Skip to main content

Belajar Rendah Hati

Artikel ini membahas mengenai kerendahan hati, yang bukan berarti sikap tubuh merendah, melainkan sikap hati yang tidak mementingkan diri sendiri dan mengedepankan kepentingan orang lain. Orang yang rendah hati akan mencari kepentingan orang lain, bersedia berkorban, dan menomorduakan diri, berbeda dengan orang yang tinggi hati yang menomorsatukan diri, beranggapan diri lebih utama, dan menuntut perlakuan khusus. Kerendahan hati menekankan penerimaan terhadap perlakuan yang sama dengan orang lain serta mengapresiasi sumbangsih orang lain.

  • Kerendahan hati
  • Orang yang tinggi hati
  • Kepentingan orang lain
  • Tidak mementingkan diri
  • Perlakuan khusus
  • Menomorduakan diri
  • Sumbangsih
  • Filipi 2:3
  • Kerendahan hati bukanlah sikap tubuh, melainkan sikap hati yang tidak mementingkan diri sendiri.
  • Orang yang rendah hati akan mencari kepentingan orang lain dan menomorduakan diri, sementara orang yang tinggi hati menomorsatukan diri dan menuntut perlakuan khusus.
  • Kerendahan hati menekankan penerimaan terhadap perlakuan yang sama dan apresiasi terhadap sumbangsih orang lain.

Play Audio

Berita Telaga Edisi No. 107 /Tahun X/ September 2013


Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK) Sekretariat: Jl.Cimanuk 56 Malang 65122 Telp.: 0341-408579, Fax.:0341-493645 Email: telagatelaga.org Website: http://www.telaga.org Pelaksana: Melany N.T., Dewi K. Megawati Bank Account: BCA Cab. Malang No. 011.1658225 a.n. Melany E. Simon


 

 

Belajar Rendah Hati

 

 

Tuhan memerintahkan kita sebagai pengikut-Nya untuk hidup dengan penuh kerendahan hati. Sebenarnya apakah kerendahan hati itu?

Pertama, kerendahan hati bukanlah sebuah sikap tubuh yang merendah-rendah. Di dalam banyak budaya, sikap merendahkan tubuh dianggap sebagai kerendahan hati. Sesungguhnya kerendahan hati bukanlah sikap tubuh melainkan sikap hati, yang tidak mementingkan diri, malah mengedepankan kepentingan orang lain. Marilah kita lihat dengan saksama ciri orang yang rendah hati sebagaimana diuraikan di Filipi 2:3 dengan cara mengkontraskannya dengan sikap orang yang tinggi hati, "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia . . . menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri."

  • Orang yang tinggi hati akan mencari kepentingan diri sendiri, sedangkan orang yang rendah hati akan mencari kepentingan orang lain. Orang yang tinggi hati akan selalu berpikir, ?Apa untungnya buat saya?? Dengan kata lain, orang yang tinggi hati sukar melakukan sesuatu murni untuk kepentingan orang lain. Sebaliknya, orang yang rendah hati bersedia berkorban melakukan sesuatu yang tidak berkaitan atau tidak memberi keuntungan bagi dirinya.

  • Orang yang tinggi hati akan menomorsatukan diri sedangkan orang yang rendah hati berupaya menomorduakan dirinya. Orang yang tinggi hati beranggapan bahwa ia lebih utama dan lebih baik dari orang lain. Itu sebabnya orang yang tinggi hati sering kali menuntut perlakuan khusus atau istimewa sebab ia beranggapan ia tidak sama dengan orang lain. Ia berharap orang akan membebaskannya dari kewajiban yang biasanya dituntut pada kebanyakan orang oleh karena baginya, ia bukanlah orang biasa. Sebaliknya, orang yang rendah hati tidak melihat dirinya sebagai orang yang istimewa dan selayaknya menerima perlakuan khusus. Ia akan menempatkan dirinya sejajar dengan yang lain, bahkan ia cepat menghargai sumbangsih orang. Dengan kata lain, orang yang rendah hati cepat melihat keistimewaan orang lain dan lambat melihat keistimewaan dirinya. Sudah tentu ini tidak berarti bahwa ia buta terhadap dirinya, tidak ! Ia tahu Yang kami kasihi, siapa dirinya — kekuatan dan kelemahannya, namun baginya, tidaklah penting untuk menonjolkan kekuatannya. Baginya justru yang penting adalah bagaimana ia dapat menolong orang lain mengembang-kan diri sehingga akan lebih banyak orang yang dapat melakukan apa yang baik bagi sesama dan Tuhan.

Oleh : Pdt.Dr. Paul Gunadi

Audio dan transkrip bisa didapatkan melalui situs TELAGA dengan kode T250 A

 


 

 

Doakanlah

 

  1. Bersyukur untuk sumbangan yang diterima dari Komisi Misi G.K.Im Ka Im Tong di Bandung sebesar Rp 6.000.000,-.

  2. Bersyukur untuk royalty yang diterima dari P.T.Visi Anugerah Indonesia sehubungan dengan penjualan buku ?Memahami Remaja dan Pergumulannya? periode Januari – Juni 2013.

  3. Bersyukur untuk 12 judul baru yang telah direkam selama Bp. Paul Gunadi 1 bulan berada di Malang. Doakan untuk pengeditan, pencatatan transkrip dll.

  4. Doakan untuk tim rekaman dengan Ev. Sindunata Kurniawan, M.K. yang akan melanjutkan dan menyelesaikan judul rekaman yang telah dimulai 2 bulan yl.

  5. Bersyukur untuk tambahan 3 artikel yang dijual dalam bentuk buku digital atau eBook di P.T.Mahoni. Tiga judul tersebut adalah ?Mengampuni Diri?, ?Orang Tua Tunggal? dan ?Anak, Uang dan Tanggungjawab?. Doakan untuk penjualan dalam bentuk buku digital ini agar bisa menjadi berkat bagi orang-orang yang memerlukannya.

  6. Bersyukur untuk kelahiran seorang putri yaitu anak ke-2 dari Bp.&Ibu Ev. Andrew Kristanto (atau cucu dari Bp.& Ibu Edhie Santosa) pada tgl. 12 September 2013 yang diberi nama Chloe Ecclesia Kristanto.

  7. Pada tgl. 7 September yl. Tuhan telah memanggil pulang Bp. Emille Gunadi, S.H., ayah dari Bp. Paul Gunadi dalam usia 84 tahun di Jakarta. Jenasah telah dimakamkan pada tgl. 11 September 2013. Doakan agar penghiburan-Nya dapat dirasakan oleh seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.

  8. Bersyukur untuk penerimaan dana dari donatur tetap dalam bulan ini, yaitu dari :

           001 – Rp 100.000,-
           011 – Rp 1.500.000,- untuk 3 bulan.
           015 – Rp 150.000,-

 


 

 

Telaga Menjawab

 

Tanya?

Saya baru mengetahui tentang situs ini setelah 'googling' dengan mengetikkan kata kunci "direstui orang tua". Ya, saya sedang mengalami masalah, hubungan saya dengan pacar saya tidak direstui oleh orang tua. Alasan mereka sih klasik, yait