|
No.
|
Judul - Sumber - Penulis
|
Abstrak
|
| 1. |
| Pernikahan merupakan suatu pengabdian; kita tidak bisa, tidak mungkin, dan tidak boleh mengabdi kepada dua tuan. |
| 2. |
| Anak kita memiliki ciri perkembangannya yang khas dalam belajar pada tiap masa kehidupannya. Sebagai orangtua, kita dapat menjadi penolong yang jauh lebih efektif bila kita memahami apa yang dibutuhkan anak kita sesuai dengan masa pertumbuhannya |
| 3. |
| Kita barangkali sangat terkejut ketika untuk pertama kali mendapati anak kita yang masih belia berani melontarkan kata-kata kotor kepada guru atau orang tuanya sendiri. |
| 4. |
| Tentu kita menginginkan anak kita tumbuh menjadi individu yang dapat mengelola dan mengatur sendiri hidupnya. Kita semua berharap agar suatu ketika dapat melepaskan anak kita menjadi orang yang mampu menentukan jalan hidupnya sendiri. Untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada anak, orangtua perlu lebih dulu memperhatikan unsur tanggung jawab yang penting. Dengan berbekal pemahaman akan faktor-faktor yang terkait dengan rasa tanggung jawab ini, orangtua dapat mendidik anak secara lebih terarah. |
| 5. |
| Judul |
: |
Ayah dan Arah |
| Sumber |
: |
Parakaleo |
| Penulis |
: |
Pdt. Dr. Paul Gunadi |
| Ada satu pengamatan yang saya saksikan berulang kali dalam praktek konseling yang cukup menyedihkan hati, yakni anak laki-laki, yang dibesarkan dalam keluarga di mana keterlibatan ayah sangat minim, cenderung bertumbuh menjadi pemuda tanpa arah. |
| 6. |
| Para ayah seharusnya dapat menjadi penggembala sekaligus penggembira bagi anak-anaknua. Kedua peran ini justru menuntut kuantitas dan kualitas waktu yang prima yang didedikasikan oleh ayah bagi anaknya. |
| 7. |
| Penghinaan atau pelecehan terhadap "harga diri" manusia terjadi di mana-mana dan di berbagai kalangan, termasuk dalam dunia anak. Anak-anak saling menghina baik secara halus maupun kasar, secara verbal maupun fisik, bisa dalam bentuk penyerangan maupun permainan, dan bisa dilakukan oleh anak kelompok bermain sampai anak SMU. |
| 8. |
| Apakah penilaian yang tidak tepat terhadap diri sendiri akan mempengaruhi relasi nikah kita? Jawaban terhadap pertanyaan ini adalah, ya. Ternyata pandangan dan perlakuan kita terhadap diri sendiri mempengaruhi pandangan dan perlakuan kita terhadap pasangan, juga anak. |
| 9. |
| Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang bersifat menetap melalui serangkaian pengalaman. Belajar tidak sekadar berhubungan dengan buku-buku yang merupakan salah satu sarana belajar, melainkan berkaitan pula dengan interaksi anak dengan lingkungannya, yaitu pengalaman. Hal yang penting dalam belajar adalah perubahan perilaku, dan itu menjadi target dari belajar. |
| 10. |
| Membesarkan anak dapat diibaratkan dengan mengendarai sepeda. Banyak unsur dalam membesarkan anak yang harus ada secara berimbang: "terlalu banyak" atau "terlalu sedikit" biasanya mengakibatkan dampak yang sama-sama negatifnya. Misalnya terlalu sayang dan terlalu protektif dapat membuat anak lemah serta kurang percaya diri. Sebaliknya kurang kasih sayang bisa juga menjadikan anak lemah dan tidak mempunyai keyakinan diri. |
| 11. |
| Apa yang membedakan cinta pada masa berpacaran dan cinta pada masa sekarang? Pada masa berpacaran, saya mencintai istri saya karena dia menarik; sekarang, saya mencintainya karena dia berharga. Dulu saya “tergila-gila” padanya; sekarang, jika dia tidak di samping saya, rasanya saya seperti orang “gila”. |
| 12. |
| Tugas rutin sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa, seperti kecemasan dan depresi. Dukungan sosial turut mempengaruhi reaksi seseorang dalam menghadapi stres. Dukungan sosial mencakup (a) dukungan emosional, seperti rasa dikasihi; (b) dukungan nyata, seperti bantuan atau jasa; dan dukungan informasi, misalnya nasehat dan keterangan mengenai masalah tertentu. |
| 13. |
| Pernikahan tidak untuk semua orang. Saya mengat-amati bahwa ada karakteristik tertentu yang menyulitkan kita untuk hidup dengan orang lain dan sudah tentu, karakteristik seperti ini akan pula menghalangi kita hidup rukun dengan pasangan kita. salah satu karakteristik yang mutlak diperlukan dalam pernikahan ialah sikap fleksibel. |
| 14. |
| Walaupun faktor kesamaan iman bukanlah satu-satunya prasyarat untuk membangun pernikahan, faktor ini tetap merupakan elemen yang penting untuk memelihara pernikahan. Salah satu alasannya adalah, kesamaan iman dalam Kristus memungkinkan kita untuk beribadah bersama. Sudah tentu ibadah di sini tidak hanya berarti pergi ke gereja atau berdoa sebelum maka. Ibadah merupakan komitmen untuk hidup tunduk kepada Tuhan dan kehendak-Nya. |
| 15. |
| Mendengar kata ibadah, kebanyak orang menghubungkannya dengan ritual formal yang kaku, membosankan, dan tidak menarik. Karena itu, banyak keluarga yang sekalipun menyebut dirinya keluarga Kristen, jarang atau bahkan tidak pernah melakukan persekutuan dalam keluarganya sendiri. Padahal ibadah keluarga dapat menjadi saat-saat yang menyenangkan dan paling dinantikan oleh anak-anak kita. |
| 16. |
| Bagi beberapa ibu yang aktif dan energik, terus menerus diam di rumah merupakan hal yang menjemukan dan terkadang membuat suasana rimah tangga menjadi tidak sehat. Beberapa ibu memilih untuk bekerja paro waktu. |
| 17. |
| Judul |
: |
Ibu Muda |
| Sumber |
: |
Eunike |
| Penulis |
: |
Temple Bailey |
| Seorang ibu muda melangkahkan kakinya di atas jalan hidupnya. "Apakah jalan ini panjang?", ia bertanya. Pemandu jalan menjawab: "Ya!, dan jalan ini sulit. Kamu akan menjadi tua sebelum mencapai akhir dari perjalanan ini. Tetapi, akhir dari jalan ini jauh lebih baik daripada awal dari jalan ini." |
| 18. |
| Banyak pernikahan, hilangnya cinta bukan dikarenakan oleh perbuatan pengkhianatan atau ketidaksetiaan yang dilakukan baik oleh suami maupun istri. Cinta harus tetap ada dan bersemi dalam pernikahan. Pertanyaannya sekarang ialah, bagaimanakah kita bisa melestarikan cinta itu. |
| 19. |
| Suami istri adalah poros keluarga. Dengan kata lain, hubungan suami istri sangat mewarnai kondisi keluarga secara keseluruhan. Keberhasilan orang mendisiplin anak sangat terkait dengan kehidupan moral orangtuanya. Apabila anak menghormati kehidupan moral orangtua, anak juga cenderung mematuhi petuah orangtua. |
| 20. |
| Prioritas adalah hal-hal yang kita utamakan atau dahulukan; dengan kata lain, prioritas merupakan cerminan nilai hidup akan hal-hal yang kita anggap penting. |
| 21. |
| Judul |
: |
Kereta Waktu |
| Sumber |
: |
Eunike |
| Penulis |
: |
Pdt. Dr. Paul Gunadi |
| Waktu yang sudah lewat tersisa dalam kenangan sedangkan waktu yang akan datang menyembul dalam khayalan. Hiduplah pada masa sekarang, dalam kenyataan, bukan dalam kenangan yang membuahkan penyesalan atau khayalan yang merupakan pelarian semata-mata Jadilah ayah dan ibu untuk anak-anak kita sesuai usianya sekarang! Nikmati setiap tetesan kehadiran mereka dan jangan sampai mereka hanya hidup dalam kenangan atau khayalan kita. Ingat, kereta waktu terus berjalan ... dan anak-anak kita berada di dalamnya! |
| 22. |
| Benarkah soal anak adalah urusan ibu? Bila ayah juga mempunyai peran dalam mendidik anaknya, apakah fungsi yang harus dijalankannya? Adakah dampaknya bila anak tidak memperoleh pengasuhan dari pihak ayah? |
| 23. |
| Tidak dapat disangkal bahwa masalah keuangan merupakan salah satu sumber paling potensial dalam memicu perselisihan dan pertengkaran di dalam keluarga. Perselisihan muncul bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti sikap yang berbeda terhadap uang dan cara pengelolaan yang berbeda pula, selain juga karena kurangnya pemahaman dan kemampuan di dalam pengelolaan akibat kurangnya latihan. |
| 24. |
| Kebanyakan orang tua lebih cenderung menjadi penonton dan fasilitator acara bermain dari anak-anaknya daripada dirinya sendiri ikut terjun dalam permainan tersebut, padahal bermain bersama anak banyak sekali manfaatnya. |
| 25. |
| Meskipun ada banyak konsep tentang kematian yang perlu anak mengerti, kita tidak boleh tergoda untuk menjelaskan semuanya sekaligus. Usia perkembangan anak mempengaruhi berapa banyak informasi yang dapat diserapnya. Selain itu, penjelasan yang panjang akan membuat anak semakin bingung dan membangkitkan pertanyaan lain yang kita sendiri sulit menjawabnya. Jadi, lebih bijaksana kita memberikan jawaban singkat dan langsung tertuju pada apa yang ditanyakan anak kita. |
| 26. |
| Salah satu topik pertengkaran terhangat di banyak keluarga dewasa ini adalah mengenai pelajaran sekolah anak-anak. Biasanya salah satu orangtua akan berperan sebagai si pendisiplin sedangkan yang satunya akan berfungsi sebagai si pelindung anak yang malang ini. |
| 27. |
| Nilai apa yang anak Anda ambil dari pernikahan Anda? Apakah mereka ingat pembicaraan sebelum tidur, atau di meja makan? Apakah mereka akan ingat memori yang penuh kehangatan, pengertian dan kasih sayang satu sama lain? |
| 28. |
| Sebagai orang tua, kita perlu mengenal dinamika kehidupan anak-anak kita termasuk perasaan-perasaan mereka. Tapi bukankah kita sering bingung apa yang sebenarnya sedang dialami oleh anak kita, apakah ia sedang sedih, malu, marah, takut atau lainnya. Dan tidak jarang kita juga bingung bagaimana menolong mereka mengatasi perasaannya. |
| 29. |
| Masalah utama dalam pengaturan emosi ialah masalah kelebihan dan kekurangan. Maksudnya, kalau bukan mengumbar emosi, kita menyumbat emosi alias tidak cukup mengekspresikannya. Sering kali hal-hal seperti inilah yang muncul dalam pernikahan dan sudah tentu kondisi ini tidak sehat untuk pernikahan. |
| 30. |
| Memasuki usia paro-baya ini saya semakin disadarkan akan pentingnya bertubuh sehat. Untuk itu secara rutin saya mengecek kesehatan melalui tes darah dan sebagainya. Pernikahan pun memerlukan uji kesehatan. Ada baiknya secara berkala kita memeriksa kondisi pernikahan kita dan dengan jujur melihat keadaan sesungguhnya. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. |
| 31. |
| Judul |
: |
Mengerti |
| Sumber |
: |
Parakaleo |
| Penulis |
: |
Pdt. Dr. Paul Gunadi |
| Mengerti atau berempati ialah turut menghayati perasaan yang sedang dirasakan oleh orang itu dan melihat motivasi atau pemikiran yang membelakangi tindakannya |
| 32. |
| Salah satu peranan istri yang penting dalam keluarga (dan sudah tentu, peranan suami pula di pihak sebaliknya) adalah menolong suami menjadi ayah. Kedua peranan ini, yakni sebagai suami dan sebagai ayah, tidaklah secara otomatis dapat dilakonkan oleh semua pria dengan sama baiknya. Sebagian pria, jauh lebih siap menjadi suami ketimbang ayah; sebagian lagi lebih siap menjadi ayah daripada suami. |
| 33. |
| Hidup sarat dengan tekanan dan daya tahan kita pun terbatas. Hubungan suami-istri merupakan poros rumah tangga yang dari waktu ke waktu memerlukan penyegaran. Televisi dan film dapat menjadi salah satu pilihan sarana untuk menyegarkan jiwa dan hubungan suami-istri. Gunakanlah dengan bijaksana dan nikmatilah! |
| 34. |
| Nilai moral mencerminkan siapa diri kita yang sebenarnya; sebaliknya, nilai moral pun merefleksikan siapa diri kita yang seharusnya. Kita tidak selalu berhasil hidup sesuai dengan nilai moral yang kita yakini, kadang kita gagal, namun nilai moral itu sendiri mendemonstrasikan bagian terbaik atau terburuk dari diri kita. |
| 35. |
| Keberhasilan orangtua mendisiplin anak sangat terkait dengan kehidupan moral orang tuanya. Apabila anak menghormati kehidupan moral orang tua, anak juga cenderung mematuhi petuah orang tua. Sebaliknya, wibawa orang tua untuk menerapkan disiplin kepada anak mudah merosot jika anak sudah tidak menghormati kehidupan moral orang tuanya lagi. |
| 36. |
| Peran ayah dalam pendidikan, dalam bahasa Inggris, ialah tofather. Di dalam bahasa Inggris terdapat tiga istilah yang berhubungan dengan tugas mendidik anak, yaitu mothering, fathering, dan parenting. Meskipun semuanya membicarakan tentang tugas mendidik anak, namun ada keunikan masing-masing dalam konteks sumbangsih ayah dan ibu dalam mendidik anak. |
| 37. |
| Masalah remaja memang kompleks namun itu tidak berarti tak teratasi. Setiap kita bisa terlibat dalam bagian tertentu dari permasalahannya dan setiap bagian yang telah dipulihkan akan membawa dampak positif pada bagian lainnya. Jadi, lakukanlah bagian kita masing-masing dengan iman, pengharapan, dan kasih. |
| 38. |
| Pencegahan selalu lebih baik daripada perawatan; pemulihan keluarga merupakan upaya pencegahan sebelum keluarga itu menghasilkan pribadi-pribadi yang retak. |
| 39. |
| Judul |
: |
Rasa Bersalah |
| Sumber |
: |
Parakaleo |
| Penulis |
: |
Pdt. Dr. Paul Gunadi |
| Rasa bersalah merupakan suara tuduhan dari dalam diri kita atas kegagalan menjadi atau melakukan sesuatu. Rasa bersalah bisa dimunculkan dari luar—akibat tudingan dari telunjuk orang lain—maupun dari dalam—bahwa kita gagal mencapai standar yang kita tetapkan untuk diri sendiri. bak cemeti, rasa bersalah mencambuk kita sebagai hukuman atas kekurangan, kekeliruan, atau pelanggaran kita. |
| 40. |
| Sarang yang kosong merupakan istilah yang melukiskan periode di mana orangtua akan tinggal sendiri lagi tanpa anak yang telah akil balig. Ibarat induk burung yang membesarkan anaknya dalam sarang, pada suatu ketika ia harus membiarkan anaknya terbang meninggalkan sarang…untuk selamanya. |
| 41. |
| Tidak menghiraukan bukan berarti mengabaikan pasangan kita secara pribadi. Tidak menghiraukan mengacu pada sikap tidak mengacuhkan perbuatan pasangan kita yang mengganggu. Dengan kata lain, walau tidak kita sukai, kita memilih untuk mendiamkan atau memasabodokan tindakannya itu. Dr. Dobson mengimbau agar kita tidak senantiasa mempersoalkan setiap perbuatan pasangan kita yang tidak kita senangi. Akan ada hal yang harus diselesaikan, namun ada yang untuk didiamkan atau ditoleransi saja. |
| 42. |
| Membagi tanggung jawab dalam pernikahan mencakup banyak aspek dan yang termudah di antaranya adalah tanggung jawab yang bersifat kasatmata. Bagian yang sulit adalah membagi tanggung jawab untuk hal-hal yang tidak kasatmata namun jelas di mata. |
| 43. |
| Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya. |
| 44. |
| Terang memang tidak selalu memberi kenyamanan, namun Terang memberi kita kebenaran—hal penting yang tidak dapat diberi oleh Gelap. Semakin besar bayangan, semakin besar pulalah Gelap dalam hati kita. |
| 45. |
| Tugas rutin sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa, seperti kecemasan dan depresi. Dukungan sosial turut mempengaruhi reaksi seseorang dalam menghadapi stres. Dukungan sosial mencakup (a) dukungan emosional, seperti rasa dikasihi; (b) dukungan nyata, seperti bantuan atau jasa; dan dukungan informasi, misalnya nasehat dan keterangan mengenai masalah tertentu. |
| 46. |
| Judul |
: |
Tragedi |
| Sumber |
: |
Parakaleo |
| Penulis |
: |
Pdt. Dr. Paul Gunadi |
| Kematian adalah tragedi yang tidak pernah dapat dipersiapkan dengan sempurna. Di dalam kekurangsiapan itu dorongan untuk menghukum diri menjadi besar. Untuk menangkalnya, diperlukan dua sikap hidup. Pertama, perkecil ruang penyesalandan Kedua, jika penyesalan tetap ada dan waktu sudah berlalu, berubahlah! |
| 47. |
| Anak akan merasa dikhianati bila ia tidak memperoleh apa yang seharusnya kita berikan kepadanya yakni perhatian, didikan, kasih, dan waktu—hal-hal yang tak tergantikan. Tak tergantikan dalam pengertian tidak bisa digantikan lagi setelah lewat waktunya dan tak tergantikan dalam pengertian tidak bisa digantikan oleh benda lainnya. Diri si ayahlah yang dibutuhkan oleh anak; tidak lebih, tidak kurang. |