Pdt. Dr. Paul Gunadi
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Kasus-kasus Khusus Dalam Berpacaran
Semua orang tua dan semua pasangan pastilah berharap bahwa masa berpacaran akan berlangsung secara mulus sampai pada bangku pelaminan. Namun, pada kenyataan tidaklah selalu demikian.Kadang ada saja masalah yang timbul yang memerlukan perhatian dan tindakan khusus.Berikut dipaparkan beberapa kasus yang membutuhkan perhatian khusus, salah satunya adalah Long Distance Relationship.
Perlunya Kesiapan Dalam Berpacaran
Kita dapat melewati fase ketertarikan dan mendapatkan banyak kecocokan dalam masa berpacaran, namun bila kita tidak memiliki kesiapan untuk menikah, tidak seharusnya kita menikah. Berikut ini ada beberapa hal yang termaktub di dalam aspek kesiapan, yaitu kesiapan batiniah, emosional, dan jasmaniah.
Berpacaran Perhatikan Kecocokan II
Kendati ada pelbagai penyebab mengapakah pernikahan berakhir di usia dini, namun mungkin sekali penyebab utamanya adalah karena KURANGNYA PERSIAPAN. Ada banyak pasangan muda yang memasuki pernikahan tanpa mengetahui--apalagi menyelesaikan--tugas berpacaran. Salah satu fase yang harus ditempuh dalam proses berpacaran adalah memperhatikan kecocokan, baik kecocokan nilai maupun kecocokan kepribadian.
Berpacaran Perhatikan Kecocokan I
Kendati ada pelbagai penyebab mengapakah pernikahan berakhir di usia dini, namun mungkin sekali penyebab utamanya adalah karena KURANGNYA PERSIAPAN. Ada banyak pasangan muda yang memasuki pernikahan tanpa mengetahui--apalagi menyelesaikan--tugas berpacaran. Salah satu fase yang harus ditempuh dalam proses berpacaran adalah memperhatikan kecocokan, baik kecocokan nilai maupun kecocokan kepribadian.
Tugas Dalam Berpacaran II
Satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah angka perceraian di masa sekarang jauh melampaui masa sebelumnya.Yang memprihatinkan adalah, perceraian tidak saja menerpa pasangan paro-baya tetapi juga pasangan muda, yang usia pernikahannya masih di bawah lima tahun. Kendati ada pelbagai penyebab mengapakah pernikahan berakhir di usia dini, namun mungkin sekali penyebab utamanya adalah karena KURANGNYA PERSIAPAN. Berikut ini akan dibahas dua tugas atau fase dalam berpacaran yang mesti diperhatikan dengan saksama guna membangun relasi nikah yang kuat, yaitu fase ketertarikan dan fase kecocokan.
Pengaruh Keluarga Asal
Salah satu hal yang mesti disadari dalam membangun pernikahan adalah pengaruh keluarga-- di mana kita lahir dan dibesarkan--pada pernikahan kita sekarang. Sudah tentu pada prinsipnya makin sehat latar belakang kita, makin besar kemungkinan kita akan berelasi secara sehat pula dengan pasangan.Berikutakan diuraikan pengaruh keluarga asal pada relasi nikah kita sekarang dan apa yang seharusnya kita perbuat untuk mengurangi dampak negatifnya.
Interaksi Tidak Sehat Dalam Pernikahan
Ada banyak hal yang dapat menimbulkan pertengkaran dalam pernikahan, salah satunya adalah cara kita berinteraksi satu sama lain. Dengan kata lain, masalah utamanya bukanlah perbedaan pendapat melainkan cara kita menyampaikan pendapat. Itu sebab penting bagi kita untuk belajar mengungkapkan pendapat secara sehat. Berikut akan dipaparkan beberapa cara tidak sehat dalam berinteraksi dan bagaimana mengubahnya.
Masalah Dalam Pelayanan
Salah satu keluhan yang kadang terlontar dari mulut kita yang terlibat dalam pelayanan adalah begitu banyaknya masalah yang mesti dihadapi. Ya, memang banyak masalah timbul dalam pelayanan. Setidaknya kita dapat menggolongkan semua masalah pelayanan ke dalam tiga abstrak yaitu masalah (a) relasi, (b) moral dan (c) uang. Marilah kita melihatnya dan membicarakan cara untuk mengatasinya.
Tepat Sasaran Dalam Pelayanan
Salah satu perbedaan mencolok antara kita dan Tuhan berkaitan dengan hal nilai.Apa yang kita nilai penting belum tentu penting di mata Tuhan, begitu pula sebaliknya. Itu sebabnya di dalam pelayanan kadang kita salah sasaran karena apa yang kita nilai penting ternyata tidak penting dan sebaliknya, apa yang kita nilai tidak penting ternyata penting di hadapan Tuhan. Kita mesti menyelaraskan persepsi tentang apa yang penting supaya kita dapat melayani Tuhan tepat sasaran.
Mengapa Anak Saya Berbeda?
Tidak ada orang tua yang mengharapkan anaknya lain sendiri. Semua orang tua mengharapkan anaknya untuk sama seperti anak lainnya agar dapat diterima dengan baik. Namun tidak selalu Tuhan memberikan kepada kita anak yang sama dengan anak lainnya. Kadang Ia justru memberikan kepada kita anak yang berbeda dari anak-anak lain pada umumnya. Misalkan, ada anak yang sukar mengikuti pelajaran sekolah atau ada anak yang mempunyai keterbelakangan mental.Bagaimanakah sebaiknya orang tua menyikapi hal ini?