Strategi Pelayanan Yesus

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T583A
Nara Sumber: 
Ev. Sindunata Kurniawan, M.K.,M.Phil.
Abstrak: 
Mengembangkan pemimpin yang akan menjadi sebuah gerakan, memusatkan perhatian pada kualitas yang akan menghasilkan kuantitas yang berkualitas, 8 prinsip pelayanan Tuhan Yesus yaitu pemilihan, persekutuan, penyerahan diri, pemberdayaan, percontohan, penugasan, pendampingan dan pelipatgandaan.
Audio
MP3: 
Play Audio: 


Ringkasan

dpo. Ev. Sindunata Kurniawan, M.K., M.Phil.

Tuhan Yesus menjadi Juruselamat, melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Ia memulai gerakan yang akan membawa keselamatan tersebut ke seluruh dunia, melalui kehidupan dan mandat-Nya. Ia menjalankan pelayanan-Nya secara terarah dan terpadu: "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya" (Yohanes 17:4). Sebelum naik ke surga, Ia memberi mandat untuk melanjutkan dan menggenapi karya yang dimulai-Nya: "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yohanes 20:21).

Bersumber dari buku terjemahan Rencana Agung Penginjilan, Robert Coleman, Penerbit Kalam Hidup Bandung, ada 8 Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus.

  1. Pemilihan (Selection),
  2. Persekutuan (Association),
  3. Penyerahan Diri (Consecration),
  4. Pemberdayaan (Impartation),
  5. Percontohan (Demonstration),
  6. Penugasan (Delegation),
  7. Pendampingan (Supervision),
  8. Pelipatgandaan (Reproduction)

1.Pemilihan: Pribadi-Pribadi adalah Metode dan Prioritas-Nya

Pelayanan Tuhan Yesus dimulai dengan memanggil beberapa orang untuk mengikuti Dia. Perhatiannya bukan pada program untuk menjangkau orang banyak, melainkan pada pribadi yang akan diikuti orang banyak. Yesus mencurahkan sebagian besar waktu-Nya untuk menolong murid-murid yang telah dipilih-Nya. Selain memilih Ia juga membatasi jumlah anggota kelompok agar dapat melayani mereka dengan efektif.

Yesus Tidak Melalaikan Orang Banyak

Tuhan Yesus melakukan segala yang diperlukan untuk menjangkau orang banyak. Mengidentifikasikan diri dengan gerakan kebangunan rohani massa Yohanes. Terus berkhotbah, mengajar, dan melayani orang banyak, kadang sampai "makan pun Ia tidak sempat" (Markus 6:31). Memberi makan, menyembuhkan, mengusir setan; Memberkati anak-anak mereka; dan sebagainya. Menunjukkan perhatian yang sejati kepada orang banyak lewat mengasihi, menangisi, hidup dan mati bagi keselamatan mereka. Banyak yang menyambut pelayanan-Nya, namun tidak banyak yang benar-benar memahami Injil. Mungkin pengikut yang setia sampai akhir pelayanan-Nya hanya 500 (1Korintus 15:6) dan yang tetap tinggal di Yerusalem 120 orang (Kisah 1:15). Tuhan Yesus secara sengaja memusatkan hidup-Nya pada beberapa orang saja, meski Dia datang untuk menyelamatkan seluruh dunia.

Strategi Tuhan Yesus

Tujuan: Mengembangkan pemimpin yang akan menjadi sebuah gerakan (Kerajaan Allah); bukan menarik banyak pengikut yang akan menjadi khalayak ramai yang nota bene mudah beralih.

Realistis: Orang banyak siap mengikuti Dia, tetapi untuk dapat bertumbuh dewasa mereka harus dibimbing secara pribadi. Seorang diri Yesus tidak mungkin sepenuhnya mendampingi mereka semua.

Strategi: Memusatkan perhatian untuk menghasilkan kualitas, yang kemudian akan menghasilkan kuantitas yang berkualitas.

Penambahan versus Pelipatgandaan

Th 1 100 2

Th 2 200 4

Th 3 300 8

Th 4 400 16

Th 5 500 32

Th 6 600 64

Th 7 700 128

Th 8 800 256

Th 9 900 512

Th 10 1.000 1.024

Th 11 1.100 2.048

. . . .

Th 25 2.500 33.554.43

2.Persekutuan: Yesus Berada Dekat dengan Murid-Murid-Nya

Setelah memanggil murid-muridnya, Tuhan Yesus tinggal bersama mereka. Inti pemuridan Tuhan Yesus: mendekatkan para murid kepada Diri-Nya agar memberi kesempatan pada mereka untuk meneladani cara hidup dan pengajaran-Nya. Prinsip tindak lanjut melalui persekutuan pribadi ini sangat penting, sangat sederhana, sangat sering diabaikan. Cara ini memakan waktu, menuntut perhatian, rentan terhadap ‘gangguan’.

3.Penyerahan Diri: Yesus Menghendaki Ketaatan Murid-murid-Nya

Tuhan Yesus pertama mengundang murid-murid-Nya untuk mengikut Dia, kemudian meminta mereka untuk menaati Dia dalam penyerahan diri yang mutlak berdasarkan kepercayaan mereka pada-Nya. Ia menghendaki murid-murid yang taat dan setia. Ia tidak memaksa murid-murid-Nya untuk tetap tinggal bersama Dia. Mereka yang tidak berani memenuhi tuntutan-Nya akan mengundurkan diri.

4.Pemberdayaan: Mengalirkan Hidup-Nya kepada Murid-murid-Nya

Tuhan Yesus memberikan kepada murid-murid-Nya apa yang telah diberikan Bapa kepada-Nya (Yoh. 15:15;17:4,8,14)—kasih, kuasa, kekudusan, hati bagi dunia, dan lain-lain, dan kemudian para murid kepada orang-orang lain yang mereka muridkan. Tuhan Yesus mengajar dan menghubungkan murid-murid-Nya dengan Roh Kudus. Pertobatan, pertumbuhan dan pelayanan adalah semata-mata pekerjaan Roh Kudus. Kewajiban murid-murid adalah menyerahkan diri untuk dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus.

5 - 7.Yesus Memberi Percontohan (Teladan), Penugasan, dan Pendampingan

Tuhan Yesus senantiasa melatih murid-murid-Nya agar pada suatu ketika mereka dapat mengambil alih pekerjaan-Nya, yaitu untuk memberitakan keselamatan dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Ia senantiasa mendorong murid-murid-Nya ke tujuan yang Ia tetapkan.

8.Pelipatgandaan: Yesus Menghendaki Murid-murid-Nya Melipatgandakan Diri

Ia menghendaki para murid menjadi serupa dengan Dia dan menjadikan orang lain serupa dengan Dia. Pelipatgandaan ini terus mengembang kepada semakin banyak orang. Kerajaan Allah seperti biji sesawi: dimulai dengan yang tampaknya kecil tetapi akan berkembang menjadi sangat besar. Seluruh strategi penginjilan-Nya, bahkan penggenapan maksud kedatangan-Nya didasarkan pada ketaatan para murid yg telah dipilih-Nya untuk memuridkan. Amanat Agung Kristus kepada gereja-Nya: "jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Mat. 28:19). Artinya: murid-murid harus pergi ke seluruh dunia dan membawa orang-orang menjadi murid-murid Kristus, seperti mereka.

Menjadi dan Menjadikan Murid Kristus

Menghasilkan buah-buah rohani berarti menghasilkan kehidupan Kristus di dalam pribadi manusia:

Pertama-tama di dalam diri kita sendiri (menjadi murid Kristus), kemudian di dalam diri orang-orang lain (menjadikan murid Kristus). Sesungguhnya segala sesuatu yang dikatakan dan dilakukan Tuhan Yesus menunjukkan prinsip ini.

Penerapan Prinsip-Nya pada Masa Kini

Pemuridan atau pembimbingan pribadi berarti bahwa setiap petobat baru diberi seorang teman kristiani untuk membimbing dia sampai pada tahap di mana ia juga dapat membimbing orang lain. Pembimbing perlu bersekutu dengannya secara teratur dalam jangka waktu yang lama, mempelajari Alkitab dan berdoa bersama, menjawab pertanyaan-pertanyaan, menjelaskan kebenaran-kebenaran, dan bersama-sama menolong orang lain. Jika gereja tidak memunyai pembimbing-pembimbing demikian, maka gereja perlu meminta bantuan pemimpin-pemimpin untuk mendidik beberapa orang dalam tanggung jawab itu.

Saatnya Bertindak

Saatnya untuk mengubah fokus dari orang banyak ke orang yang akan diikuti orang banyak. Dari hasil cepat sesaat ke hasil berkelanjutan. Dari hidup untuk generasi sekarang ke hidup untuk generasi mendatang. Setiap orang harus mengambil keputusan di manakah dia menginginkan pelayanannya berhasil: di dalam penerimaan orang banyak yang penuh sorak-sorai tetapi bersifat sementara atau di dalam buah-buah kehidupannya yang tampak dalam beberapa orang pilihan yang akan meneruskan pekerjaannya setelah ia meninggal dunia.