Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi, di mana pun Anda berada. Anda kembali bersama kami dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga), acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen atau LBKK bekerjasama dengan radio kesayangan Anda ini. Saya Hendra akan berbincang-bincang dengan Bapak Penginjil Sindunata Kurniawan,M.K., beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling keluarga. Perbincangan kami kali ini tentang “Segitiga Cinta". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
H : Pak Sindu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan segitiga cinta yang menjadi tema kali ini, Pak ?
SK : Di dalam kita memahami cinta, kita bisa tertolong dengan penjelasan yang dibuat oleh seorang ahli yang bernama Bp. Robert Stainberg, penjelasan Stainberg ini disebut dengan model segitiga cinta. Disebut model segitiga cinta karena model ini menggambarkan bahwa cinta memiliki tiga komponen dasar yaitu keintiman, nafsu dan komitmen.
H : Lalu apa saja maksud dari komponen tersebut ?
SK : Yang pertama adalah keintiman atau bahasa Inggrisnya adalah ‘intimacy’ yaitu komponen afektif atau komponen emosi perasaan, yaitu kedekatan yang dirasakan oleh dua orang dan sekaligus merupakan kekuatan dari ikatan yang menahan bersama hubungan itu. Itu yang pertama. Komponen yang kedua adalah nafsu, terjemahan dari bahasa Inggris yaitu ‘passion’ adalah komponen yang bersifat lahiriah atau biologis yaitu dorongan untuk mendekat, menyatu atau memuaskan dorongan seksual. Komponen yang ketiga dari segitiga cinta ini adalah komitmen yaitu mewakili komponen kognitif atau komponen pertimbangan dan pikiran. Yaitu pertimbangan untuk mengambil keputusan mencintai, pertimbangan untuk mengambil keputusan ingin bersama dengan seseorang yang kemudian mereka mengikatkan diri dalam hubungan yang resmi serta memertahankan hubungan itu, itulah yang disebut dengan komitmen. Jadi kalau digambarkan, itu terjadi sebuah segitiga dimana ketiga komponen tadi keintiman, nafsu dan komitmen mewakili tiga sudut dari segitiga itu, maka lahirlah istilah segitiga cinta.
H : Menarik sekali bahwa disini Robert Stainberg menguraikan cinta menjadi bagian-bagian yang dapat dipisahkan, sesuatu yang tidak pernah muncul di pikiran saya, selama ini berpikir bahwa berbicara tentang cinta bersifat tunggal dan sekaligus tidak dapat dijelaskan.
SK : Memang penguraian dari Robert Stainberg ini menarik bagi kita semua yaitu merupakan sebuah pengamatan yang jeli, jadi Stainberg ini mengamati dengan jeli dan dia begitu bisa membantu kita untuk memahami apa itu cinta, bukankah bicara tentang cinta itu sesuatu yang melekat dalam hidup kita sebagai manusia, tapi sisi yang lain cinta itu terasa seperti misteri yaitu dekat, di satu sisi dekat, tapi sisi lain juga terasa tidak mudah atau bahkan cukup sulit untuk kita bisa menjelaskan apa itu cinta.
H : Dari tiga komponen cinta, apakah memunculkan pemahaman lain tentang cinta itu sendiri ?
SK : Benar Pak Hendra, dari segitiga cinta yang terdiri dari tiga komponen tadi yaitu keintiman, nafsu dan komitmen maka memunculkan tujuh jenis hubungan.
H : Menarik sekali, apa saja itu Pak Sindu ?
SK : Untuk menjelaskan ini coba saya ajak kita bisa membayangkan dalam benak kita, dalam pikiran kita ada sebuah segitiga dengan tiga sudutnya masing-masing. Coba bayangkan dalam benak kita segitiga itu memunyai tiga sudut yaitu sudut keintiman, sudut komitmen, sudut nafsu. Saya akan jelaskan lebih dulu jenis hubungan yang berada di masing-masing sudut segitiga tadi. Yang pertama yaitu adalah sudut keintiman, yakni yang dimaksud adalah adanya hubungan yang hanya memiliki komponen keintiman saja. Jadi disini tanpa ada unsur nafsu tanpa ada unsur komitmen, hanya keintiman saja. Hubungan yang hanya diwarnai dengan komponen keintiman ini disebut rasa suka atau dalam bahasa Inggris ‘Liking’. Jadi dalam hubungan yang bernama rasa suka ini bisa terjadi pertemanan antar dua orang, tapi pertemanan ini tidak ada sama sekali daya tarik seksual atau dorongan seksual. Juga tidak ada komitmen jangka panjang. Jadi ada rasa suka, rasa ingin dekat, ada rasa intim secara emosional tapi tanpa daya tarik seksual atau komitmen jangka panjang. Jadi hubungan pertemanan semacam ini sewaktu-waktu bisa ditinggalkan atau dihentikan karena memang tanpa komitmen.
H : Saya melihat jenis hubungan yang pertama ini yang disebut sebagai rasa suka, umum kita jalani dalam keseharian kita dalam hubungan pertemanan ?
SK : Tepat. Kita dalam keseharian bisa berteman baik dengan rekan yang sejenis maupun lawan jenis, bisa merasa dekat tanpa sedikit pun diwarnai ketertaikan seksual, namun setelah jangka waktu tertentu mungkin tiga bulan, enam bulan, satu tahun, pertemanan itu bisa terhenti atau terputuskan. Mungkin hubungan pertemanan itu putus karena pindah sekolah, melanjutkan ke jenjang SMA yang berbeda, satunya di sekolah yang ini dan teman yang lain di sekolah yang berbeda. Jadi akhirnya hubungan pertemanan itu terputuskan atau pindah pekerjaan, atau mungkin bahkan pindah kota atau mungkin juga hubungan pertemanan itu bisa putus karena ada konflik yang terasa tidak nyaman sehingga kita jadinya tidak mau ngobrol dan dekat dengan dia dan lebih baik putus saja hubungan itu. Itulah hubungan pertemanan yang tadi diistilahkan ada rasa suka dan hanya memiliki unsur keintiman saja, unsur keintiman emosional.
H : Kemudian bagaimana dengan sudut hubungan komitmen ?
SK : Jenis hubungan yang kedua yaitu memang berada di sudut komitmen yaitu hubungan yang hanya memiliki komponen komitmen saja, namanya adalah cinta kosong, ‘empty love’. Jadi di sini ada keputusan, ada komitmen, aku mau memertahankan hubungan ini, aku mau mencintai orang lain tapi hanya keputusan saja, keputusan yang bersifat pikiran kognitif saja tanpa sama sekali unsur keintiman emosional, tanpa keinginan ada rasa dekat, juga tanpa unsur ‘passion’ atau nafsu atau daya tarik seksual. Jadi dapat dikatakan ini cinta kosong artinya bentuk hubungan yang berjalan bisa langgeng karena unsurnya komitmen tapi kering secara emosional, maka ini diibaratkan seperti amplop tanpa surat.
H : Kalau boleh saya tambahkan seperti lagu tanpa melodi atau seperti rekening bank tanpa sesenpun rupiah di dalamnya.
SK : Tepat. Jadi ini satu kondisi yang ironis, ibaratnya kita mendapatkan amplop tanpa surat, lagu tanpa melodi, rekening bank tanpa sesenpun rupiah. Itu memang sesuatu yang ironis, makanya disebut cinta yang kosong yaitu cinta yang hanya punya satu unsur, komitmen saja.
H : Jenis hubungan yang ketiga itu bagaimana, Pak Sindu ?
SK : Jenis hubungan yang ketiga berada di sudut nafsu yaitu hubungan yang hanya memiliki nafsu saja, istilahnya dalam bahasa Inggris ‘infatuation’ kalau dalam bahasa Indonesia tergila-gila, cinta nafsu yaitu hubungan yang semata-mata digerakkan oleh daya tarik seksual atau dorongan seksual, hubungan yang penuh dengan gairah seksual dan hanya mengejar pemuasan seksual saja. Jadi disini memang yang disebut tergila-gila, cinta nafsu memang tidak ada sama sekali keintiman emosional, kedekatan secara emosi tidak ada. Tidak ada juga komitmen, sehingga dalam hubungan sejenis ini perasaan orang bisa merasa kosong, orang bisa akhirnya merasa dimanfaatkan, orang hanya ingin tubuhku saja, aku merasa diperalat, orang juga bisa merasa dikhianati dan samasekali merasa aku tidak dikasihi dan hanya dimanfaatkan, itu jenis hubungan ketiga cinta nafsu atau tergila-gila.
H : Terasa berbeda-beda sekali hubungan yang hanya memiliki satu komponen, baik itu komponen keintiman saja, komitmen saja, atau nafsu saja. Bagaimana dengan jenis-jenis hubungan yang lainnya, Pak Sindu ?
SK : Sekarang kita akan melihat jenis hubungan yang keempat, jenis hubungan yang keempat dan seterusnya merupakan gabungan dari dua komponen, tadi satu komponen dari tiga hubungan yang tadi. Sekarang mulai dari hubungan yang keempat kita akan melihat jenis hubungan yang merupakan gabungan dua komponen dari tiga komponen cinta. Jadi dalam hal ini, kita akan melihat jenis hubungan yang keempat yaitu yang berada, coba sekali lagi kita bayangkan gambar segitiga di benak kita, sekarang kita perhatikan sisi segitiga yang di antara sudut keintiman dan sudut komitmen. Jadi di sisi itu, garis dari segitiga itu. Jadi hubungan jenis keempat ini adalah hubungan yang memiliki gabungan antara komponen keintiman dan komponen komitmen, disebut cinta karib atau cinta persahabatan. Hubungan ini merupakan pertemanan yang bersifat jangka panjang karena memang ada komponen komitmen tidak hanya komponen keintiman, tetapi tidak ada komponen daya tarik atau dorongan seksual, jadi kembali dua komponen keintiman dan komitmen. Maka dalam hal ini kita bisa melihat berbeda dengan jenis hubungan yang hanya memiliki komponen keintiman yang namanya rasa suka tadi, kalau rasa suka tidak ada komitmen jadi hubungan pertemanan bisa sewaktu-waktu putus dengan gampangnya, tapi ini berbeda; cinta karib atau cinta persahabatan ada keintiman emosional tapi ada komitmen, sehingga hubungan ini lebih bersifat terpelihara dan langgeng.
H : Dan juga berbeda dengan ‘empty love’ tadi. Kalau saya renungkan sebenarnya inilah yang terjadi pada umumnya hubungan persahabatan baik di antara sesama pria atau pria dengan wanita sekalipun bukan hubungan sebagai sepasang kekasih atau pasangan hidup, bagaimana Pak ?
SK : Saya sependapat dengan yang diamati oleh Pak Hendra. Jadi memang yang selama ini dalam keseharian kita, kita satu dengan yang namanya persahabatan. Jadi namanya persahabatan levelnya itu lebih mendalam daripada pertemanan dan memang pada dasarnya persahabatan itu dihubungkan, diikatkan atau dieratkan oleh yang namanya cinta karib atau cinta persahabatan dimana ada komponen keintiman, ada komponen komitmen didalam hubungan persahabatan tersebut. Jadi komponen komitmen inilah yang membuat sekali pun pindah kota, sekali pun ada konflik yang cukup berat, hubungan tersebut tidak mudah diputuskan karena ada komitmen, sementara yang tanpa komitmen begitu sudah merasa bosan merasa sedikit tidak cocok maka ditinggalkan dan itulah yang tadi disebut pertemanan namanya rasa suka.
H : Pak Sindu, kalau cinta karib atau cinta persahabatan ini adalah jenis hubungan yang keempat lantas bagaimana jenis hubungan yang kelima ?
SK : Jenis hubungan yang kelima, coba kita bayangkan, itu berada di satu garis sisi segitiga di antara sudut komitmen dan sudut nafsu. Jadi jenis hubungan ini memunyai gabungan komponen nafsu dan komponen komitmen, namanya cinta bodoh atau cinta tanpa pengenalan.
H : Unik juga disebut cinta bodoh, ternyata memang ada yang disebut cinta bodoh, ternyata cinta juga membutuhkan pendidikan, supaya tidak disebut cinta bodoh.
SK : Gambaran yang tepat. Jadi yang disebut pendidikan oleh Pak Hendra adalah pengenalan yang membuat lahirnya keintiman emosional, komponen keintiman dis