Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda sesuai tahap perkembangannya, sehingga orangtua perlu memahami dan mendukung kebutuhan tersebut untuk membantu anak berkembang secara optimal. Pada masa prasekolah, fokuslah pada cara belajar dan kemandirian, sedangkan di sekolah dasar dan remaja, dorong anak untuk mengembangkan pola belajar mandiri, menghargai minat dan bakat mereka, serta menyediakan dukungan yang dibutuhkan tanpa menghambat kemandirian. Dengan pendekatan yang tepat, orangtua dapat membantu anak menguasai keterampilan belajar dan menjadi pribadi yang mandiri.
- ciri perkembangan
- masa prasekolah
- keterampilan belajar
- baca dan tulis
- pola belajar mandiri
- masa remaja
- minat dan bakat anak
- Setiap tahap perkembangan anak memiliki karakteristik belajar yang unik.
- Orangtua perlu memahami kebutuhan anak sesuai dengan masa pertumbuhannya untuk membantu mengembangkan keterampilan belajar.
- Selama prasekolah, fokus utama adalah mengajarkan cara belajar, bukan sekadar materi.
- Latih anak untuk memulai dan menyelesaikan pekerjaan dengan kegiatan pilihan sendiri.
- Biarkan anak belajar bermain sendiri untuk mengurangi ketergantungan.
- Tanamkan minat baca dan tulis dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan.
- Masa sekolah dasar sangat penting untuk menanamkan pola belajar yang telah dibangun sebelumnya.
- Kembangkan kemampuan baca dan tulis dengan rutin berkunjung ke perpustakaan.
- Bantu anak menyusun jadwal belajar untuk mendorong kemandirian.
- Ajarkan ketekunan dan ketelitian dengan memberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan sendiri.
- Berikan fasilitas yang memadai untuk mendukung mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
- Berikan hadiah dengan bijaksana untuk mengajarkan nilai proses dan prestasi.
- Pada masa remaja, pendekatan orangtua harus berubah total untuk mendukung kemandirian anak.
- Kurangi intervensi langsung dan berikan kebebasan dalam belajar.
- Berikan bantuan hanya jika diminta, dan tidak membuat anak tergantung.
- Perhatikan masalah emosi dan kesehatan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar.
- Hargai minat dan bakat anak, serta bantu mereka memilih jurusan sesuai dengan kemampuan.
- Dengan memahami dan menerapkan kiat-kiat ini, orangtua dapat membantu anak berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan efektif dalam belajar.
Anak kita memiliki ciri perkembangannya yang khas dalam belajar pada tiap masa kehidupannya.
Sebagai orangtua, kita dapat menjadi penolong yang jauh lebih efektif bila kita memahami apa yang dibutuhkan anak kita sesuai dengan masa pertumbuhannya. Berikut akan kami sampaikan beberapa hal yang dapat kita lakukan agar anak-anak kita dapat menguasai keterampilan belajar secara lebih optimal. Pada saat yang sama, kita pun dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Dalam banyak hal, karena kurangnya pemahaman, banyak orangtua tanpa disadari justru menghambat tumbuhnya keterampilan belajar pada anak-anaknya.
MASA PRASEKOLAH
Pada masa prasekolah, yang paling penting bagi seorang anak adalah belajar mengenai bagaimana cara belajar, bukan sekadar belajar isi materi pelajaran. Untuk itu, orangtua dapat membantu melatih anak dengan beberapa cara, antara lain:
-
Melatih anak memulai dan menyelesaikan pekerjaan.
Biarkan anak memilih permainan atau kegiatan tanpa didikte orangtua. Beri kesempatan kepada anak untuk melakukan kegiatannya sampai selesai dan membereskan apa yang sudah dia kerjakan. Usahakan untuk tidak memotong permainan atau kegiatan anak dengan memberikan usulan lain. Biarkan dia menekuni apa yang sedang ia mainkan atau lakukan. -
Melatih anak mengerjakan tugas sendiri.
Hal ini ternyata harus dimulai sejak anak masih bayi. Ketika dia sudah mulai dapat menikmati mainan-mainan sederhana di ranjangnya, orangtua yang baru pertama kali punya anak biasanya akan sangat terdorong untuk selalu menemaninya bermain. Sesungguhnya anak perlu dilatih untuk mengisi waktunya sendiri dan bermain sendiri. Kebiasaan untuk selalu menemani bayi bermain dapat menciptakan kebergantungan pada orang lain. Kebiasaan ini dapat terus melekat menjadi pola belajar yang juga sangat bergantung pada orang lain. -
Melatih anak menyukai baca dan tulis.
Membaca dan menulis adalah dasar dari semua keterampilan belajar. Dengan keterampilan baca dan tulis yang baik, anak dapat masuk ke dalam berbagai bidang pelajaran. Oleh sebab itu, sejak kecil tanamkan minat baca dan tulis yang besar. Biarkan anak membolak-balik buku-buku atau mencoret-coret kertas. Sering-seringlah memberi pujian. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat daripada permainan-permainan elektronik yang tampaknya lebih menarik. Ajaklah anak ke perpustakaan atau toko buku secara rutin dan biasakan untuk mengalokasikan dana untuk membeli buku sebanyak dana untuk membeli mainan. Bacakan cerita-cerita menarik dengan buku di tangan. Sediakan buku-buku menarik sebanyak mungkin segera setelah anak mulai dapat membaca. Terus kembangkan minat anak untuk menulis dengan memberi kesempatan melatih kemampuan motoriknya untuk mencoret-coret atau menyusus abjad-abjad menjadi kata-kata sederhana yang bermakna.
MASA SEKOLAH DASAR
Masa sekolah dasar merupakan masa sangat penting bagi anak-anak untuk mengembangkan dasar-dasar pola belajar yang sudah ditanamkan pada masa prasekolah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk membangun keterampilan belajar anak-anaknya antara lain:
-
Kembangkan kemampuan baca dan tulis.
Terus ciptakan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan baca dan tulisnya. Di tengah ke sibukan anak dengan pelajaran sekolah dan kesibukan orangtua dengan pekerjaan, kebiasaan untuk berkunjung ke perpustakaan perlu terus dihidupkan. Banyak orangtua hanya bersemangat pada masa pra sekolah. Ketika anak sudah di sekolah dasar, kebiasaan baik ini justru ditinggalkan. Lebih baik anak mendapat nilai PR pas-pasan akan tetapi program ini tetap berlangsung. Jika anak terus dipaksa mengerjakan PR dan beban lainnya sehingga tidak sempat membaca dan menulis hal yang ia sukai, anak akan kehilangan sukacita belajar yang justru sangat penting bagi kehidupannya. Dorong semangat anak menulis dengan cara mengirimkan tulisan untuk majalan dinding sekolah atau majalan anak-anak, atau memperkenalkan dengan sahabat pena. -
Bantu anak membangun pola belajar mandiri.
Pola belajar mandiri harus dimulai dengan menyusun jadwal belajar sendiri. Buatlah suatu papan jadwal dengan kartu-kartu kegiatan. Pada tahap awal, temani anak untuk menyusus rencana hariannya sehingga ia dapat memutuskan sendiri kapan mengerjakan kewajibannya dan kapan dia mempunyai waktu bersantai atau mengerjakan apa yang ia sukai. Dengan demikian, anak tidak merasa didikte. Anak juga akan belajar untuk mengerjakan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai namun harus dikerjakan. Perlahan-lahan, latihlah anak untuk mendahulukan tugas yang sulit sehingga dia tidak perlu cemas dan tegang pada malam hari karena tugas belum selesai. -
Ajarkan anak ketekuanan dan ketelitian.
Beberapa orangtua mengataka