Pdt. Dr. Paul Gunadi

Pdt. Dr. Paul Gunadi

Tragedi

Kematian adalah tragedi yang tidak pernah dapat dipersiapkan dengan sempurna. Di dalam kekurangsiapan itu dorongan untuk menghukum diri menjadi besar. Untuk menangkalnya, diperlukan dua sikap hidup. Pertama, perkecil ruang penyesalandan Kedua, jika penyesalan tetap ada dan waktu sudah berlalu, berubahlah!

Seni tidak Menghiraukan

Tidak menghiraukan bukan berarti mengabaikan pasangan kita secara pribadi. Tidak menghiraukan mengacu pada sikap tidak mengacuhkan perbuatan pasangan kita yang mengganggu. Dengan kata lain, walau tidak kita sukai, kita memilih untuk mendiamkan atau memasabodokan tindakannya itu. Dr. Dobson mengimbau agar kita tidak senantiasa mempersoalkan setiap perbuatan pasangan kita yang tidak kita senangi. Akan ada hal yang harus diselesaikan, namun ada yang untuk didiamkan atau ditoleransi saja.

Rasa Bersalah

Rasa bersalah merupakan suara tuduhan dari dalam diri kita atas kegagalan menjadi atau melakukan sesuatu. Rasa bersalah bisa dimunculkan dari luar akibat tudingan dari telunjuk orang lain maupun dari dalam bahwa kita gagal mencapai standar yang kita tetapkan untuk diri sendiri. bak cemeti, rasa bersalah mencambuk kita sebagai hukuman atas kekurangan, kekeliruan, atau pelanggaran kita.

1 Pria, 1 Wanita

Pernikahan merupakan suatu pengabdian; kita tidak bisa, tidak mungkin, dan tidak boleh mengabdi kepada dua tuan. Ada satu fenomena baru yang sedang menggejala di kalangan orang Kristen, yakni, "beristrikan" lebih dari satu. Sudah tentu fenomena beristrikan lebih dari satu bukanlah sesuatu yang baru; yang baru adalah argumentasi para pria ini yang mengatakan bahwa Alkitab sendiri tidak pernah melarang kita untuk beristrikan lebih dari satu. Di bawah ini saya akan memaparkan argumentasi saya untuk menjawab masalah ini.

Cinta pada Pandangan Setengah Baya

Apa yang membedakan cinta pada masa berpacaran dan cinta pada masa sekarang? Pada masa berpacaran, saya mencintai istri saya karena dia menarik; sekarang, saya mencintainya karena dia berharga. Dulu saya tergila-gila padanya; sekarang, jika dia tidak di samping saya, rasanya saya seperti orang gila.

Sarang yang Kosong

Sarang yang kosong merupakan istilah yang melukiskan periode di mana orangtua akan tinggal sendiri lagi tanpa anak yang telah akil balig. Ibarat induk burung yang membesarkan anaknya dalam sarang, pada suatu ketika ia harus membiarkan anaknya terbang meninggalkan sarangan untuk selamanya.

Kereta Waktu

Waktu yang sudah lewat tersisa dalam kenangan sedangkan waktu yang akan datang menyembul dalam khayalan. Hiduplah pada masa sekarang, dalam kenyataan, bukan dalam kenangan yang membuahkan penyesalan atau khayalan yang merupakan pelarian semata-mata Jadilah ayah dan ibu untuk anak-anak kita sesuai usianya sekarang! Nikmati setiap tetesan kehadiran mereka dan jangan sampai mereka hanya hidup dalam kenangan atau khayalan kita. Ingat, kereta waktu terus berjalan ... dan anak-anak kita berada di dalamnya!

Kehidupan Moral Suami Istri

Suami istri adalah poros keluarga. Dengan kata lain, hubungan suami istri sangat mewarnai kondisi keluarga secara keseluruhan. Keberhasilan orang mendisiplin anak sangat terkait dengan kehidupan moral orangtuanya. Apabila anak menghormati kehidupan moral orangtua, anak juga cenderung mematuhi petuah orangtua.

Menyegarkan Rumah

Hidup sarat dengan tekanan dan daya tahan kita pun terbatas. Hubungan suami-istri merupakan poros rumah tangga yang dari waktu ke waktu memerlukan penyegaran. Televisi dan film dapat menjadi salah satu pilihan sarana untuk menyegarkan jiwa dan hubungan suami-istri. Gunakanlah dengan bijaksana dan nikmatilah!

Kasih dan Penghargaan

Banyak pernikahan, hilangnya cinta bukan dikarenakan oleh perbuatan pengkhianatan atau ketidaksetiaan yang dilakukan baik oleh suami maupun istri. Cinta harus tetap ada dan bersemi dalam pernikahan. Pertanyaannya sekarang ialah, bagaimanakah kita bisa melestarikan cinta itu.

Halaman

Berlangganan RSS - Pdt. Dr. Paul Gunadi