Skip to main content

Memahat Anak

Artikel “Memahat Anak” membahas tentang bagaimana beberapa aspek negatif dalam karakter anak mungkin merupakan bagian dari kepribadian yang berakar pada sifat bawaan. Usaha untuk mengubah perilaku anak yang sulit tersebut dilakukan dengan memberikan tekanan agar berhenti dan memberinya kepercayaan untuk tidak mengulangi perbuatannya, seperti dalam kasus Petrus yang sering berbohong. Tujuan utamanya adalah mengurangi sifat tersebut dengan membingkai masalah secara pribadi, menekankan dampak perbuatannya pada orang lain dan dirinya sendiri, sambil memberikan kepercayaan untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara yang lebih sehat.

  • Karakter anak
  • Sifat bawaan
  • Perilaku buruk
  • Petrus
  • Yohanes 21:15-17
  • Beberapa aspek negatif dalam karakter anak mungkin merupakan bagian dari sifat bawaan.
  • Mengubah perilaku anak yang sulit dilakukan dengan memberikan tekanan dan kepercayaan.
  • Membingkai masalah secara pribadi menekankan dampak perbuatan pada orang lain dan dirinya sendiri.

Play Audio

Berita Telaga
Edisi No. 35 /Tahun III/ Juli 2007/


Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK)
Sekretariat: Jl. Cimanuk 58 Malang 65122 Telp./Fax.:0341-493645 Email: telaga@indo.net.id
Website: http://www.telaga.org Pelaksana: Melany N.T., Dewi K. Megawati
Account :BCA Cab. Malang No. 011.1658225 a.n. Melany E. Simon


MEMAHAT ANAK

Ibarat batu, kadang kita menemukan karakter anak yang negatif dan susah diubah. Misalnya, ada anak yang terlalu mudah menyerah, ada yang mau menang sendiri dan tidak rela mengalah, ada yang cepat berbohong dan berpura-pura, ada yang mudah cemas, ada yang mudah marah, dan sebagainya. Kita telah memastikan bahwa sifat itu bukanlah reaksi atau akibat didikan dan perlakuan kita terhadapnya. Segala cara telah kita gunakan namun tidak membuahkan hasil.

Apa yang terjadi? Bagian yang keras merupakan bagian dari kepribadiannya yang berakar dari sifat bawaannya. Mudah menyerah menandakan ia adalah anak yang tidak tahan dengan stres yang berkepanjangan; mau menang sendiri menandakan bahwa ia berkemauan keras, cepat berbohong dan berpura-pura menandakan ia cerdik dan kreatif namun malas, mudah cemas berarti ia tidak tahan dengan ketegangan dan memerlukan kepastian untuk membuatnya tenang, mudah marah berarti metabolismenya cepat dan energinya tinggi.

  • Ada bagian anak yang lunak (mudah dibentuk) namun ada bagian anak yang keras (sulit dibentuk). Bagian yang keras ini harus dipahat-dikikis sedikit demi sedikit secara berhati-hati agar tidak rusak dan hancur. Pengikisan melalui dua tindakan: memberinya tekanan agar menghentikan perilaku buruknya dan memberinya kepercayaan untuk tidak mengulangnya. Misalnya dalam kasus anak berbohong, kita menegur perbuatannya dan memberinya sanksi. Setelah itu kita memberinya kepercayaan bahwa sesungguhnya ia berniat baik namun telah memanfaatkan cara yang salah.
  • Mungkin kita tidak dapat menghilangkan sifat itu seluruhnya, namun kita dapat menguranginya. Setidaknya kita dapat membuatnya melihat hal itu sebagai masalah yang harus ia hadapi, sebagai problem pribadinya pula.
  • Bagian yang keras itu sukar hilang sebab menguntungkannya: ia memperoleh apa yang ia inginkan. Itu sebabnya kita mesti memikirkan apa keuntungannya itu dan mengajarkannya untuk mendapat-kan yang ia inginkan dengan cara lain yang lebih sehat.
  • Contoh kasus adalah Petrus. Ia sering berbuat dan berbicara tanpa berpikir panjang. Tuhan sudah memperingatkannya namun ia tidak memperhatikannya. Setelah penyangkalannya, Tuhan datang kepadanya dan bertanya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi aku lebih daripada mereka ini?" (Yohanes 21:15-17) Di sini kita melihat Tuhan menjadikan masalah itu sebagai masalah pribadi. Kepada anak pun kita perlu melakukan hal yang sama: Membingkai masalahnya secara pribadi, yakni apa dampak perbuatannya pada orang lain dan kita. Namun Tuhan memberikan Petrus kepercayaan untuk menggembalakan domba-domba-Nya.

MENGENAL LEBIH DEKAT

Mengawali Bulan Juli 2007 kita patut mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang mengizinkan Telaga untuk disiarkan oleh satu radio lagi yaitu Radio Swara Petani Pamona (RASTA) FM, di Pamona Utara - Poso. Saat ini radio RASTA masih sedang dalam pengurusan Akta Pendirian dan secara faktual sudah terkoordinasi dengan pihak KPID Sulteng. Pengelolaan RASTA FM di bawah pendampingan sekaligus di bawah tanggungjawab LSM Wasantara Tentena. Telaga disiarkan setiap hari Sabtu pk.10.00 dan pk. 17.00 WITA dengan durasi 1 jam. Radio ini mengudara pada frekuensi 102,1 MHZ dan menjangkau kecamatan Pamona Utara, Pamona Barat dan Pamona Selatan.


KEUANGAN

Pemasukan bulan ini:
Sumbangan dari Ibu Indrawati Rp. 300.000,00
Royalty booklet (Lit.SAAT) Rp. 1.989.175,00
Hasil penjualan kaset dll. Rp. 364.400,00
Total pemasukan sebesar Rp. 2.653.575,00
Pengeluaran TELAGA bulan ini Rp.7.154.082,00

DOAKANLAH

  1. Bersyukur pada bulan Juli 2007 ini ada 2 radio yang mulai menyiarkan program TELAGA, yaitu Radio Komunitas SUARA KASIH (SUAKA) FM. di Ambarawa - Jawa Tengah dan Radio SWARA KASIH AM. di Sangihe - Sulawesi Utara. Satu Radio Komunitas Muria FM. juga menawarkan kerjasamanya dan ini merupakan radio ke-36. TELAGA akan mulai disiarkan pada bulan Agustus 2007 yad.

  2. Bersyukur 1 judul booklet ("Pubertas II, Mitos atau Realitas") telah selesai digarap dan diserahkan kepada Metanoia Publishing.

  3. Bersyukur brosur TELAGA yang baru sudah selesai dan mulai disebarluaskan.

  4. Doakan untuk peralatan penggandaan kaset dan CD, agar dalam waktu dekat ini bisa memenuhi permintaan yang cukup banyak dari VISI Bookstore di Bandung.

  5. Bersyukur untuk pencetakan ulang 6 judul booklet yang diterbitkan oleh Literatur SAAT.

  6. Bersyukur dalam 2 bulan ini (Juni & Juli 2007) ada sumbangan dari NN di Malang sebesar Rp. 2.000.000,-, Kel. Tan Siok Liat di Semarang sebesar Rp. 500.000- dan Ibu Indrawati T. sebesar Rp. 300.000,-.

  7. Bersyukur untuk sumbangan berupa 300 keping CD yang diterima dari Radio Star FM. di Pandaan.

JUDUL KASET/CD TERBARU

T222 Tangga ke Rumah (I)
Tangga ke Rumah (II)
T223 Tangga ke Rumah (III)
Mencabut Duri Pernikahan
T224 Tragedi pada Anak (I)
Tragedi pada Anak (II)