Skip to main content

Kepemimpinan dalam Keluarga

Untuk menjadi pemimpin dalam keluarga, laki-laki perlu menyadari bahwa kepemimpinan yang dimaksudkan Tuhan adalah melayani, bukan memerintah. Hal ini melibatkan kesadaran diri terhadap kelemahan, terutama keengganan untuk mengakui keterbatasan diri dan kebutuhan bantuan. Laki-laki harus melengkapi istri dengan menolong dalam kelemahannya, meminta pertolongan istri, dan memimpin dengan keteladanan, selalu berdasarkan kehendak Tuhan. Dengan demikian, laki-laki dapat membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan.

  • Kepemimpinan
  • Melayani
  • Kelemahan
  • Keterbatasan
  • Keteladanan
  • Tuhan
  • Laki-laki harus menyadari bahwa kepemimpinan yang dimaksudkan Tuhan adalah melayani, bukan memerintah.
  • Laki-laki harus melengkapi istri dengan menolong dalam kelemahannya.
  • Laki-laki harus meminta pertolongan istri, terutama dalam hal yang merupakan kelemahannya.
  • Laki-laki harus memimpin dengan keteladanan, selalu berdasarkan kehendak Tuhan.