Untuk menjadi pemimpin dalam keluarga, laki-laki perlu menyadari bahwa kepemimpinan yang dimaksudkan Tuhan adalah melayani, bukan memerintah. Hal ini melibatkan kesadaran diri terhadap kelemahan, terutama keengganan untuk mengakui keterbatasan diri dan kebutuhan bantuan. Laki-laki harus melengkapi istri dengan menolong dalam kelemahannya, meminta pertolongan istri, dan memimpin dengan keteladanan, selalu berdasarkan kehendak Tuhan. Dengan demikian, laki-laki dapat membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan.
- Kepemimpinan
- Melayani
- Kelemahan
- Keterbatasan
- Keteladanan
- Tuhan
- Laki-laki harus menyadari bahwa kepemimpinan yang dimaksudkan Tuhan adalah melayani, bukan memerintah.
- Laki-laki harus melengkapi istri dengan menolong dalam kelemahannya.
- Laki-laki harus meminta pertolongan istri, terutama dalam hal yang merupakan kelemahannya.
- Laki-laki harus memimpin dengan keteladanan, selalu berdasarkan kehendak Tuhan.