman