

Oleh: Pdt. Dr. Vivian A.Soesilo *)
Kita bisa membaca di dalam Alkitab khususnya di Perjanjian Lama tentang kisah Kain yang memukul Habel sampai meninggal, ini adalah contoh tindak kekerasan. Apalagi di zaman modern seperti sekarang ini, banyak kita jumpai tindak kekerasan di sekitar kita.
Ada hal-hal yang mendorong seseorang untuk melakukan tindak kekerasan yaitu :
- Kecemburuannya
- Tidak takut akan Tuhan
- Tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri
Saat ini tindak kekerasan semakin banyak dijumpai hingga anak kecil pun sudah bisa melakukan tindak kekerasan. Hal itu disebabkan karena mereka meneladani apa yang ada di sekelilingnya dan melihat apa yang ada di sekitarnya seperti televisi dan sebagainya.
Ada juga di sekitar kita yang melakukan tindak kekerasan secara beramai-ramai, karena dengan beramai-ramai semua tanggungjawab dipikul bersama dan mungkin tidak ada yang berani melawannya. Ramai-ramai untuk menyenangkan hati, supaya diterima oleh kelompok yang beramai-ramai itu.
Tindak kekerasan yang sering kita jumpai ialah :
- Tindak kekerasan secara fisik seperti pukulan dan sebagainya,
- Tindak kekerasan secara emosi seperti caci maki dan sebagainya,
- Tindak kekerasan secara seksual seperti pemerkosaan dan sebagainya,
- Tindak kekerasan secara penelantaran seperti tidak diperhatikan dan sebagainya.
Semua pelaku tindak kekerasan ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk disembuhkan, berapa lama waktu itu tergantung dari seberapa dahsyat tindak kekerasan yang dia lakukan.
Ternyata ada tindak kekerasan yang lain yang tidak kelihatan secara jelas / terselubung, misalnya :
- Orang tua terlalu memaksakan keinginannya kepada anak, penelantaran terhadap anak.
- Tindak kekerasan secara rohani, contohnya orang dituntut untuk sempurna, orang dituntut untuk pelayanan sehingga tidak ada waktu untuk keluarga.
Hal-hal yang dapat mengurangi atau mencegah tindak kekerasan di sekitar kita:
- Perlu ada suatu pengertian dari apa yang akan kita lakukan hari ini.
- Perlu dihadapi dan jangan didiamkan, karena perlu disembuhkan.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menolong pelaku tindak kekerasan yang sudah sadar dan bertobat :
- Mendukung dia untuk tetap menjaga dan mengendalikan diri.
- Memberi nasihat, jadi saat dia mau ‘meledak’, dia bisa menelepon teman dan sharing kepada temannya.
- Mendukung didalam doa.
Firman Tuhan: Mazmur 11:5B, "Tuhan membenci orang yang mencintai kekerasan".
Penderitaan yang dialami oleh korban tindak kekerasan, adalah pada batin atau hatinya. Untuk menyembuhkannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Ada salah seorang korban yang menyalahkan diri sendiri, sehingga dia menjadi korban dari tindak kekerasan. Sebenarnya yang bersalah itu tetap pada pelakunya dan korban hanya sebagai pemicu dari tindak kekerasan.
Seringkali kita menyalahkan Tuhan seolah-olah Tuhan tidak menolong kita saat terjadi tindak kekerasan. Padahal sebenarnya Tuhan itu mengasihi manusia dan Tuhan ingin manusia saling mengasihi dan memerhatikan, bukannya saling menyakiti. Kalau itu diizinkan oleh Tuhan, maka Tuhan punya rencana sendiri.
Keluarga korban juga ikut menanggung derita akibat tindak kekerasan, tetapi keluarga harus menolong korban. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menolong si korban :
- Keluarganya harus lebih kuat dari korban, untuk melindungi.
- Keluarga harus bangkit mencari bantuan kepada sesama orang beriman, konselor dan sebagainya.
- Korban memunyai kemauan yang keras untuk sembuh.

Tindakan pertolongan yang bisa dilakukan oleh orang lain atau konselor :
- Mendengarkan ceritanya.
- Memercayai apa yang telah terjadi.
- Mendampingi orang itu didalam pemulihannya.
- Mendorong dia untuk bisa mengampuni pelaku tindak kekerasan.
Tanda-tanda dari korban tindak kekerasan yang sudah pulih, memang tidak kelihatan secara fisik, tetapi bisa kelihatan bahwa bebannya sudah terlepas, tidak tertekan lagi dan saat menghadapi sesuatu tidak mudah tersinggung, tidak menyimpan dendam karena hatinya sudah damai.
Langkah-langkah yang dilakukan korban agar tidak terjadi untuk yang kedua kalinya :
- Membuat batasan dengan pelaku atau menjaga jarak.
- Mengenali kelemahan diri supaya tidak diperalat oleh orang lain.
- Memutus hubungan, jika penderitaan yang dialami sudah begitu dahsyat.
Firman Tuhan: "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan ; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!" (Roma 12:17).
Jadi penyelesaiannya adalah "Pengampunan".
*) Salah seorang narasumber Telaga yang berdomisili di Malang


PERTANYAAN :
Saya memunyai seorang teman, dia mengalami depresi berat, dia merasa tidak memiliki teman, merasa Tuhan mengambil segala sesuatu yang baik dari hidupnya, segala sesuatu yang menyenangkan. Dia merasa trauma berhubungan dengan manusia, merasa semua orang akan mengkhianati dia atau menolak dia. Ini dikarenakan sejumlah kasus yang terjadi sebelumnya dan saya merasa teman saya ini "sliping deeper and deeper into depression" dan saya tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak mau ke psikiater, dia juga tidak mau konseling, sudah beberapa kali konseling sebelumnya tapi semuanya gagal. Tolonglah !!
Salam : Bapak SLM JAWABAN :
Selamat pagi Bapak SLM,
Baik, untuk kasus teman Bapak, saya menyarankan untuk Bapak sebagai teman yang dekat dengan beliau sebaiknya:
- Ajak dia bercerita, hindari memberikan kritik atau menghakimi, coba tunjukkan hal-hal positif dari dirinya dan peristiwa yang dilaluinya.
- Dorong untuk menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaannya.
- Ajak dia berolahraga, bermain musik atau apapun yang menjadi hobbynya.
- Bantu ciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan (tenang, penuh apresiasi, kata-kata positif dan tidak membuat stres).
- Dukung dia dengan besarkan hatinya: beri penghargaan dan pujian atas hal-hal positif yang dimilikinya.
- Dorong untuk selalu bersyukur setiap hari, dengan belajar menuliskannya pada buku catatan harian (berisi suasana hatinya hari ini dan hal-hal apa saja yang dia syukuri hari ini) kemudian lihat dan beri tanggapan positif.
- Sabar dan konsisten. Hal menolong penderita depresi bukan hal yang mudah, butuh kesabaran dan kegigihan Anda.
Orang yang mengalami depresi sering tidak sadar atau tidak tahu kalau dirinya menderita depresi. Mereka juga sering merasa sudah tidak ada harapan atau bisa juga merasa malu dan menganggap bahwa depresi bisa diatasi dengan kemauan kuat dari dirinya tanpa pertolongan orang lain. Padahal depresi jarang sembuh tanpa pengobatan, bahkan sering menjadi lebih buruk. Oleh karena itu saya juga menyarankan agar Bapak sesegera mungkin membawa teman Bapak ke Psikiater atau lebih bagus lagi sekalian berobat ke RSJ, karena tidak hanya menyediakan konsultasi, tapi juga obat-obatan anti depresan dan okupasi (pelatihan pengembangan diri agar diterima di masyarakat). Apabila posisi Bapak berada di daerah Bandung, bisa ke GRHA ATMA di Jl. R.E.Martadinata – (022) 4203651; RSJ Prov.Jawa Barat, Jl.Kol Masturi Km.no.7 – (022) 2700260; RSJ Bandung, Jl. R.S. Martadinata no.11 – (022) 4203651.
Pengalaman yang saya temui di RSJ atau klinik kejiwaan, mereka semua yang dirawat inap memang semuanya datang tidak dengan kesadarannya sendiri. Semuanya dibawa paksa, bahkan semua pasien mengaku tidak sakit dan berkata jika keluarga mereka nanti akan menjemput mereka lagi. Kalau saran dari saya, tolong tetap usahakan hubungi pihak media kejiwaan atau Bapak bisa kontak nomor ini (081222333018) – "Blessing Counseling and Care Centre", Bandung. Bapak dapat menghubungi nomor itu dulu dan menanyakan apakah dapat memanggil konselor datang ke rumah. Nanti Bapak dapat menceritakan masalahnya, semoga ada jalan keluar untuk menolong dia.
Berikut juga saya lampirkan gejala-gejala depresi, agar jika hampir keseluruhan gejala muncul, Bapak bisa sesegera mungkin membawa ke Rumah Sakit Jiwa terdekat untuk segera ditangani agar tidak telanjur parah.
- Merasa sedih atau tidak bahagia
- Hal-hal kecil sudah membuat frustrasi atau sangat terganggu
- Kehilangan minat atau kesenangan terhadap kegiatan sehari-hari
- Tidak bisa tidur atau kebanyakan tidur (tidur terus)
- Kehilangan dorongan seksual
- Perubahan nafsu makan, bisa kehilangan nafsu makan dan menjadi kurus atau bertambah nafsu makan dan menjadi kegemukan
- Mudah meledak marah atau sangat mudah tersinggung
- Berpikir pelan, berbicara pelan dan lemah, begitu pula ketika bergerak atau menggerakkan bagian tubuhnya
- Sulit mengambil keputusan, kurang konsentrasi, mudah terganggu konsentrasinya, sulit mengingat
- Selalu merasa lelah, lemah dan kehilangan tenaga, bahkan sebuah kegiatan kecil terasa sangat berat dan memerlukan banyak tenaga
- Merasa tidak berharga, merasa selalu bersalah dan selalu memikirkan kegagalan atau kesalahan masa lalu
- Sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri
- Tiba-tiba menangis tanpa sebab yang jelas
- Gangguan fisik yang tidak jelas penyebabnya, seperti sakit kepala atau sakit punggung
Semoga jawaban saya membantu Bapak SLM. Terima kasih.
Salam: Andrew A. Setiawan
JUDUL – JUDUL REKAMAN TELAGA KATEGORI "MASALAH HIDUP"
T 045 Menjahit Masa Laluku (I + II)
T 096 Menghadapi Bencana / Memelihara Relasi Kerja
T 168 Mengatasi Krisis / Menyalahkan Orang
T 206 Pertolongan Bagi Korban Bencana / Bimbingan Rohani Bagi Korban Bencana
T 365 Sumber dan Dampak Kecemasan / Langkah Pemulihan dari Kecemasan
T 385 Profil Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga (I + II)
T 412 Kepanikan / Kecemasan
T 508 Apa yang Tuhan Lakukan Tatkala Hal Buruk Menimpa Orang Baik? / Sewaktu yang Diharapkan Mengecewakan
T 570 Dimanakah Tuhan Ketika Penderitaan Terjadi? / Mengalami Tuhan di Tengah Penderitaan

"CHILD GROOMING":
KETIKA KEPERCAYAAN ANAK DISALAHGUNAKAN
Oleh: Ibu Enny Dewi, S.E., M.Th. *)
"Child grooming" adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan secara terencana oleh orang dewasa ("groomer" atau predator) untuk membangun hubungan, kepercayaan serta keterikatan emosional dengan anak atau remaja, dengan tujuan akhir melakukan pelecehan atau eksploitasi seksual.
"Grooming" biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Pelaku dapat membangun hubungan secara perlahan sehingga anak merasa nyaman, aman, bahkan menyayangi dan memercayai pelaku. Karena itu, ‘grooming’ sering kali sulit dikenali, baik oleh anak maupun orang dewasa di sekitarnya.
Pelaku "grooming" dapat berasal dari orang yang dikenal maupun orang yang baru dikenal anak. Mereka dapat berupa anggota keluarga, teman keluarga, guru, pelatih, pengasuh, pembimbing, maupun seseorang yang ditemui anak melalui internet. Penting juga dipahami bahwa "grooming" tidak hanya dilakukan oleh laki-laki. Perempuan juga dapat menjadi pelaku. Karena itu, kewaspadaan tidak seharusnya didasarkan pada jenis kelamin seseorang, tetapi pada pola perilaku dan relasi yang dibangun dengan anak.
Dalam proses "grooming", pelaku biasanya berusaha mendapatkan kepercayaan anak. Ia mungkin memberikan perhatian khusus, hadiah, pujian atau menawarkan bantuan. Pelaku juga dapat membuat anak merasa istimewa dengan mengatakan bahwa anak tersebut lebih dewasa atau lebih mengerti dibandingkan anak-anak lain. Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku secara bertahap dapat menguji dan melanggar batas-batas pribadi anak, misalnya melalui sentuhan, pembicaraan seksual, permintaan untuk merahasiakan hubungan, atau komunikasi pribadi melalui media sosial dan aplikasi pesan.
Salah satu ciri yang perlu diperhatikan adalah munculnya rahasia yang tidak sehat. Pelaku dapat mengatakan, "Ini rahasia kita," atau membuat anak takut menceritakan apa yang terjadi. Anak mungkin merasa bingung, bersalah, takut dimarahi, atau khawatir hubungan dengan orang yang disayanginya akan berakhir jika ia berbicara. Inilah yang membuat "grooming" sangat berbahaya: anak bukan hanya menghadapi tindakan yang tidak pantas, tetapi juga mengalami manipulasi emosional.
Perkembangan teknologi membuat proses "grooming" juga dapat terjadi secara ‘online’. Pelaku dapat mendekati anak melalui media sosial, permainan daring, atau ‘platform’ komunikasi. Hubungan dapat dimulai dari percakapan yang tampaknya biasa, kemudian berkembang menjadi hubungan yang semakin pribadi. Karena pelaku tidak selalu menunjukkan identitas sebenarnya, anak dapat merasa sedang berbicara dengan seseorang yang sebaya atau seseorang yang dapat dipercaya.

Pencegahan "child grooming" bukan berarti mengajarkan anak untuk takut kepada semua orang. Anak justru perlu dibekali kemampuan mengenali batas tubuh, batas pribadi, sentuhan yang membuatnya tidak nyaman, serta rahasia yang tidak sehat. Anak perlu mengetahui bahwa mereka berhak berkata "tidak", menjauh dari situasi yang membuat mereka tidak nyaman dan menceritakan apa yang terjadi kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.
Orang tua dan orang dewasa di sekitar anak juga memiliki peran penting. Kita perlu memerhatikan perubahan perilaku anak, hubungan yang terlalu eksklusif dengan orang dewasa tertentu, pemberian hadiah yang berlebihan, komunikasi rahasia atau penggunaan gawai yang tiba-tiba menjadi sangat tertutup. Namun, tanda-tanda tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti terjadinya "grooming". Yang penting adalah menciptakan lingkungan di mana anak merasa aman untuk bercerita dan tidak takut disalahkan.
Pada akhirnya, perlindungan anak bukan hanya tentang mengajarkan anak berkata "jangan", tetapi juga memastikan bahwa ada orang dewasa yang bersedia mendengarkan, memercayai dan melindungi mereka. Anak membutuhkan relasi yang aman agar mereka dapat mengenali ketika seseorang sedang menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Mazmur 82:3–4, mengatakan "Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang-orang sengsara dan orang yang kekurangan!"
Karena itu, mencegah "child grooming" merupakan tanggungjawab bersama, bukan hanya orang tua, keluarga, tapi juga sekolah, gereja, komunitas dan masyarakat.
*) Salah seorang konselor PKTK Sidoarjo yang berdomisili di Surabaya




MENGENANG KEDAHSYATAN TUHAN Oleh: Bp. Heman Elia (Alm.)
"Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?" (Kel. 15:24)

Tatkala berada dalam tekanan hidup yang berat, adakalanya saya sudah tidak berani menatap masa depan. Saya berseru dan memohon belas kasihan Tuhan. Berharap Tuhan melepaskan saya selekasnya dari beban derita. Saya percaya Tuhan menyertai dan peduli. Namun di sisi lain, saya mulai bertanya-tanya tentang kebaikan dan pemeliharaan Tuhan. Ketenangan pun akhirnya saya peroleh ketika mengenang berbagai peristiwa ajaib yang Tuhan hadirkan dalam hidup saya. Saya yakin bahwa ketika krisis pun Tuhan tetap menyertai saya.
Umat Israel panik ketika tiga hari mereka tidak minum. Mendapati air yang pahit di Mara, mereka pun protes kepada Musa. Perbuatan ajaib Tuhan yang baru saja membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir seolah tiada artinya. Padahal mereka terlindung dari sepuluh tulah yang menimpa bangsa Mesir. Tuhan pun membelah Laut Merah agar mereka dapat menyeberang, lalu menenggelamkan seluruh pasukan Mesir setelah mereka tiba di seberang. Tiang awan tatkala siang dan tiang api saat malam setia memimpin mereka. Seluruh umat tidak kelaparan oleh manna yang tercurah dari langit. Semua kedahsyatan itu tidak berbekas dalam ingatan hanya gara-gara krisis yang tidak sebanding.
Maksud Tuhan menghadirkan krisis adalah untuk menguji Israel (ay.25b). Tuhan menuntut kesetiaan dan ketaatan (ay.26). Tuhan juga menghendaki kita tenang dan bersandar pada-Nya saat krisis melanda. Mari mengenang kebaikan-Nya. Tetaplah yakin bahwa Tuhan itu baik. Ia menyertai setiap anak-Nya dalam tiap krisis.
Mengenang dahsyatnya penyertaan Tuhan sembari mengucap
syukur niscaya memberi kekuatan ketika kita menghadapi krisis
POKOK DOA (Agustus 2026)
Delapan bulan di tahun 2026 telah kita lewati dengan pertolongan dan pimpinan-NYA. Pada bulan Merah – Putih, dimana bendera dikibarkan sebulan penuh, ada berbagai kejadian yang telah kita lewati, antara lain bencana alam (gempa bumi) di P.Flores, kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Kalimantan, Sumatera dan sebagian wilayah Sulawesi serta musim kemarau yang membawa dampak cukup memrihatinkan. Di bawah ini ada beberapa pokok doa syukur dan permohonan sebagai berikut :
- Bersyukur ada 5 buku Telaga-3 yang berjudul "Hidup Tanpa Penyesalan: Memilih Pasangan Hidup" telah dibeli oleh Sdri. Erika Juliana Girsang yang tinggal di Pekan Baru – Riau. Kemudian ada 7 buku Telaga-3 yang dipesan oleh Ibu Liena Suwito dari Tangerang Selatan, Banten. Biarlah isi buku ini benar-benar bermanfaat bagi yang membacanya.
- Karena keterbatasan dana di Telaga, maka 5 radio yang biasanya dikirimi dana partisipasi (bulan Mei dan Juni 2026, Juli dan Agustus 2026) terpaksa ditunda sampai Tuhan mengatur agar ada dana yang cukup.
- Doakan agar bila Tuhan kehendaki, ada tambahan rekaman Telaga dalam triwulan ke-3 tahun 2026 ini.
- Doakan untuk beberapa radio yang mengalami permasalahan, yaitu Suara Pembaruan FM di Waingapu (transmitter yang bermasalah); Kristal J-2 di Jayapura yang belum mengadakan siaran langsung karena server hosting penyedia bermasalah; demikian pula Swaranusa Bahagia AM di Jayapura yang masih memutar lagu saja atau kadang me’relay’ dari radio Bahana Sangkakala FM.
- Kita tetap doakan untuk penanganan berbagai permasalahan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, kiranya pemerintah setempat dapat bekerjasama untuk mengatasinya agar masyarakat yang terdampak dapat segera ditolong. Demikian pula untuk Presiden, Wakil Presiden, para menteri dan wakil menteri yang jumlahnya cukup banyak dapat bekerjasama dengan baik, khususnya memasuki bulan September 2026.
- Doakan untuk masyarakat di beberapa daerah dimana pada musim kemarau ini mereka harus menempuh perjalanan cukup jauh, 2 sampai 5 km. untuk mendapatkan air bersih, demikian pula dampak kebakaran hutan dan lahan serta asap di Kalimantan dan beberapa wilayah Sumatera serta Sulawesi. Para relawan juga ikut mengatasi permasalahan ini.
- Bersyukur atas pertolongan Tuhan untuk seluruh konselor dan tim Telaga Kehidupan hingga sampai hari ini masih bisa melayani setiap jiwa yang Tuhan percayakan.
- Doakan untuk pelayanan Ibu Anita Sieria dan Bapak Victor Gunadi, mewakili Telaga Kehidupan dalam ‘talk show’ berjudul "Tresno lan Citro" di GKI Ngagel, Surabaya pada tanggal 12 September 2026. Tuhan memimpin dan menolong agar supaya acara dapat berjalan dengan baik dan semua yang hadir terberkati..
- Bersyukur untuk penambahan beberapa klien baru yang Tuhan percayakan, kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada para konselor dalam memberikan layanan konseling sesuai dengan kebutuhan setiap klien.
- Doakan untuk proses perpindahan kantor Pusat Konseling Telaga Pengharapan ke Demang Mulia I/10 Jember agar dapat berjalan baik dan lancar. Kiranya Tuhan menolong dalam proses pemindahan barang, penataan serta pembuatan dan sosialisasi profil baru Telaga Pengharapan sehingga seluruh proses dapat dipersiapkan dan dikerjakan dengan baik. Kiranya kehadiran Pusat Konseling Telaga Pengharapan di tempat yang baru dapat menjadi berkat dan membawa dampak yang baik bagi banyak orang.
- Doakan untuk Ev. Sri Wahyuni, konselor Telaga Pengharapan yang akan mengikuti Retreat Sun Paper Source pada tanggal 7 – 9 Oktober 2026, yang telah dijadwalkan kembali oleh Sahabat Seperjalanan. Kiranya kondisi kawasan Bromo pasca kebakaran semakin kondusif sehingga seluruh rangkaian retreat dapat berjalan dengan baik. Doakan juga agar setiap peserta, pembicara dan fasilitator dapat memersiapkan diri dengan baik serta Tuhan menyertai setiap proses persiapan hingga pelaksanaan retreat.
