Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereMenangani Gangguan Adhd

Menangani Gangguan Adhd


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T212A
Nara Sumber: 
Ibu Winny Soenaryo, M. A.
Abstrak: 

ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) terdiri dari beberapa tipe, yaitu: tidak bisa konsentrasi, hiperaktif dan kombinasi antara keduanya. Bagian ini akan membahas faktor yang mempengaruhi, bagaimana kita mengidentifikasikan dan apa yang harus kita lakukan?

MP3: 
3.62 MB
Ringkasan
Isi: 

T 212 A "Menangani Gangguan ADHD" oleh Ibu Winny Soenaryo M.A.

ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) terdiri dari beberapa tipe, yaitu:

  • Tidak bisa konsentrasi (daya memperhatikannya yang terganggu)
  • Hiperaktif
  • Kombinasi antara keduanya; tidak bisa konsentrasi dan juga hiperaktif

Ada dua faktor yang mempengaruhi:

  • Faktor lingkungan
  • Faktor genetik

Yang menyebabkan anak mengalami ADHD ini adalah karena mereka tidak dapat mencegah respons yang impulsif atau ada yang tidak pas di bagian otak yang terletak di bagian depan.

Bagaimana kita mengidentifikasikan bahwa seorang anak menderita ADHD :

  • Tidak bisa konsentrasi, hal itu terjadi sering dibandingkan dengan anak-anak lain pada tahap perkembangan yang sama.
  • Gejalanya harus nampak sebelum anak berumur 7 tahun
  • Gejalanya nampak minimal dalam jangka waktu 6 bulan

Untuk membedakan supaya kita tahu bahwa seorang anak mengidap ADHD adalah gejala ADHD itu sangat impulsif, mereka tidak hanya tidak bisa konsentrasi, lari-lari, kadang mereka melakukan sesuatu yang berbahaya untuk diri mereka sendiri atau orang lain tanpa disadari.

Anak yang menderita ADHD mempunyai kecenderungan self-esteem (penghargaan diri) yang sangat rendah. Ini bisa diakibatkan karena dimarahi orangtua, karena sekolahnya tidak baik, tidak disukai orang-orang.

Orangtua bisa membawa anak ini pada para ahli yang bisa membantu untuk menangani anak-anak seperti ini. Misalnya ke psikiater (dokter ahli jiwa) atau dokter yang bisa memberikan obat yang saat ini diketemukan sangat efektif untuk anak ADHD. Untuk menurunkan hiperaktifnya mereka bisa dibantu dengan obat atau juga dengan terapi tingkah laku.

Yohanes 9:1-3, " Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orangtuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia."

Yakinlah bahwa ada pekerjaan Allah yang tengah dinyatakan di dalam anak kita. Tugas kita yang pertama adalah berdoa bagi anak kita setiap hari. Kedua, berdoalah bagi kita juga agar Tuhan memberikan hikmat, kesabaran, dan cinta kasih untuk membesarkan anak-anak yang Tuhan telah titipkan kepada kita. Ketiga, tetap berharaplah bahwa Tuhan akan memakai anak ini untuk menggenapi pekerjaan Tuhan di dunia.

T 212 B "Memahami Autisme" oleh Ibu Winny Soenaryo M.A.

Bagi banyak orangtua, diagnosa autisme merupakan diagnosa yang sangat menakutkan. Ibaratnya seperti dokter berkata bahwa anak kita itu menderita kanker, begitu menakutkan. Autisme dulu didiagnosa salah sebagai keterbelakangan mental atau schizophrenia. Maka sebelum ada kata autisme, mereka disebut "childhood schizophrenia".

Pada awalnya diketemukan bahwa anak-anak autisme mempunyai otak yang lebih kecil daripada anak-anak normal. Yang membuat orangtua merasa takut adalah karena sampai sekarang belum ada satu penyembuhan yang pasti untuk anak yang menderita autisme. Namun kita bisa membantu anak itu semaksimal mungkin.

Ciri-ciri anak autis adalah sbb:

  • Kesulitan untuk berinteraksi sosial
  • Kesulitan berkomunikasi
  • Mempunyai kelakuan yang sangat kaku
  • Keterlambatan dalam bergaul atau motoriknya
  • Mereka senang berada dalam dunianya sendiri

Ada dua tipe autis, yaitu

  • Regresif, yaitu terlambat diketahui. Pada waktu bayi, mereka normal tapi setelah 2 atau 3 tahun baru diketahui bahwa anak terkena autis.
  • Sudah bisa dilihat mulai usia 3,4,6 bulan

Yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah :

  • Memasukkan mereka ke sekolah yang mempunyai penanganan khusus untuk anak autis.
  • Kita mengarahkan perhatian mereka yang cenderung terfokus
  • Menggunakan terapi misalnya terapi okupasi atau terapi tingkah laku.

Mazmur 100:2,3 berkata, "Beribadahkah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.