Selamat Datang |
Follow us on :

You are hereEunike

Eunike


Eunike

Guru dan Murid Sekaligus

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Pernikahan tidak untuk semua orang. Saya mengat-amati bahwa ada karakteristik tertentu yang menyulitkan kita untuk hidup dengan orang lain dan sudah tentu, karakteristik seperti ini akan pula menghalangi kita hidup rukun dengan pasangan kita. salah satu karakteristik yang mutlak diperlukan dalam pernikahan ialah sikap fleksibel.

Pernikahan tidak untuk semua orang. Saya mengat-amati bahwa ada karakteristik tertentu yang menyulitkan kita untuk hidup dengan orang lain dan sudah tentu, karakteristik seperti ini akan pula menghalangi kita hidup rukun dengan pasangan kita. salah satu karakteristik yang mutlak diperlukan dalam pernikahan ialah sikap fleksibel.

Sikap fleksibel bukan berarti tidak mempunyai pendirian atau menurut saja. sikap fleksibel merupakan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa harus kehilangan dirinya sendiri. Orang yang fleksibel adalah orang yang dapat membedakan antara pendirian dan gaya hidup. Dengan kata lain, orang yang fleksibel adalah orang yang tahu membedakan antara hal-hal yang hakiki dan hal-hal yang sepele. Pendirian menyangkut nilai moral rohani sedangkan gaya hidup merupakan kebiasaan yang kita pelajari dari lingkungan.

Tanggung Jawab yang Terlupakan

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Membagi tanggung jawab dalam pernikahan mencakup banyak aspek dan yang termudah di antaranya adalah tanggung jawab yang bersifat kasatmata. Bagian yang sulit adalah membagi tanggung jawab untuk hal-hal yang tidak kasatmata namun jelas di mata.

Salah satu cara memandang pernikahan ialah melihanya sebagai suaru transaks. Transaksi adalah suatu pertukaran, baik itu jasa maupun bena. Pernikahan dapat dilihat sebagai transaksi sebab masing-masing pihak, istri atau suami, diharapkan untuk memberi dan mengharapkan untuk menerima sesuatu dari pasangannya. Sebenarnya, bukan saja kita mengharapkan; sesungguhnya, kitapun menuntut pasangan kita untuk memberikan yang kita harapkan itu. Dengan kata lain, kita menuntut tanggung jawabnya untuk melunasi bagian dari transaksi yang kita sebut, pernikahan.

Ibadah Keluarga yang Menyenangkan

Penulis: 
Heman Elia, M.Psi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Mendengar kata ibadah, kebanyak orang menghubungkannya dengan ritual formal yang kaku, membosankan, dan tidak menarik. Karena itu, banyak keluarga yang sekalipun menyebut dirinya keluarga Kristen, jarang atau bahkan tidak pernah melakukan persekutuan dalam keluarganya sendiri. Padahal ibadah keluarga dapat menjadi saat-saat yang menyenangkan dan paling dinantikan oleh anak-anak kita.

Mendengar kata ibadah, kebanyak orang menghubungkannya dengan ritual formal yang kaku, membosankan, dan tidak menarik. Karena itu, banyak keluarga yang sekalipun menyebut dirinya keluarga Kristen, jarang atau bahkan tidak pernah melakukan persekutuan dalam keluarganya sendiri. Padahal ibadah keluarga dapat menjadi saat-saat yang menyenangkan dan paling dinantikan oleh anak-anak kita.

Keluarga adalah sesuatu yang berharga bagi Allah.

Ibu dan Dunianya; Kerja Paro Waktu: Salah Satu Alternatif?

Penulis: 
Ev. Anne Kartawijaya, M.Div
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Bagi beberapa ibu yang aktif dan energik, terus menerus diam di rumah merupakan hal yang menjemukan dan terkadang membuat suasana rimah tangga menjadi tidak sehat. Beberapa ibu memilih untuk bekerja paro waktu.

Bagi beberapa ibu yang aktif dan energik, terus menerus diam di rumah merupakan hal yang menjemukan dan terkadang membuat suasana rimah tangga menjadi tidak sehat. Beberapa ibu memilih untuk bekerja paro waktu. Ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum kita memutuskan kerja paro waktu:

Jarak Lokasi Kerja

Suasana di Jakarta sangat berbeda dengan suasana di kota-kota lain. Harus dipikirkab berapa banyakkah waktu yang tersita di jalan dan berapa banyakkah waktu yang dipakai untuk bekerja. Seringkali bekerja paro wakti di kantor menjadi tidak efektif karena masalah lalu lintas kota Jakarta. Jikalau kota di mana tempat anda tinggal sesibuk kota Jakarta, pikirkanlah hal ini. Sebaiknya kita memilih lokasi kerja yang tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga waktu Anda tidak terbuang percuma. Lokasi yang dekat juga menolong Anda untuk segera pulang jikalau anak mendadak membutuhkan kehadiran anda secepatnya.

Ibu Muda

Penulis: 
Temple Bailey
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Seorang ibu muda melangkahkan kakinya di atas jalan hidupnya. "Apakah jalan ini panjang?", ia bertanya. Pemandu jalan menjawab: "Ya!, dan jalan ini sulit. Kamu akan menjadi tua sebelum mencapai akhir dari perjalanan ini. Tetapi, akhir dari jalan ini jauh lebih baik daripada awal dari jalan ini."

Seorang ibu muda melangkahkan kakinya di atas jalan hidupnya. "Apakah jalan ini panjang?", ia bertanya. Pemandu jalan menjawab: "Ya!, dan jalan ini sulit. Kamu akan menjadi tua sebelum mencapai akhir dari perjalanan ini. Tetapi, akhir dari jalan ini jauh lebih baik daripada awal dari jalan ini."

Tapi ibu muda ini berbahagia, dan ia tidak akan percaya bahwa segala sesuatu akan lebih baik daripada tahun-tahun yang sudah dilewatinya. Maka, ia bermain dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga sepanjang jalan, memandikan mereka dengan air sungai yang jernih, dan sinar matahari menyiramkan kehangatannya ke atas mereka..... hidup begitu indah, dan ibu muda ini berteriak, "tidak ada sesuatupun yang jauh lebih indah daripada hal ini."

Keluarga yang Berprioritas

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Prioritas adalah hal-hal yang kita utamakan atau dahulukan; dengan kata lain, prioritas merupakan cerminan nilai hidup akan hal-hal yang kita anggap penting.

Pada masa saya berkuliah dulu, seorang dosen saya pernah bersaksi bahwa sewaktu ia bersekolah di seminari, ia berkomitmen untuk mendahulukan keluarganya di atas tuntutan kuliahnya. Ia berkeyakinan, komitmen itulah yang telah menolong keluarganya lolos dari masa perkuliahannya dengan tidak babak-belur. Nasihat itu saya camkan baik-baik dan saya terapkan tatkala saya menyelesaikan kuliah saya. Selama 6 tahun Santy memberi dukungan kepada saya yang berkuliah, berkeluarga, bekerja penuh waktu dan melayani di gereja. Bukan masa yang mudah namun bisa dilewati dengan pertolongan Tuhan dan adanya prioritas yang benar. Pada akhirnya bukan saja kami sanggup melalui masa yang penuh kesibukan itu, kami pun dapat melihat ke kurun itu sebagai masa yang penuh kenangan indah.

Makna Ayah bagi Anaknya

Penulis: 
Heman Elia, M.Psi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Benarkah soal anak adalah urusan ibu? Bila ayah juga mempunyai peran dalam mendidik anaknya, apakah fungsi yang harus dijalankannya? Adakah dampaknya bila anak tidak memperoleh pengasuhan dari pihak ayah?

Suatu hari Ami yang berusia lima tahun bertanya kepada ibunya, Leni, "Kenapa sih mama harus punya papa? Mama kan bisa kerja sendiri dan melahirkan anak?" Pertanyaan Ami yang tampaknya kekanak-kanakan namun bermaksa sangat mendalam ini menyentak Leni dan membuatnya tercenung agak lama. Leni sama sekali tidak menyangka Ami yang masih belia dapat mengajukan pertanyaan tajam semacam ini.

Kurang lebih sang ibu tahu apa yang ada dalam benak Ami. Ya, kenapa harus ada papa? Selama ini toh Ami dan mama dapat hidup berdikari tanpa ayah. Ayah bagi Ami tidak lebih dari sekadar seorang tamu yang kadang-kadang justru mengganggu keintiman relasi Ami dengan ibunya.

Makna dibalik Uang Jajan

Penulis: 
Dra. Liena Suwito
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Tidak dapat disangkal bahwa masalah keuangan merupakan salah satu sumber paling potensial dalam memicu perselisihan dan pertengkaran di dalam keluarga. Perselisihan muncul bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti sikap yang berbeda terhadap uang dan cara pengelolaan yang berbeda pula, selain juga karena kurangnya pemahaman dan kemampuan di dalam pengelolaan akibat kurangnya latihan.

Tidak dapat disangkal bahwa masalah keuangan merupakan salah satu sumber paling potensial dalam memicu perselisihan dan pertengkaran di dalam keluarga. Perselisihan muncul bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti sikap yang berbeda terhadap uang dan cara pengelolaan yang berbeda pula, selain juga karena kurangnya pemahaman dan kemampuan di dalam pengelolaan akibat kurangnya latihan.

Menurut Larry Burkett dalam bukunya "Mengatur Keuangan Dengan Bijak", orangtua perlu membimbing anak-anaknya agar mempunyai sikap yang benar terhadap uang. Anak-anak juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan prinsip-prinsip dasar mengenai keuangan dan cara-cara pengelolaannya agar mereka tidak berorientasi pada materi.

1001 Akal Membantu Anak Belajar

Penulis: 
Ev. Anne Kartawijaya, M.Div
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Anak kita memiliki ciri perkembangannya yang khas dalam belajar pada tiap masa kehidupannya. Sebagai orangtua, kita dapat menjadi penolong yang jauh lebih efektif bila kita memahami apa yang dibutuhkan anak kita sesuai dengan masa pertumbuhannya

Anak kita memiliki ciri perkembangannya yang khas dalam belajar pada tiap masa kehidupannya.

Sebagai orangtua, kita dapat menjadi penolong yang jauh lebih efektif bila kita memahami apa yang dibutuhkan anak kita sesuai dengan masa pertumbuhannya. Berikut akan kami sampaikan beberapa hal yang dapat kita lakukan agar anak-anak kita dapat menguasai keterampilan belajar secara lebih optimal. Pada saat yang sama, kita pun dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Dalam banyak hal, karena kurangnya pemahaman, banyak orangtua tanpa disadari justru menghambat tumbuhnya keterampilan belajar pada anak-anaknya.

Membantu Anak Memahami Makna Kematian

Penulis: 
Heman Elia, M.Psi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Meskipun ada banyak konsep tentang kematian yang perlu anak mengerti, kita tidak boleh tergoda untuk menjelaskan semuanya sekaligus. Usia perkembangan anak mempengaruhi berapa banyak informasi yang dapat diserapnya. Selain itu, penjelasan yang panjang akan membuat anak semakin bingung dan membangkitkan pertanyaan lain yang kita sendiri sulit menjawabnya. Jadi, lebih bijaksana kita memberikan jawaban singkat dan langsung tertuju pada apa yang ditanyakan anak kita.

Betapa paniknya Atik dan adiknya Edo menyaksikan marmut mereka mati. Setiap pagi ibu mereka menjemur sejenak marmut kesayangan ini bersama kandanya di taman berumput agar makin sehat. Hari itu, ketika keluar rumah, sang ibu rupanya lupa memasukkan marmut ini ke tempat yang lebih teduh. Akibatnya, marmut kepanasan dan akhirnya mati.

Atik dan Edo pun berdebat mengenai apa yang harus mereka lakukan atas marmut yang sudah tidak bergerak dengan tubuh kaku itu. Mereka membawa bangkai marmut ke sana ke mari dan akhirnya memaksa ibu membawa serta marmut ke dokter. Ketika ibu berusaha membuang bangkai marmut, Atik dan Edo menjerit dan menangis. Mereka tidak habis mengerti mengapa marmut yang lucu itu harus dibuang. Mereka sangat sedih ketika mereka harus berpisah dengan sang marmut. Kejengkelan mereka terbangkit karena ibu seolah tidak berbuat banyak untuk membuat sang marmut bergerak kembali.