Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereBahaya Pornografi

Bahaya Pornografi


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T247B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 
Dalam bagian ini dijelaskan tentang bahaya pornografi, salah satunya adalah pornografi meracuni pikiran kita sedemikian rupa sehingga pada akhirnya kita meneropong hidup lewat kacamata seks. Bagaimana mencegahnya?
MP3: 
3.61 MB
Ringkasan
Isi: 
Apakah dampak pornografi?
  • Pertama, pornografi meracuni pikiran kita sedemikian rupa sehingga pada akhirnya kita meneropong hidup lewat kacamata seks. Kita tidak bisa melihat dan berinteraksi dengan lawan jenis secara murni lagi; pikiran yang penuh dengan seks akhirnya membutakan mata yang tadinya bersih.
  • Kedua, pornografi bersifat mencandu dan mengikat sehingga akhirnya kita terus membutuhkannya dan tidak pernah merasa puas. Saya tahu ada orang yang begitu bangun tidur langsung melihat video porno, tatkala bekerja, mencuri-curi melihat gambar porno lewat ponsel, dan begitu pulang ke rumah menonton video porno sampai tengah malam. Itulah jerat yang dikehendaki oleh iblis.
  • Ketiga, dan ini yang paling berbahaya, pornografi tidak memberi ruang bagi Tuhan di hati dan pikiran kita. Mungkin kita merasa tidak layak datang kepada Tuhan; mungkin pula kita tidak lagi mempunyai waktu atau keinginan untuk datang dan dekat dengan Tuhan. Inilah dampak yang diinginkan iblis dan jika ini tercapai, maka tercapailah tujuan iblis: hubungan kita dengan Tuhan terputus.
Pencegahan
  • Pertama adalah jangan memulai. Barang siapa memulai ia akan terjerat. Siapa pun yang menawarkan, janganlah terima tawaran itu. Tolaklah sebab pada dasarnya kita menolak tawaran dosa.
  • Kedua, sangkallah keinginan untuk melihat dan melihat. Sekarang ini media massa dan film sarat dengan pornografi dan memang inilah cara iblis menghancurkan pekerjaan Tuhan. Jadi, sangkallah keinginan diri untuk melirik dan melihat gambar itu, sebab kita tahu, sekali kita melihatnya, kita akan mau terus melihatnya.
  • Ketiga, jika kita sudah terlibat dan terikat, akuilah masalah itu pertama kepada Tuhan dan kedua, kepada seorang hamba Tuhan atau seorang saudara seiman. Akuilah itu sebagai masalah; jangan lagi merasionalisasi dan membenarkan perbuatan dosa. Jadikanlah hamba Tuhan atau saudara seiman itu sebagai tempat untuk berbagi pergumulan sekaligus untuk bertanggung jawab. Mintalah kesediaannya untuk mengecek diri kita minggu demi minggu.
  • Keempat, jauhkanlah alat atau sarana yang mendekatkan kita kepada dosa pornografi. Jika internet adalah sarananya, putuskanlah sarana internet di komputer kita. Jika ponsel adalah sarananya, lepaskanlah ponsel. Jika majalah adalah sarananya, hindarilah bukan saja majalah itu tetapi juga tempat yang menjualnya. Belilah surat kabar atau majalah lain di tempat yang berbeda. Firman Tuhan berkata, "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu karena lebih baik jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu dengan utuh masuk ke neraka." (Matius 5:29)

Kesimpulan
"Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah." (Matius 5:8)
Pornografi mencemarkan hati dan membutakan mata sehingga kita tidak bisa lagi melihat Allah.