Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereAnak Nakal

Anak Nakal


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T106A
Nara Sumber: 
Heman Elia, M.Psi.
Abstrak: 

Kita orangtua tidak bisa memberikan label nakal begitu saja kepada anak kita, karena adakalanya anak hanya menunjukkan keisengan atau juga karena dia seorang anak yang aktif bergerak. Kita orangtua harus berhati-hati memakai istilah nakal ini terhadap anak-anak kita.

MP3: 
3.50 MB
Ringkasan
Isi: 

Cap nakal atau label nakal sebaiknya tidak disebut untuk anak, ada beberapa alasan yaitu:

  1. Karena kita tidak tahu apakah benar secara sengaja anak melakukan pelanggaran dan secara terus-menerus sedang memanipulasi kita, kecuali kalau kita memang sungguh-sungguh mengetahui bahwa anak sedang memanipulasi. Itu pun yang kita lakukan bukan memberikan cap tetapi kita melakukan tindakan-tindakan untuk menghentikan tingkah laku mereka.

  2. Karena label nakal ini tidak jelas menunjukkan suatu perilaku tertentu, sehingga anak tidak tahu perilaku apa yang harus dikoreksi dsb. Label nakal tidak akan banyak mengubah tingkah laku anak menjadi lebih baik.

  3. Ketika kita memberi label kepada anak, label ini dipakai sebagai suatu cap anak itu sendiri terhadap dirinya. Hukum perilaku ada kecenderungan, kalau saya menganggap diri saya itu nakal saya akan berperilaku sesuai dengan julukan saya yaitu nakal. Jadi ada kemungkinan anak semakin berperilaku bandel dan banyak melanggar peraturan.

Penyebab anak menjadi nakal:

  1. Orang tua yang tidak harmonis, yang menyebabkan orang tua ini menghukum anak secara sewenang-wenang. Akibatnya anak banyak menderita luka batin, mereka merasa frustrasi dan dalam kondisi ini akan menyebabkan pemberontakan yang hebat dari anak.

  2. Karena kebutuhan emosi dan psikologis utamanya tidak terpenuhi. Misalnya kebutuhan akan kasih dan perhatian dari orang tua, kebutuhan untuk rasa aman atau merasa terlindungi oleh orang tua, kebutuhan untuk mandiri dan hal-hal ini tidak terpenuhi.

  3. Orang tua kurang tegas kalau anak melakukan pelanggaran, banyak dibiarkan atau malah orang tua ikut tertawa karena merasa lucu.

  4. Orang tua yang selalu mengikuti kemauan anaknya, sehingga sewaktu tidak bisa memenuhi kemauan anak, anak menjadi marah dan melakukan kenakalan-kenakalan.

Yang harus kita lakukan sebagai orang tua untuk menghadapi anak yang nakal:

  1. Kita mengusahakan untuk menciptakan keluarga yang harmonis.

  2. Orang tua berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan emosional anak yang utama.

  3. Bersikap tegas kepada anak dan didik mereka secara wajar sesuai dengan ajaran firman Tuhan.

Sebagai orang tua kita perlu introspeksi diri dulu sebelum menuduh anak kita nakal, yaitu apa yang menyebabkan anak menjadi nakal.

Amsal 29 : 17, "Didiklah anakmu maka ia akan memberi ketenteraman kepadamu dan mendatangkan sukacita padamu.