Pdt. Dr. Paul Gunadi
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Pasangan yang Berfungsi Secara Tidak Efektif
Menghadapi pasangan yang hidup secara tidak efektif memaksa kita untuk hidup bijak dan berhati-hati. Secara finansial, kita harus selalu menyisihkan uang dan mengamankannya, bukan untuk diri sendiri tapi untuk masa depan anak-anak. Berkaitan dengan pergaulan, kita pun terpaksa membatasi ruang geraknya dalam lingkup pergaulan kita karena kita tidak mau ia merusakkan hubungan kita dengan teman atau sanak saudara kita.
Pasangan Beremosi Tinggi
Pada umumnya kita beranggapan bahwa masalah pernikahan disebabkan oleh kedua belah pihak: suami dan istri. Namun kenyataannya lebih banyak masalah pernikahan ditimbulkan oleh satu pihak saja. Acapkali orang yang beremosi tinggi adalah orang yang TIDAK KONSISTEN dan tidak mudah menghadapinya. Bagaimana jalan keluarnya? Ada dua cara yaitu membiarkan dan berusaha menyesuaikan dengan kehendaknya, sampai kita tidak sanggup lagi. Kemudian kita mengatakan bahwa kita sudah terlalu letih dan tidak sanggup lagi.
Keluarga Bahagia, Adakah?
Keluarga bahagia itu ADA! Memang tidak ada keluarga yang sempurna, tetapi ada banyak keluarga yang bahagia. Kabar baik, bukan? Berikut akan dipaparkan beberapa ciri atau tanda bahagia.
Pengaruh Relasi Anak-Orangtua Pada Pernikahan Anak
Di antara semua relasi, mungkin terpenting adalah relasi anak dan orangtua. Bukan saja relasi ini berdampak pada perkembangan jiwa anak, relasi ini pun berdampak pada relasi anak dan keluarganya kelak. Berikut ini akan dipaparkan dampak relasi anak dan orangtua pada relasi anak dan keluarganya serta saran bagaimana mengurangi dampak negatifnya
Mengapa Anak Enggan Hidup Dekat Dengan Orangtua
Semakin tua semakin kita membutuhkan anak, entah karena kesepian di usia tua atau juga karena penyakit yang kerap melanda orang-orang tua. Namun tidak semua anak mau hidup dekat-dekat orangtuanya. Kenapa?
Ketika Pasangan Mengancam Cerai
Ternyata ada beberapa penyebab mengapa pasangan mengancam bercerai dan setiap penyebab menuntut reaksi yang tepat. Pada dasarnya kita tidak bisa memastikan masa depan pernikahan sebab ibarat dua kaki, pernikahan pun menuntut kerja sama dua kaki untuk berjalan. Kita perlu senantiasa menyandarkan pernikahan kita pada Tuhan.
Ketika Tuhan Belum Mengaruniakan Anak
Tidak semua pasangan langsung memiliki anak setelah mereka menikah, ada yang harus menunggu begitu lama dan mengusahakan banyak cara untuk bisa hamil. Kenyataan ini berat. Walau begitu, kita mesti melihat hidup tanpa anak sebagai rencana tuhan yang utuh, bukan sebagai suatu kesalahan atau kekurangan
Terjepit Diantara Dua Anak Yang Bertikai
Sebagai orangtua, kita tentu rindu anak-anak kita hidup dengan rukun, saling menyayangi satu sama lain. Namun bila pada akhirnya harapan itu tak terjadi, kita malah terjepit diantara anak-anak yang bertikai, kita haruslah bersikap tegas. Kita terus melanjutkan hidup sambil mengingatkan mereka tentang firman Tuhan.
Tantangan Berat Di Hari Tua
Kebanyakan kita berharap bahwa setelah berjerih payah pada masa muda, kita akan dapat menikmati hidup pada masa tua. Namun kadang harapan tidak kunjung menjadi kenyataan, sebaliknya, kita malah harus memikul beban yang justru lebih berat daripada beban yang kita pikul di masa muda. Beban ekonomi dan masalah anak turut menjadi beban bagi orangtua di masa tuanya.
Buruk Muka, Cermin Dibelah
Berikut akan dibahas tentang orang yang cenderung menyalahkan orang dan menolak melihat, apalagi mengakui kesalahan sendiri. Kendati perilaku luarnya sama, namun sesungguhnya penyebab dan motivasi mengapa kita mengembangkan kepribadian “buruk muka cermin dibelah” beragam