Mengidolakan anak berarti memuji kelebihan anak tanpa batas dan gagal mengakui kelemahan anak. Berarti juga memfokuskan pada satu aspek yaitu aspek kelebihan atau hal-hal yang kita sukai sedangkan untuk kelemahannya kita nggak mau melihatnya.
Saudara-saudara pendengar yang kami kasihi di mana pun Anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara Telaga (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi, beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling serta dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang. Perbincangan kami kali ini, kami beri judul "Mengidolakan Anak", kami percaya acara ini pasti sangat bermanfaat bagi kita sekalian, dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
PG : Saya berikan definisinya seperti ini Pak Gunawan, mengidolakan anak berarti memuji kelebihan anak tanpa batas dan gagal mengakui kelemahan anak. Jadi saya memang mau memunculkan dua aspk ini, ada hal-hal tentang anak yang kita sukai, anggap sajalah itu kelebihannya, ada hal-hal tentang anak yang harus kita akui, itulah keterbatasan atau kekurangannya.
Nah, mengidolakan anak berarti hanya memfokuskan pada satu aspek yaitu aspek kelebihan atau hal-hal yang kita sukai itu dan kita terus memberikan komentar positif, memuji-muji dia, mengagumi dia tanpa batas, sedangkan kelemahannya itu kita tidak otak-atik sama sekali bahkan kita tidak mau melihatnya. Nah, inilah yang saya maksud dengan mengidolakan anak.PG : Sering kali memang muncul dari rasa kasih yang besar, baik itu misalkan karena tidak mempunyai anak untuk waktu yang lama kemudian Tuhan anugerahkan anak, wah...begitu sayangnya. Atau s orang tua mempunyai masa lalu yang kurang baik, diperlakukan buruk oleh orang tuanya sendiri sehingga dia berjanji kalau saya mempunyai anak kelak, saya tidak akan mengulangi perbuatan orang tua saya.
Jadi yang baik, yang positif terus-menerus dilimpahkan kepada si anak.PG : Bermacam-macam, memang bisa bersifat fisik kalau misalnya kita sangat senang dengan anak ini, anak ini begitu tampan, lucu, cantik dan sebagainya atau mempunyai keterampilan tertentu, kbisaan-kebisaan tertentu.
Ada anak-anak pada usia tiga tahun sudah bisa membaca wah......itu kita puji-puji terus, anak ini pandai luar biasa. Ada anak-anak yang memang bisa mengerti orang tua pada masa yang masih kecil, tapi bisa berbicara dengan begitu dewasanya, sehingga akhirnya kita memuji-muji juga. Kadang-kadang ini muncul dalam keluarga yang bermasalah Pak Gunawan yaitu hubungan suami-istri buruk, sehingga si orang tua yang sedih ini, yang menderita ini, tidak lagi mendapatkan kasih sayang dari pasangannya nah dia melimpahkan itu kepada si anak. Dia ingin anaknyalah yang memberikan dia kasih sayang, nah kalau menyoroti kelemahan atau kekurangan si anak 'kan konflik yang muncul, jadi yang dilimpahkan terus kepada si anak adalah kasih sayang, puji-pujian.PG : Orang tua yang mengidolakan anak pada dasarnya mencerminkan adanya kebutuhan dalam dirinya yang tak terpenuhi Pak Gunawan. Jadi ketidakpenuhan kebu