Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereMengapa Anak Menjadi Agresif

Mengapa Anak Menjadi Agresif


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T145A
Nara Sumber: 
Heman Elia, M.Psi.
Abstrak: 

Anak yang agresif adalah anak yang suka menyerang orang lain. Keagresifan anak ini sebenarnya bisa dikontrol oleh orangtua khususnya, sehingga sifat ini tidak dibawa oleh anak hingga dewasa.

MP3: 
3.52 MB
Ringkasan
Isi: 

Anak yang agresif adalah anak yang suka menyerang orang lain. Bisa dilakukan secara fisik yaitu memukul, mencubit, menggigit, tetapi bisa juga secara verbal misalnya dengan memaki atau memarahi orang lain dengan kasar.

Hal-hal yang bisa memicu keagresifan anak:

  1. Mencontoh atau melihat teman bertengkar
  2. Anak-anak belajar atau mencontoh dari tontonan, misalnya televisi, film dsb.
  3. Orang tua sering bertengkar atau orang tua tidak bisa menguasai kemarahannya.
  4. Orang tua yang mendorong anaknya untuk membalas tingkah laku atau perlakuan teman-temannya
  5. Pujian orang tua terhadap anak laki-laki yang kalau berkelahi dikatakan jago dan sebagainya.

Bagaimana orang tua bisa mengontrol keagresifan anak?

  1. Orang tua sungguh-sungguh memperhatikan keharmonisan hubungan suami-istri. Anak yang melihat orang tuanya harmonis dia akan meredakan rasa frustrasi dan kemarahannya.
  2. Mengurangi sebanyak mungkin tontonan yang agresif.
  3. Mempunyai peraturan keluarga tentang bagaimana cara kita untuk menyatakan kemarahan.

Efesus 4:26-27, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam, sebelum pada amarahmu. Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis." Jadi ditekankan boleh marah tetapi jangan sampai berbuat dosa.