Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereKonflik dalam Pernikahan Kristen

Konflik dalam Pernikahan Kristen


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T018A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Konflik itu selalu ada dalam hubungan pernikahan Kristen, sebagai suatu hal yang menjadi suatu pergumulan. Namun ada yang perlu kita kerjakan dalam menghadapi konflik agar tidak berubah menjadi suatu pertengkaran.

MP3: 
3.41 MB
Ringkasan
Isi: 

Hidup di dalam Tuhan tidaklah senantiasa berarti bebas dari problem, hidup dalam pernikahan memang benar-benar memberikan peluang bagi kita untuk berkonflik. Karena konflik itu sendiri adalah perbedaan pendapat atau perbedaan pandangan.

Mitos yang seringkali muncul dalam pernikahan yaitu:

  1. Pernikahan itu dijodohkan Tuhan dan diberkati Tuhan, seharusnya tidak ada lagi konflik dalam hubungan pernikahan.

  2. Konflik akan memperkuat pernikahan, jadi konflik dilihat sebagai sesuatu yang positif.

  3. Cinta merupakan satu-satunya pengikat hubungan pernikahan.

Konflik dalam keluarga seringkali membuahkan pertengkaran.

Perbedaan antara konflik dan pertengkaran adalah kalau konflik sering kali diartikan beda pandangan. Sementara pertengkaran adalah kita dengan emosi yang tinggi mengeluarkan pendapat kita dan mulai menyerang pasangan kita.Pertengkaran sebetulnya tidaklah membawa hal yang positif di dalam pernikahan. Konflik yang terus-menerus dilanda oleh pertengkaran mengakibatkan pondasi pernikahan terkikis. Cinta tidak cukup untuk mempertahankan atau memelihara pernikahan, cinta mungkin cukup untuk membangun pernikahan maksudnya untuk memulai saja cukup cinta, tapi untuk mempertahankan atau memelihara dan apalagi menumbuhkembangkan pernikahan dibutuhkan lebih banyak faktor selain dari cinta atau kasih.

Galatia 6:1 berbunyi: "Saudara-saudara kalaupun seseorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut sambil menjaga dirimu sendiri supaya kamu juga jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Jadi ditekankan kalau kita ada masalah dengan yang lain, kita ini seyogyanyalah memimpin dengan lemah lembut bukan menghancurkan atau menyerang.