Kata kunci: Ajaran Alkitab tentang perzinaan, hubungan seksual di luar pernikahan adalah dosa, anggota tubuh Kristus harus hidup suci, respons pastoral terhadap perselingkuhan dan perzinaan, pihak korban, pihak pelaku, pihak ketiga, langkah penting adalah bertobat.
TELAGA 2025
Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi dimana pun Anda berada. Anda kembali bersama kami dalam acara TELAGA (TEgur Sapa GembaLA KeluarGA). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK) bekerjasama dengan radio kesayangan Anda ini. Saya, Yosie, akan berbincang-bincang dengan Ibu Pdt. Dr. Vivian A. Soesilo, beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling keluarga. Perbincangan kami kali ini tentang "Perselingkuhan dan Perzinaan" bagian kedua. Kami percaya acara ini bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
Y: Shalom, Bu Vivian.
VS: Shalom, Yosie.
Y: Kita melanjutkan pembicaraan kita tentang "Perselingkuhan dan Perzinaan". Bu, bisa beri ‘review’ sedikit tentang pendahuluan sebelum kita masuk bersama-sama tentang apa kata Alkitab mengenai perzinaan.
VS: Saya mau mengulangi sedikit tentang definisinya, karena banyak orang salah paham. Jadi selingkuh itu beberapa hal yang dilakukan pasangan dengan suami istri, tapi bukan secara fisik, jadi tidak ada hubungan seksual. Ya penyelewengan, rahasia dan lain sebagainya, tapi kalau perzinaan adalah hubungan seksual di antara orang yang bukan suami istri. Supaya benar dahulu definisinya. Jadi macam-macam, seringkali orang yang selingkuh itu dimulai dengan hal-hal yang mereka secara emosi tidak terpenuhi dengan pasangannya, karena merasa tertolak dan lain sebagainya, sampai akhirnya cari orang lain yang curhat, lalu akhirnya lebih intim sehingga akhirnya ada perzinaan. Ini sebetulnya yang terjadi haruslah kalau ada masalah dalam hubungan pernikahan, bukan alasan terjadi perselingkuhan dan perzinaan. Harusnya mencari konselor untuk membereskan. Ini juga mungkin dia sendiri tidak mencari tapi digoda orang lain, seharusnya juga kuat dengan komitmen pernikahannya. Jangan mau, dia digoda begitu sehingga kalau memang digoda terus bagaimana caranya untuk menolak supaya jangan sampai terjadi perzinaan maupun perselingkuhan.
Y: Bu, sekarang kita akan melanjutkan sebetulnya apa kata Alkitab tentang perzinaan dan nanti bagaimana selaku orang percaya kita meresponnya.
VS: Kita sebagai orang Kristen makanya saya ingin melihat ini dari pandangan Alkitab, karena inilah ajaran yang paling benar. Kalau kita melihat di Alkitab mencatat jadi pernikahan yang pertama antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dan dikatakan disitu waktu Tuhan melihat Adam itu sendirian, Tuhan Allah melihat mau diadakan satu orang sebagai penolongnya yang sepadan. Dalam bahasa Ibraninya ezer. Disini kalau tidak baik seorang diri ada penolongnya. Disini Tuhan menyediakan wadah pernikahan dengan maksud supaya orang tidak kesepian, disini dikatakan lagi waktu Tuhan menciptakan perempuan itu isha. Kalau laki-laki bahasa Ibraninya ish dan ini secara kreatif Tuhan menciptakan supaya keduanya cocok hidup bersama-sama, bisa saling menolong. Dan waktu Adam melihat ciptaan Tuhan, Hawa, dikatakan "Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku! Ia akan dinamai perempuan sebab diambil dari laki-laki". Melihat begini kita tahu Tuhan menciptakan laki dan perempuan ini berbeda, satu laki satu perempuan dan saling hidup bersama dalam satu wadah pernikahan. Tuhan mengatakan, "Sebab itu, seorang laki-laki meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging". Disini kita melihat ini satu, satu laki-laki satu perempuan, itu yang dasar pertama, bukannya banyak.
Y: Jadi tidak ada waktu perselingkuhan, atau orang ketiga. Jelas satu pria, satu wanita. Nah, apa Bu, kalau begitu implikasinya ketika kita tahu ini menjadi dasar kebenaran sebuah pernikahan?
VS: Diluar itu jadi orang selingkuh, orang berzina, itu di luar pernikahan, salah, itu dosa. Demikian juga kalau orang ini mau melakukan hal-hal yang lain, hubungan yang lain, seandainya hubungan ini secara lesbian, homoseksual juga lain, tidak boleh. Ini tadi sudah jelas laki-laki dan perempuan. Demikian juga hubungan antara manusia dengan binatang, juga salah. Ini manusia dengan manusia, begitu. Jadi hubungan pernikahan kalau menurut Alkitab yang diluar pernikahan, seksual diluar pernikahan itu dosa. Kita akan melihat beberapa ayat Alkitab. Dengan jelas salah satu dari 10 perintah Allah mengatakan, "Jangan berzina", itu di Keluaran pasal 20:14. Jadinya ini tidak boleh berzina, berhubungan seksual dan juga dikatakan, "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah mencemarkan tempat tidur, sebab Allah akan menghakimi orang-orang cabul dan pezina". Ini Ibrani 13:4. Dengan kata lain, orang harus menghormati wadah pernikahan itu dan jangan mencemarkan tempat tidur, jadi tempat tidur jangan dikotorkan.
Y: Suci ya, Bu.
VS: Harus suci, yaitu antara laki-laki dan perempuan yang menikah. Jangan berbuat cabul, karena Tuhan menghakimi, Tuhan tidak senang orang cabul dan pezina. Dan juga di Maleakhi 2:14-16, "TUHAN ini menjadi saksi antara engkau dan istri masa mudamu yang telah kaukhianati padahal dialah teman hidupmu, istri seperjanjianmu". Tuhan melihat orang yang masa mudanya menikah dengan siapa, Tuhan melihat. Tuhan kalau engkau mengkhianati, Tuhan ini menjadi saksi. Ternyata Tuhan melihat, "Bukankah Dia yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Apakah yang dikehendaki yang Esa itu, keturunan umat Allah jadi jagalah dirimu jangan seorang pun berkhianat terhadap istri masa mudanya. Jadi ini jelas Tuhan mengatakan Tuhan ini Dia yang menjadikan manusia. Tuhan menghendaki tidak ada seorang pun berkhianat terhadap istri dan suaminya. Sebab apa? Tuhan membenci perceraian, seringkali orang kalau berkhianat, akhirnya seringkali bercerai. Firman TUHAN, Allah Israel dan juga yang berselubung kekerasan tidak boleh ada pukul-pukulan, kekerasan.
Y: KDRT
VS: Firman Tuhan semesta alam, jagalah dirimu jangan berkhianat. Jadi tidak boleh berkhianat, Tuhan benci.
Y: Jadi jelas pesan Tuhan kepada umat Israel dan tentunya kepada kita, apa yang Dia kehendaki tadi.
VS: Betul. Kalau disini kita melihat lagi di Roma 1:26-27 ini Tuhan melihat ini orang yang melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Disini "Tuhan juga menyerahkan mereka pada hawa nafsu yang memalukan, sebab istri-istri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar". Yang bagaimana? "Demikian juga laki-laki meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan seorang terhadap yang lain, sehingga mereka berbuat mesum. Laki-laki dengan laki-laki, karena itu mereka menerima dalam diri mereka, balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka". Jadi hubungan seksual antara istri-istri dengan perempuan-perempuan. Laki-laki, suami-suami dengan laki-laki. Itu Tuhan tidak mau, itu memalukan, ini adalah hawa nafsu memalukan. Itu tidak wajar, tidak boleh. Dan juga kalau orang berhubungan seksual dengan binatang, lho kok ada? Memang ada.
Y: Termasuk gangguan kejiwaan mungkin secara psikologi ?
VS: Saya kira bukan gangguan, tetapi dosa. Ulangan 27:21, "Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apa pun. Dan seluruh bangsa itu harus berkata: Amin!" Terkutuk. Di Imamat 18:23,"Janganlah engkau bersetubuh dengan binatang apa pun, sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk bersetubuh, karena itu suatu perbuatan tidak senonoh". Jadi orang ini sangat bermacam-macam, kelihatannya sangat kreatif tapi bukan kreatif, tetapi dosa. Kalau kita melihat sekarang ternyata orang macam-macam. Hubungan seksual bukan hanya yang tidak wajar, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, ada yang dengan binatang. Malah sekarang secara digital bisa menggunakan pada zaman modern ini dengan robot.
Y: Oh, ya ya ya. Ada yang dengan boneka, Bu.
VS: Lha iya itu juga tidak boleh.
Y: Mengerikan ya Bu, sebetulnya Alkitab jelas memberikan kita pandangannya hanya memang manusia dengan dosanya banyak yang melakukan dosa-dosa yang mengerikan. Bagaimana, Bu sebagai seorang anggota tubuh Kristus, kita harus membangun hubungan dalam pernikahan?
VS: Disini anggota tubuh Kristus, kita harus menjaga kesucian, karena Tuhan Allah kita itu suci dan Tuhan sudah mati di kayu salib. Tuhan Yesus datang untuk menebus dosa kita, supaya kita yang telah ditebus dosanya, ya jangan berdosa. Itu supaya kita setia dalam hubungan dengan Tuhan, setia hubungan dengan sesama, yaitu pasangannya masing-masing. Setia dalam pernikahan, supaya dengan tubuh kita, kita memuliakan Tuhan. Ini kita melihat di 1 Korintus 6:15-20, disini dikatakan, "Tidak tahukah kamu bahwa tubuh kamu adalah anggota Kristus?" Itu orang kadang-kadang tidak tahu. "Jadi akan kuambilkah anggota Kristus dan menjadikannya tubuh pelacur?" Tidak boleh, kita tidak boleh sama-sama dengan pelacur, kita orang lain dengan pasangannya sendiri. "Sekali-kali tidak! Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya dengan perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab telah dikatakan, "Keduanya akan menjadi satu daging". Jadi orang laki-laki bersetubuh dengan perempuan lain yang bukan istrinya, juga tidak boleh. Jelas dikatakan, "Namun siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia". Kita kalau sudah mau menjadi anak Tuhan, satu roh dengan Tuhan. Menikah dengan Tuhan, bukan menikah dengan dosa. Rasul Paulus mengatakan, "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain dilakukan manusia di luar tubuhnya. Namun, orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap tubuhnya sendiri". Jadi ini melakukan hubungan seksual dengan yang bukan pasangannya sendiri. Dalam pernikahan dosa dalam tubuh kita. "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuh kamu semua adalah bait Roh Kudus yang tinggal didalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah dan bahwa kamu bukanlah milikmu sendiri?" Jadi kita yang telah diselamatkan oleh Tuhan, tubuh kita bait milik Allah. "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu". Tuhan sudah membeli dengan harga yang sangat tinggi dengan mati di kayu salib. Memuliakan, jangan membuat tubuh kita dosa. Lalu ada ajaran Alkitab juga di 1 Tesalonika 4:3-8, kehendak Allah itu apa? "Pengudusanmu yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istrimu sendiri dan hidup didalam kekudusan dan kehormatan". Jadi bukan dua, tapi satu perempuan, "bukan dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan supaya dalam hal ini orang jangan merugikan saudaranya dan memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukannya menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Rohnya yang kudus kepada kamu". Jadi kalau kita tidak melakukan kehendak Allah, kita ini menolak Allah.
Y: Wow, jadi tidak boleh meremehkan, ya Bu. Benar-benar ketika kita berdosa itu kita sedang menentang dan menolak Allah.
VS: Ya, jadi bukan hanya berdosa terhadap suami atau istri, berdosa terhadap tubuhnya sendiri dan bermasalah. Ini banyak orang tidak sadar. Selain di atas, Tuhan Yesus mengajarkan bukan hanya yang berhubungan dengan seksual, yang secara tidak senonoh, yang bukan suami atau istrinya sendiri, tetapi memandang seseorang sehingga sudah mengingininya pun itu sudah berzina dalam hatinya.
Y: Wow, lebih dalam Tuhan itu mengajar.
VS: Ya. Ini suatu yang lain yang dianggap orang pada umumnya orang menganggap berzina kalau sudah betul-betul berhubungan seperti suami istri, itu sudah berzina. Kalau cuma memandang begitu saja tidak salah.
Y: Biasa, normalisasi zaman sekarang.
VS: Tapi Tuhan Yesus mengatakan, "Kamu telah mendengar yang dikatakan jangan berzina, namun Aku berkata kepadamu setiap orang yang memandang perempuan sehingga menginginkannya, sudah berzina dengan dia didalam hatinya". Jadi kalau memandang lalu menginginkan tidur dengan orang itu, sudah berzina. Sebelum melakukan !
Y: Standard Tuhan Yesus.
VS: Kamu ini matanya menganggap berdosa, karena kamu berdosa, cungkil dan buanglah. Maksudnya kita bukan membuang, tapi sudah buanglah.
Y: Keinginan itu.
VS: Karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu seutuhnya dicampakkan kedalam neraka. Jika tanganmu yang kanan menyebabkan kamu berdosa, penggal dan buanglah, lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu seutuhnya masuk neraka. Jadi luar biasa ini, kita berzina, ini berarti itu adalah membuat kita dapat masuk neraka. Belum berbuat itu sudah, luar biasa ajaran Tuhan Yesus.
Y: Wow, sangat lengkap paparan pandangan Alkitab tentang "Perselingkuhan dan Perzinaan" yang membuat kita seharusnya serius, tidak main-main dengan pernikahan kita. Terima kasih, Bu. Bagian terakhir adalah bagaimana respons pastoral terhadap "Perselingkuhan dan Perzinaan", mengingat tadi di awal survei sangat mengerikan, 40% keluarga-keluarga yang saya lihat juga, termasuk keluarga Kristen, bisa masuk didalamnya. Bagaimana respons kita?
VS: Kita harus melihat perzinaan dan perselingkuhan itu dampaknya besar dalam pernikahan. Biasanya terjadi selingkuh seperti itu, lalu keluarganya berantakan, bukan hanya yang dialami pasangan suami istri, tapi termasuk anak-anaknya bahkan keluarga besarnya, bahkan ini kalau terjadi orang Kristen, jemaat/komunitas seperti itu. Jadi banyak orang mengalami goncangan dan bahkan mereka ini akan mengalami kehilangan kepercayaan dalam komitmen pernikahan, karena sudah dilanggar. Jadi orang ini merasa tidak bisa memercayai lagi, sedih, malu, sakit hati, marah, berbagai perasaan campur aduk. Ini ada ahli yang namanya Benny Bong dan Samuel Law membahas bagaimana membantu orang yang pasangannya melakukan perselingkuhan dan perzinaan dan juga membantu anak-anaknya, pelaku perzinaan dan perselingkuhan, bahkan kalau bisa membantu juga pihak ketiga yaitu WIL atau PILnya. Kita melihat ada tiga pihak yaitu korban kalau yang melakukan selingkuh itu yang laki, korbannya istri. Yang kedua, pelaku yang melakukan itu dan ketiga yang melakukan perselingkuhan perzinaan dengan pelaku nomor dua. Jadi ini orang luar, WIL dan PILnya itu. Entah bagaimana membantu, kita melihat korbannya dulu, anggap saja korbannya yang perempuan. Yang termasuk korban ialah pasangannya, anak-anaknya, keluarga besarnya bahkan umat Tuhan dalam gereja, begitu besar dan masyarakat luas. Tadi disebutkan ini orang yang mengalami perselingkuhan perzinaan seperti emosinya "roller coaster". Kita tahu "roller coaster" naik turun begitu, karena patah hati, kepercayaannya hancur, komunitasnya putus, konflik dengan pasangannya. Korban anak-anak bisa putus hubungan dengan papa atau mamanya, tidak bisa bersatu lagi. Ada korban anak yang harus bingung memilih, ini memihak papa atau memihak mama ? Ikut yang mana seandainya terjadi perceraian. Ada korban anak yang merasa kehilangan masa kanak-kanaknya, karena ini korban mamanya lalu terus-menerus curhat dengan anaknya, sehingga dia kehilangan masa anak-anaknya.
Y: Harus menanggung beban.
VS: Ada korban anak yang kehilangan hormat kepada berdua pelaku, orang tuanya ini sehingga mereka sendiri lalu takut menikah lain kali. Lalu dari pihak pelaku yang melakukan perselingkuhan dan perzinaan, ada pelaku seakan merasa tidak apa-apa. Pokoknya aku senang, hatinya menjadi keras. Tapi ada juga pelaku merasa bersalah, menyesal. Lalu ada pelaku yang sedih, putus hubungan dengan keluarganya terutama anak-anaknya dan teman-teman keluarganya. Ini rasanya terputus, sekarang ada yang lain, yang pihak ketiga, yaitu yang menjadi selingkuhannya itu. Ini pihak ketiga tentang ingin memertahankan hubungan perselingkuhan, karena telanjur sudah sama-sama senang, apalagi hubungan gelap ini kalau sudah menghasilkan anak, ya diteruskan, tapi memertahankan hubungan, karena ada keuntungan lainnya, misalnya perhatian, keuangan, harta benda bahkan properti, ada juga yang sadar setelah ikut merusak rumah tangga orang lain, lalu sadar sudah sudah aku mundur saja. Itu ada baiknya, lalu kita mengerti hubungan yang rusak, kita membantu orang yang ada perselingkuhan perzinaan, hubungannya telah rusak dan kita berusaha mau bertanya, mau dipertahankan atau tidak? Kalau mau lalu adakan konseling pasangan, dimulai dengan pengakuan dosa kepada Tuhan dan ada pertobatan sesungguhnya. Kalau tidak bertobat, tidak bisa. Lalu berhenti berselingkuh, berhenti berzina dan mereka berusaha mengubah hubungan yang rusak lebih baik dibantu dengan konselor pernikahan. Kalau itu terlibat dalam pelayanan apa pun, orang itu harus langsung turun, tidak melakukan kembali menjadi pihak orang yang mau menjadi sungguh-sungguh datang kepada Tuhan dan mau bertobat. Ini lalu terjadi konseling panjang untuk mau ada pengampunan kalau memangnya sungguh-sungguh, yaitu dengan mengidentifikasi dosa, kesalahan, mengetahui perasaannya, mengeluarkan hal-hal yang menyakitkan ini terutama dari pihak korbannya. Membuat batasan mengampuni rekonsiliasi, kalau bisa, kalau memang sungguh-sungguh mau bertobat. Lalu disini berusaha keras membangun lagi kepercayaan dari pasangan dan anak-anak. Pasangan anak-anak berusaha memerbaiki diri dalam pengendalian emosi, tingkah laku, hubungan dengan keluarga terhubung, balik lagi.
Y: Itupun melalui proses yang panjang, ya Bu, tidak semudah membalikkan telapak tangan tentunya. Bagaimana kalau dia yang berkepentingan tadi mau menolak ?
VS: Kalau menolak ya sulit, tidak bisa.
Y: Harus dari dua pihak mau memertahankan pernikahan yang sudah dibina, ya Bu.
VS: Kalau sudah sungguh-sungguh bertobat dan mau, lha dijalani.
Y: Luar biasa, ya Bu. Dari sini kita belajar sebelum terjadi perselingkuhan dan perzinaan, alangkah lebih baiknya sebuah pernikahan itu terus dibangun, dibina sehingga tidak perlu menjalani hal-hal yang tidak enak. Terima kasih banyak, Bu Vivian. Mungkin bisa menutup perbincangan kita hari ini dengan satu firman Tuhan yang menguatkan, menolong untuk kita semua.
VS: Saya mau ambil dari apa yang ditulis oleh raja Daud setelah dia ketahuan oleh nabi Natan, diberitahu. Dia disini mengatakan, begini, Mazmur 51:1-5, Untuk pemimpin koor. Mazmur karangan Daud setelah ia ditegur oleh nabi Natan karena berbuat zinah dengan Batsyeba, "Kasihanilah aku, ya Allah, karena Engkau tetap mengasihi hapuskanlah dosaku karena belas kasih-Mu yang besar. Basuhlah segala kejahatanku, bersihkanlah aku dari dosaku, sebab kuakui kesalahan-kesalahanku, dosaku selalu kuingat-ingat". Dari sini raja Daud mengatakan, mengakui dan mau bertobat. Nah, itu yang langkah penting.
Y: Itu langkah penting menuju pemulihan dari perselingkuhan dan perzinaan. Amin, kiranya setiap umat percaya boleh sungguh-sungguh memertahankan pernikahan kalau pun terjadi dosa, kita memunyai hati seperti raja Daud yang mau bertobat dan kembali kepada Tuhan.
VS: Betul.
Y: Terima kasih banyak Bu Vivian untuk ‘insight’nya, Tuhan memberkati pelayanan Ibu selanjutnya.
Para pendengar sekalian, terima kasih Anda telah mengikuti perbincangan kami dengan Ibu Pdt. Dr. Vivian Soesilo dalam acara Telaga, Tegur sapa gembala keluarga. Kami baru saja berbincang-bincang tentang "Perselingkuhan dan Perzinaan" bagian kedua. Bagi Anda yang berminat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai acara ini, silakan menghubungi kami lewat surat. Alamatkan surat Anda ke Lembaga Bina Keluarga Kristen atau LBKK, Jl. Cimanuk 56 Malang atau Anda dapat mengirimkan email ke telaga@telaga.org. Kami juga mengundang Anda mengunjungi situs kami di https://www.telaga.org. Saran-saran, pertanyaan serta tanggapan Anda sangat kami nantikan. Akhirnya dari studio kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Anda dan sampai jumpa dalam acara Telaga yang akan datang.
T 606B "Perselingkuhan dan Perzinaan" dpo.Pdt.Dr.Vivian A.Soesilo
(4) AJARAN ALKITAB TENTANG PERZINAAN (Semua kutipan Alkitab di bawah ini dari Terjemahan Baru edisi kedua)
(a)Pernikahan yang pertama di dunia ini
Untuk melihat ajaran Alkitab tentang perzinaan, kita akan melihat tentang pernikahan yang pertama di dunia ini, yang terjadi setelah TUHAN menciptakan seorang pria, Adam dan TUHAN mengevaluasi keadaan Adam belum baik karena ia masih hidup seorang diri. TUHAN memutuskan seharusnya manusia tidak hidup sendirian dalam dunia ini, tetapi dalam hubungan dengan orang lain. Maka TUHAN menciptakan seorang perempuan. Dalam Alkitab, perempuan dinamakan teman, dalam Alkitab Terjemahan Baru disebut penolong, sedangkan dalam bahasa Ibrani ezer. TUHAN Allah berfirman, "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan baginya penolong yang sepadan dengan dia" (Kejadian 2:18). TUHAN Allah menyediakan wadah pernikahan dengan maksud supaya kita tidak kesepian.
Dalam bahasa Ibrani, perempuan disebut isha, dan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang disebut ish saat laki-laki itu sedang tidur lelap. Dengan kreatif TUHAN merancang dan menciptakan perempuan. Ada yang mengartikan letak tulang rusuk di samping, menandakan istri sebagai pendamping suami. Memang betul demikian, tetapi akan lebih cocok lagi bila tulang rusuk dihubungkan dengan tulang dan daging, yaitu bagian dari kehidupan, bagian dari diri sendiri. Istri merupakan bagian dari kehidupan suami. Perhatikan perkataan pertama Adam sewaktu dia melihat Hawa. Lalu berkatalah manusia itu, "Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku!" Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki" (Kejadian 2:23).
Permainan kata ish dan isha menandakan keduanya ada persamaan dan ada perbedaan. Laki-laki dan perempuan memang berbeda menurut jenis kelamin, kejiwaan, pembawaan dan fungsinya, tetapi kedua-duanya diciptakan TUHAN sama derajatnya, karena sama-sama menurut rupa TUHAN. Laki-laki dan perempuan itu kemudian menjadi satu dalam suatu wadah pernikahan. "Sebab itu, seorang laki-laki meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Kejadian 2:24). Disini terlihat dengan jelas pernikahan pertama itu antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, monogami, bukan poligami.
(b)Hubungan Seksual di luar Pernikahan adalah dosa
Kita perlu mengingat, Allah melihat manusia secara keseluruhan. Kehidupan seksual orang Kristen tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kerohaniannya. Allah yang kita sembah adalah Allah yang suci. Kristus yang kita ikuti adalah Putra Allah yang suci. Sebagai pengikut Kristus kita dituntut untuk hidup suci juga. Oleh sebab itu Allah menentang setiap hubungan intim layaknya suami istri di luar pernikahan yang bertanggungjawab. Misalnya, hubungan seksual sebelum nikah, meskipun dengan calon suami atau calon istri sendiri, hubungan seksual dengan siapa saja yang bukan suami atau istrinya sendiri, atau hubungan seksual dengan orang yang sama jenis kelaminnya. Perhatikan beberapa ayat Alkitab di bawah ini yang menyatakan perzinaan, percabulan, homoseksual, lesbian, sodomi dan hubungan seksual dengan binatang tidak dapat diterima oleh Allah.
Keluaran 20:14 ; Ibrani 13:4 ; Maleakhi 2:14 – 16 ; Roma 1:26 – 27 ; Ulangan 27:21 ; Imamat 18:23
(c)Anggota Tubuh Kristus harus hidup suci
Alkitab menggambarkan hubungan suami istri seperti hubungan Kristus dengan jemaat-Nya. Kristus begitu mengasihi jemaat-Nya dan rela berkurban untuk menyelamatkan kita, meskipun kadang-kadang kita tidak layak dikasihi-Nya. Kristus begitu setia kepada jemaat-Nya, meskipun kadang-kadang kita tidak setia kepada-Nya. Oleh karena itu didalam pernikahan kristiani, kesetiaan dalam pernikahan harus ditekankan. Selain itu kita juga harus memuliakan Allah melalui tubuh kita.
1 Korintus 6:15-20 ; 1 Tesalonika 4:3-8
Selain itu, Tuhan Yesus mengajarkan bukan hanya yang berhubungan seksual secara tidak senonoh, tetapi memandang seseorang hingga sudah menginginkannya pun, sudah berzina didalam hatinya. Ini sesuatu yang lain dari yang biasa dianggap orang pada umumnya. Matius 5:27-28.
(5) RESPONS PASTORAL TERHADAP PERSELINGKUHAN DAN PERZINAAN
Perselingkuhan dan perzinaan membawa dampak yang besar dalam keutuhan pernikahan, keluarga inti, keluarga besar bahkan keluarga Kristen dan masyarakat luas. Tidak jarang orang dan anak-anaknya mengalami kehilangan kepercayaan, karena komitmen pernikahan telah dilanggar, pasangannya atau orang tuanya tidak dapat dipercayai lagi, kesedihan yang mendalam, malu, sakit hati, marah dan berbagai perasaan lainnya yang bercampur aduk.
Benny Bong dan Samuel Law membahas bagaimana cara membantu orang yang pasangannya melakukan perselingkuhan dan perzinaan serta anak-anak mereka; pelaku perselingkuhan dan perzinaan, bahkan pihak ketiga, WIL atau PIL-nya.
I.TIGA PIHAK
Kita melihat dari tiga pihak dulu, yaitu: (1) Korban (2) Pelaku (yang tidak setia) (3) Pihak ketiga (yang melakukan perselingkuhan dan perzinaan dengan pelaku di no.2
(1) Pihak Korban
* Yang termasuk korban ialah pasangannya, anak-anaknya, keluarga besarnya, bahkan umat Tuhan dalam gereja dan masyarakat luas.
* Selain yang disebutkan di atas, korban pasangan akan mengalami rollercoaster emosi, patah hati; kepercayaan hancur; komunikasi terputus; konflik dengan pasangannya.
* Korban anak-anak dapat putus hubungan dengan ayah atau ibu yang berselingkuh atau berzina.
* Ada korban anak-anak yang bingung harus memilih mau memihak kepada siapa, apalagi harus memilih antara ayah atau ibunya. Ini suatu hal yang tidak mudah, membingungkan dan mematahkan hati.
* Ada korban anak-anak yang menarik diri dari semua kekacauan itu. Dia menjadi lebih berdiam diri, tidak ceria seperti dulu lagi.
* Ada korban anak-anak yang merasa kehilangan masa kanak-kanaknya, karena korban selingkuh seringkali menceritakan isi hatinya kepada korban anak-anak.
* Ada korban anak-anak yang kehilangan hormat kepada orang tua pelaku perselingkuhan dan perzinaan.
(2) Pihak Pelaku (yang melakukan perselingkuhan dan perzinaan)
* Ada pelaku yang seakan-akan tidak merasakan apa-apa, emosinya dingin dan hatinya keras.
* Ada pelaku yang merasa bersalah dan menyesal, tetapi ada yang untuk jangka pendek, lalu kembali menjalin relasi dengan pihak ketiga lagi.
* Ada pelaku yang merasa harga dirinya hilang dan otoritas moralnya hilang.
* Ada pelaku yang sedih karena putus hubungan dengan keluarganya, terutama anak-anaknya dan teman-teman keluarganya.
(3) Pihak Ketiga
* Ada pihak ketiga yang tetap ingin memertahankan hubungan perselingkuhan, karena sudah telanjur sama-sama senang, apalagi dari hubungan gelap itu juga ada anak.
* Ada yang ingin tetap memertahankan hubungan, karena ada keuntungan-keuntungan lainnya, misalnya perhatian, keuangan, harta benda, bahkan properti dan sebagainya.
* Ada juga yang sadar telah ikut merusak rumah tangga orang lain, sehingga ingin memutuskan hubungan selingkuh dan perzinaan itu.
II.MENGERTI HUBUNGAN YANG RUSAK
• Dengan bantuan Roh Kudus dan konselor, mencoba mengerti hubungan yang rusak karena perselingkuhan dan perzinaan.
• Baik suami dan istri ditanya apakah mau berusaha untuk memertahankan pernikahan atau tidak.
• Kalau mau, ada kesempatan couple counselling (konseling pasangan).
Pertama, dimulai dengan pengakuan dosa dari pasangan yang selingkuh, permintaan ampun dari Tuhan dan pertobatan.
Pengakuan dosa dan kesalahan kepada pasangan dan anak-anak.
Berhenti berselingkuh, karena hubungan pernikahan yang rusak tidak dapat diperbaiki selama perselingkuhan masih berlangsung dan belum berhenti. Apabila orang yang berselingkuh itu terlibat dalam pelayanan, harus langsung berhenti pelayanan dengan menjelaskan kepada hamba Tuhan dan pemimpin bidang pelayanannya. Sebaiknya dilakukan dengan rendah hati dan tanpa menyalahkan pihak lainnya.
Menjalani proses konseling yang panjang, terutama menjalani proses pengampunan bagi korban (pasangan dari anak-anak) dengan mengikuti langkah-langkah pengampunan yang diajarkan oleh David Stoop & James Masteller.
? Mengidentifikasi dosa dan kesalahannya
? Mengetahui perasaannya
? Mengeluarkan "racun"
? Membuat batasan
? Mengampuni
? Rekonsiliasi (kalau memungkinkan)
• Berusaha keras mengembalikan kepercayaan dari pasangan dan anak-anak serta keluarga besar, bahkan komunitas.
• Pelaku, pasangan dan anak-anak berusaha memerbaiki diri dalam hal pengendalian emosi, tingkah laku, hubungan dengan Tuhan (melalui hubungan yang panjang)
Mazmur 51:1-5 (BIMK)
Untuk pemimpin kor, Mazmur karangan Daud
setelah ia ditegur oleh Nabi Natan karena berbuat zinah dengan Batsyeba
Kasihanilah aku ya Allah, karena Engkau tetap mengasihi,
Hapuskanlah dosaku karena belas kasih-Mu yang besar
Basuhlah segala kejahatanku, Bersihkanlah aku dari dosaku
Sebab kuakui kesalahan-kesalahanku, dosaku selalu kuingat-ingat