Pdt. Dr. Paul Gunadi
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Dampak Rohani pada Keluarga
Untuk membangun dan memelihara relasi yang sehat diperlukan kehidupan pribadi yang sehat pula. Kehidupan pribadi yang sehat berawal dari dan harus didukung oleh kehidupan rohani yang sehat pula. Tiga hal yang menjadikan kehidupan rohani yang sehat,
- kehidupan rohani bertumpu pada pertanggungjawaban kita kepada Yesus Kristus
- kehidupan rohani bertumpu pada kehidupan yang kudus
- kehidupan rohani bertumpu pada kebenaran. Kerohanian memainkan peran yang vital sebab kerohanian merupakan kemudi yang mengarahkan sikap dan perilaku kita.
Hikmat Dalam Bersahabat II
Bersahabat bukanlah sesuatu yang hanya diberikan kepada orang tertentu; semua diberikan kesempatan untuk bersahabat. Di sini kita bisa melihat Firman Tuhan dan memetik tujuh pelajaran yang dapat kita terapkan dalam membangun persahabatan, dua diantaranya adalah
- berhati-hati memilih sahabat,
- Oleh karena persahabatan didirikan di atas kesetiaan, maka kita pun harus mengembangkan sikap setia.
Hikmat Dalam Bersahabat I
Bersahabat bukanlah sesuatu yang hanya diberikan kepada orang tertentu; semua diberikan kesempatan untuk bersahabat. Di sini kita bisa melihat Firman Tuhan dan memetik tujuh pelajaran yang dapat kita terapkan dalam membangun persahabatan, dua diantaranya adalah (1) berhati-hati memilih sahabat, (2) Oleh karena persahabatan didirikan di atas kesetiaan, maka kita pun harus mengembangkan sikap setia.
Kebangkitan dari Kejatuhan II
Kita pasti telah mendengar ada orang yang berkata bahwa pelayan Tuhan bukanlah malaikat. Sesungguhnya sama seperti malaikat yang dapat jatuh ke dalam dosa, kita pun dapat jatuh ke dalam dosa. Tidak peduli apa pun jabatan kita—pendeta, majelis, pengurus, ataupun aktivitis—kita adalah darah dan daging yang terbuat dari dosa. Kita bisa jatuh dan mungkin pernah jatuh. Pembahasan ini memaparkan tindakan Tuhan kepada pelayan-Nya yang jatuh dan di sini Petrus digunakan sebagai ilustrasi dari kebangkitan tersebut
Kebangkitan dari Kejatuhan I
Kita pasti telah mendengar ada orang yang berkata bahwa pelayan Tuhan bukanlah malaikat. Sesungguhnya sama seperti malaikat yang dapat jatuh ke dalam dosa, kita pun dapat jatuh ke dalam dosa. Tidak peduli apa pun jabatan kita—pendeta, majelis, pengurus, ataupun aktivitis—kita adalah darah dan daging yang terbuat dari dosa. Kita bisa jatuh dan mungkin pernah jatuh. Pembahasan ini memaparkan tindakan Tuhan kepada pelayan-Nya yang jatuh dan di sini Petrus digunakan sebagai ilustrasi dari kebangkitan tersebut.
Menebus Waktu yang Terhilang
Kita tidak hidup dalam dunia yang sempurna dan kita tidak selalu melakukan hal yang benar. Mungkin karena ketidaktahuan atau penyebab lainnya, kita gagal menghabiskan waktu bersama pasangan. Di sini akan dibahas hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menebus waktu yang terhilang.
Kendala Dalam Menghabiskan Waktu Bersama
Ada pelbagai kendala yang kerap merintangi suami dan istri berbagi waktu bersama. Sudah tentu pada akhirnya semua terpulang pada berapa besarnya niat untuk membangun relasi itu sendiri. Jika memang kita tidak memunyai niat untuk memperkuat relasi nikah, maka sudah tentu kita tidak akan memprioritaskan berbagi waktu bersama. Itu sebabnya kita mesti memiliki niat terlebih dahulu sebelum menetapkan prioritas. Ada beberapa kendala dalam menghabiskan waktu bersama antara lain : kendala perbedaan, kendala kesibukan
Mengisi Waktu Bersama
Hal terpenting dalam mengisi waktu bersama adalah (a) SIKAP YANG SEHAT dan (b) KOMUNIKASI YANG TERBUKA DENGAN PASANGAN. sebagai contoh, misalnya kita baru saja kehilangan pekerjaan. Sudah tentu kita akan kecewa dan mungkin marah. Nah, pada saat itu sebetulnya kita tengah berhadapan dengan pilihan. Kita bisa memilih untuk mengumbar kemarahan serta menyalahkan istri karena ia “kurang mendukung kita” atau kita bisa memilih untuk pulang dan mencurahkan isi hati yang galau kepada istri. Pembahasan ini menjelaskan hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam menghabiskan waktu bersama.
Waktu Bersama Pasangan
Salah satu kesalahpahaman yang umum beredar di kalangan pasangan nikah adalah, berkaitan dengan soal waktu, "kualitas" jauh lebih penting ketimbang "kuantitas." Sudah tentu kualitas penting oleh karena pada akhirnya terpenting bukanlah sekadar menghabiskan waktu melainkan membagi dan menikmati waktu bersamanya. Ada dua hal penting yang hanya dapat bertunas di dalam koridor waktu bersama: (a) KETERBIASAAN dan (b) PENYESUAIAN. Disini akan dijelaskan dengan lebih detail mengenai kedua hal tersebut.
Kebahagiaan Keluarga dan Mengampuni
Mengampuni merupakan karakter utama Allah yang dinyatakan lewat kematian Yesus, Putra Allah. Mengampuni seyogianya menjadi karakter utama kita pula, anak-anak Allah. Keluarga didirikan di atas cinta namun dipelihara melalui pengampunan. Tanpa pengampunan, keluarga akan runtuh sebab dendam tidak dapat berjalan bersama keluarga. Ulasan tentang makna dari mengampuni akan dibahas dalam bagian ini.