Remaja dan Pergaulannya

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T441A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 
Salah satu gejala merusak yang mulai melanda kawula muda dewasa ini adalah pengiriman gambar porno lewat 'on-line', melalui alat komunikasi seperti komputer dan telepon genggam. Masalahnya adalah, bukan hanya gambar porno orang lain yang dikirimkan, tetapi juga gambar organ tubuh sendiri. Dampak dari perilaku ini sangat buruk, ada yang menyimpan gambar-gambar ini kemudian menyebarluaskannya di kalangan teman dan luar teman. Ada pula yang menjadikannya sebagai bahan untuk berfantasi seksual dan masturbasi. Dampak terberat adalah terjadinya hubungan seksual yang tidak jarang menghasilkan kehamilan di luar nikah. Apakah yang harus dilakukan orang tua dalam menyikapi masalah yang tengah menggejala ini?
Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan

Salah satu gejala merusak yang mulai melanda kawula muda dewasa ini adalah pengiriman gambar porno lewat on-line melalui alat komunikasi seperti komputer dan telepon genggam. Masalahnya adalah, bukan hanya gambar porno orang lain yang dikirimkan, tetapi juga gambar organ tubuh sendiri. Seperti dapat kita duga, pelaku utamanya adalah para remaja yang memang sedang berada dalam kondisi seksual yang prima. Dampak dari perilaku ini sangat buruk: Ada yang menyimpan gambar-gambar ini kemudian menyebarluaskannya di kalangan teman dan luar teman. Ada pula yang menjadikannya sebagai bahan untuk berfantasi seksual dan masturbasi. Dampak terberat adalah terjadinya hubungan seksual akibat tingginya tingkat rangsangan yang ditimbulkan yang tidak jarang menghasilkan kehamilan di luar nikah. Apakah yang harus dilakukan orang tua dalam menyikapi masalah yang tengah menggejala ini?

* Kita harus memantau anak-anak dari dekat. Dewasa ini ada orang tua yang berpuas diri mengatakan bahwa ia terus memantau keberadaan anaknya lewat . . . telepon genggam! Menghubungi anak dan menanyakan keberadaannya lewat telepon tidaklah sama dengan memantaunya secara langsung. Pada kenyataannya, anak yang tahu bahwa ia DIAWASI akan lebih takut untuk melakukan perbuatan terlarang dibanding dengan anak yang tahu bahwa ia TIDAK DIAWASI.

Memang kita mesti menambah kepercayaan pada anak dengan meningkatnya usia namun itu tidak berarti kita melepaskan pengawasan secara penuh. Kita harus tetap menanyakan ke mana ia pergi, jam berapa ia kembali, dengan siapa ia pergi, apa yang dilakukannya, dan kenapa ia terlambat pulang. Semua pertanyaan ini memerlihatkan bahwa kita mengawasinya. Kendati ia tidak suka, tetapi pengawasan ini perlu.

Mungkin kita berpikir tidak mungkin anak kita akan melakukan hal-hal seperti ini sebab pada dasarnya ia anak yang baik. Masalahnya adalah, kendati ia anak yang baik namun mungkin saja ia telah berkenalan dengan anak yang tidak begitu baik. Dan anak yang tidak begitu baik ini menyuruh dan memengaruhinya sedemikian rupa sehingga pada akhirnya, ia telah menjadi mangsa anak yang tidak baik itu.

* Kita harus menggunakan pelbagai barometer untuk mengenali gejala yang tidak sehat ini. Misalkan, kita mesti memerhatikan kehidupan rohani anak. Jika ia mulai enggan ke gereja atau berdoa, tanyakanlah apa yang tengah terjadi pada dirinya. Bila ia tidak lagi bergaul dengan teman-temannya, tanyakanlah apa yang terjadi. Sewaktu ia sering mengurung diri di kamar dan terlihat kaget ketika kita memasuki kamarnya, tanyakanlah kenapa dan mulai curigalah. Jika ia terus memegangi telepon genggamnya dan sangat takut kita melihat isinya, curigalah dan paksalah untuk melihat. Semua perubahan memunyai penyebab dan adalah tugas kita untuk memastikan bahwa penyebabnya bukanlah masalah yang serius.

* Berhati-hatilah dengan tipe teman yang pemangsa. Ada anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang buruk sehingga sejak kecil, ia telah dikondisikan untuk menjadi pemangsa anak lainnya. Misalnya ada anak yang tidak terawasi dengan baik oleh orang tuanya sehingga ia bebas melakukan apa saja, termasuk menonton film porno. Bila anak kita berkenalan dengannya, dengan pelbagai cara ia akan membuat anak kita tunduk kepadanya dan bersedia bersetubuh atau melakukan adegan seksual lainnya. Jadi, awasilah teman-teman anak. Bila ia tampak sangat ketakutan atau begitu tunduk pada seorang temannya, berhati-hatilah.

Firman Tuhan:
"Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka." (Amsal 22:3) Remaja berada pada tahap di mana ia beranggapan bahwa ia tahu semua dan tidak membutuhkan pengawasan orang tua. Sebagai orang tua kita harus terus memerhatikan kehidupannya agar ia tidak kena celaka.