Berita TELAGA

Membangun Keintiman Melalui Kepercayaan

Versi printer-friendly
Juli

Berita Telaga
Edisi No. 47 /Tahun IV/ Juli 2008


Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK)
Sekretariat: Jl. Cimanuk 56 Malang 65122 Telp.: 0341-408579, Fax.:0341-493645 Email: telaga@indo.net.id
Website: http://www.telaga.org Pelaksana: Melany N.T., Dewi K. Megawati
Account: BCA Cab. Malang No. 011.1658225 a.n. Melany E. Simon


MEMBANGUN KEINTIMAN MELALUI KEPERCAYAAN

  • Kebergantungan merupakan prasyarat terciptanya: Keintiman (Penyatuan). Pertanyaannya: Mengapa kita takut untuk bergantung? Jawabannya adalah karena kita tidak merasa aman dan kurang percaya pada pasangan kita. Seyogyanyalah rasa percaya bertumbuh secara alamiah melalui pembuktian. Tidaklah realistik mengharapkan pasangan kita mempercayai kita secara membabi buta, kita perlu membuktikan bahwa memang kita layak dipercaya.

  • Membangun kepercayaan melalui:

    1. Memegang janji, tidak berbohong.
    2. Menjalani kehidupan yang benar, tidak berdosa.
    3. Memikirkan kepentingan pasangan dan keluarga - tidak egois.

Membangun Keintiman melalui Harapan dan Tuntutan

  • Keintiman melahirkan harapan dan tuntutan yang akan menambah keterpisahan, jika tidak terpenuhi. Namun harapan dan tuntutan menambahkan keintiman, jika terpenuhi.

  • Memenuhi tuntutan dan harapan dengan cara :

    1. Tuntutan dan harapan akan lebih mudah terpenuhi jika realistik, sesuai dengan kepribadiannya.
    2. Tuntutan dan harapan akan lebih mudah terpenuhi bila jelas, disampaikan secara konkret.
    3. Tuntutan dan harapan akan lebih mudah terpenuhi jika positif, bukan dalam bentuk ancaman namun permintaan tolong.
    4. Tuntutan dan harapan akan lebih mudah terpenuhi bila berhadiah, membuahkan hasil yang dihargai.

Membangun Keintiman melalui Komunikasi

  • Selain melalui pemenuhan harapan dan tuntutan, keintiman dicapai melalui komunikasi.

  • Komunikasi berasal dari akar kata yang sama dengan komunitas yaitu koinonia atau persekutuan.

  • Tujuan berkomunikasi adalah terciptanya keintiman.

  • Ada tiga jenis komunikasi yang menambah keintiman :
    Pertama, komunikasi yang membagikan hidup (sharing): menceritakan hidup sehari-hari.
    Kedua, komunikasi yang membangun (edifying): memfokuskan pada yang positif, bukan yang negatif.
    Ketiga, komunikasi yang penuh kasih (loving): Memperhatikan kepentingan pasangan dan memandang masalah dari perspektifnya.

Oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi

MENGENAL LEBIH DEKAT

Ada satu radio yang masih baru berdiri pada bulan September 2007, menjalin kerjasama untuk menyiarkan program Telaga. Radio ini bernama Radio KERUXON FM. bernaung di bawah Gereja Bethel Tabernakel "Kristus Alfa Omega", Ngesrep - Semarang dan didukung oleh gereja-gereja di Semarang bagian Selatan. Jangkauan siarnya 20 km dan bisa didengarkan pada frekuensi 107,6 MHz. Program Telaga disiarkan setiap hari Selasa dan Jumat pk. 10.00 WIB.


KEUANGAN

Pemasukan bulan ini:
Sumbangan dari:
Bp.Surya & Ibu Wulan,Jkt. Rp. 1.000.000,00
Radio Suara Gratia, Crb. Rp. 200.000,00
Hasil penjualan kaset dll. Rp. 1.784.500,00
Total pemasukan sebesar Rp. 2.984.500,00
Pengeluaran TELAGA bulan ini Rp. 2.898.610,00

DOAKANLAH

  1. Bersyukur untuk sumbangan yang diterima dari Bp. Surya & Ibu Wulan di Jakarta sebesar Rp. 1.000.000,- dan dari Radio Suara Gratia di Cirebon sebesar Rp.200.000,-.

  2. Doakan untuk Radio Pemulihan Kasih FM di Bajawa, Flores. Semula radio ini adalah radio komunitas dan akan menjadi radio sekuler. Mereka sedang memproses Akta Yayasan, yang membutuhkan biaya sekitar Rp. 10 juta. Untuk sementara radio ini tidak diperkenankan beroperasi.

  3. Doakan agar kerjasama dengan Radio Kencana Perkasa FM di Pematang Siantar bisa terwujud dalam waktu dekat ini.

  4. Doakan untuk kerjasama dengan Metanoia Publishing dalam rangka menerbitkan 12 judul booklet yang akan dibuat menjadi 2 buku.

  5. Doakan untuk tim web di YLSA (Yayasan Lembaga Sabda), Solo yang sedang membersihkan dan menstandarisasi struktur data Telaga sebagai langkah awal untuk pindah ke sistim drupal.

  6. Bersyukur atas karunia Tuhan pada Bp./Ibu Geoffrey Wiyanto berupa seorang putra (cucu dari Bp./Ibu Budiwijanto) pada tgl. 17 Juli 2008 yang diberi nama Giovanni Wiyanto.

  7. Doakan untuk Pemerintah Indonesia menjelang Pemilu tahun 2009, khususnya Pilkada yang sudah, sedang dan akan diadakan di berbagai Provinsi, agar dijauhkan dari kerusuhan-kerusuhan.


JUDUL KASET/CD TERBARU

T245 Terapi Bermain
Mengenal Anak Melalui Karyanya
T246 Kudus Dan Setia
Pergaulan Setelah Pernikahan
T247 Apakah Pornografi?
Bahaya Pornografi
T248 Gangguan Skizofrenia
Gangguan Paranoia
T249 Belajar Kepemimpinan Musa
Membangun Kerjasama
T250 Belajar Rendah Hati
Mengikis Ketamakan
T251 Persaingan Antar Anak
Menumbuhkan Saling Tolong Pada Anak
T252 Pasangan Yang Mesti Dihindari (I)
Pasangan Yang Mesti Dihindari (II)
T253 Tumbuhnya Kepribadian "Borderline"
Menikah Dengan Pribadi "Borderline"
T254 Suami Yang Tidak Mau Bekerja
Istri Yang Tidak Mau Mengurus Rumah
T255 Sayang Tapi Benci
Relasi Yang Tidak Seimbang
T256 Mengapa Kita Bisa Marah
Apa Artinya Selamat
T257 Meminta Maaf Saja Tidak Cukup (I)
Meminta Maaf Saja Tidak Cukup (II)
T258 Natal dan Keluarga
Aborsi

TELAGA MENJAWAB

Tanya:

Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan :

  1. Apa artinya modernisasi perilaku remaja ?
  2. Apa artinya perilaku ?
  3. Apa artinya remaja ?

Jawab:

  1. Modernisasi dilatarbelakangi oleh adanya kemajuan ilmu pengetahuan (science) dan teknologi membuat orang menyukai pemikiran yang bersifat logis dan berdasarkan fakta-fakta. Kemajuan teknologi membuat industri berkembang pesat. Perubahan dari kehidupan agraris (pertanian) ke industri, mengakibatkan perubahan gaya hidup perilaku masyarakat, tentu saja termasuk remaja. Proses perubahan ini disebut modernisasi. Contohnya, dalam masyarakat modern uang dan waktu sangat dihargai karena dalam proses industri kecepatan untuk memproduksi sangat berhubungan dengan keuntungan. Selain ini konsumsi terhadap barang hasil produksi industri juga menjadi gaya hidup yang baru. Semakin canggih barang hasil industri yang dipakai seseorang, orang semakin membanggakannya. Sekarang ini sebagai contohnya adalah penggunaan komputer, HP, teknologi tekstil yang mampu menghasilkan kain elastis, dsb. Meskipun sekarang ini gaya hidup modern sudah mulai bergeser ke arah post modern (orang tidak lagi mengagungkan ilmu pengetahuan dan teknologi). Jadi dapat dikatakan modernisasi perilaku remaja adalah perubahan perilaku remaja ke arah gaya hidup zaman modern.

  2. Perilaku ada yang disebut nyata dan tak nyata. Maksudnya perilaku nyata adalah yang benar-benar muncul dan terlihat (misalnya berjalan, berteriak, dsb), sedangkan perilaku yang tak nyata berhubungan dengan perilaku yang belum muncul ke dalam perilaku nyata ( misalnya sikap, kecenderungan, dsb). Perilaku dihasilkan oleh interaksi beberapa faktor, misalnya kebutuhan, nilai-nilai, kepribadian, perasaan, ide, dsb. Sebagai contoh kita merasa lapar di sekolah dan ada makanan di meja guru. Kita membutuhkan makanan, ingin mengisi perut kita dengan makanan, tapi nilai-nilai kita tidak mengizinkan kita mengambil makanan itu dan kita juga seorang yang jujur dan santun… maka kita tidak mengambil makanan di meja itu… tapi kemudian mengecek isi saku kita dan kemudian pergi ke kantin membeli makanan.

  3. Yang disebut remaja biasanya adalah mereka yang berusia antara 12-20 tahun, yang memiliki ciri sedang dalam masa transisi dari anak-anak kepada dewasa. Masa ini ditandai dengan adanya pematangan fungsi seksual, yang disertai perubahan hormonal dan tanda-tanda fisik lainnya, daya pikir yang semakin mampu berpikir abstrak. Yang paling menonjol adalah adanya pencarian jati diri dan ingin menjadi diri sendiri, diakui lingkungan, adanya ketidakstabilan emosi (perasaan mudah berubah), energi yang besar dan pengaruh rekan sebaya yang kuat.

Halaman