Pdt. Dr. Paul Gunadi
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sikap Bijaksana Membesarkan Anak
Tidak ada orang tua yang tidak menaruh pengharapan pada anak. Pada masa kecil kita berharap anak akan bertumbuh sehat, dapat bersekolah dan menoreh prestasi yang baik. Saat ia besar kita berharap bahwa ia akan bertemu dengan pasangan hidup yang sesuai dan membangun keluarga serta mendapatkan pekerjaan yang baik. Namun pada kenyataannya anak tidak selalu bertumbuh selancar itu.Kita mungkin tidak siap dan kecewa.Itu sebab penting bagi kita sebagai orang tua untuk mempunyai sikap yang bijak dalam membesarkan anak. Berikut akan dibagikan beberapa sikap yang sesuai dengan prinsip Alkitab.
Aborsi
Ada banyak alasan mengapa orang melakukan aborsi namun salah satu alasan yang paling umum adalah ketidaksiapan mempunyai anak. Apa pun posisi kita tentang aborsi, pada umumnya kita mendasari pandangan itu pada status kehidupan si anak dalam kandungan. Sudah tentu hal ini tidak salah namun sesungguhnya kita pun mesti menyoroti masalah aborsi dari sudut rencana Allah dalam hidup kita.
Melayani Pelaku Aborsi
Kita semua orang berdosa. Kabar Baik atau Injil adalah Tuhan telah datang untuk orang berdosa dan mati untuk menebus dosa manusia. Sama seperti kita, pelaku aborsi adalah orang berdosa dan sama seperti kita, mereka pun membutuhkan pelayanan kasih karunia. Untuk kita bisa memberikan pelayanan kasih karunia, sebelumnya kita harus tahu dengan jelas siapakah pelaku aborsi tersebut, kemudian pelayanan seperti apa yang bisa kita berikan sehingga pelayanan kita bisa tepat guna dan menjadi berkat untuk para pelaku aborsi.
Menabur Penghargaan Menuai Cinta
Cinta itu jauh lebih luas daripada penghargaan namun penghargaan itu dapat menjadi wujud nyata dari cinta kasih. Dan semakin besar penghargaan yang kita berikan makin besar kemungkinan cinta kasih itu tetap berjalan.
Menjahit Relasi dengan Remaja
Seringkali menjadi keluahan dari banyak orang tua yaitu sulit sekali menjalin suatu relasi dengan remaja karena suka melawan, banyak tanya dsb. Apa yang harus dilakukan orang tua untuk bisa berelasi baik dengan remaja?
Mencabut Duri Pernikahan
Firman Tuhan mengajarkan kepada wanita untuk tunduk kepada suami dan mewajibkan suami untuk mengasihi istrinya (Efesus 5:21-25). Bagian ini membahas mengenai duri, duri merupakan konflik dalam pernikahan maka cabutlah duri selagi masih kecil; jangan biarkan duri menusuk makin dalam sehingga pada akhirnya susah dikeluarkan dari daging.
Mencari-cari Diri
Sebetulnya siapakah saya? pertanyaan ini kerap kali muncul dalam benak kita, dikarenakan kita hidup dalam keluarga yang sarat akan tuntutan dan kita kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri. Kita kehilangan diri karena kita selalu melakukan apa yang orang lain inginkan, apa yang orang lain katakan atau apa yang orang lain harapkan atas diri kita. Bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan diri secara utuh tanpa bergantung kepada orang lain?
Sendiri namun Produktif
Hidup ini tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan kita. Sendiri namun masih bisa produktif dalam pengertian kita tidak harus hidup untuk diri kita, kita masih bisa hidup untuk orang lain, kelompok kita dan sudah tentu untuk Tuhan. Alkitab pun menjelaskan tentang banyak tokoh yang luar biasa hidup sendiri.
Kecanduan Pornografi
Dengan bertambah canggihnya teknologi informasi dan komunikasi, makin terbuka lebar pula celah untuk merambah ke wilayah pornografi. Sebagai akibatnya makin bertambah banyak jumlah orang yang mengakses ke situs pornografi dan akhirnya terikat dengannya. Keterikatan ini akhirnya menjadi kecanduan yang tidak mudah dilepaskan. Mungkinkah orang yang sudah kecanduan pornografi ini bisa lepas? Dan bagaimana caranya?
Ketergantungan Remaja pada Obat-obatan
Buah dari masalah yang beredar di masyarakat yaitu mulai pecahnya atau rapuhnya pernikahan atau keluarga. Dan hal ini lahir dari system dari keluarga yang bermasalah. Dalam materi ini juga dijelaskan tentang jenis-jenis obat yang biasa dipakai.