Selamat Datang |
Follow us on :

You are hereEunike

Eunike


Eunike

Manfaat Bermain Bersama Anak

Penulis: 
Ev. Anne Kartawijaya, M.Div
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Kebanyakan orang tua lebih cenderung menjadi penonton dan fasilitator acara bermain dari anak-anaknya daripada dirinya sendiri ikut terjun dalam permainan tersebut, padahal bermain bersama anak banyak sekali manfaatnya.

Sebelum Anda melanjutkan membaca, coba renungkan pertanyaan berikut ini: "Apakah saya mempunyai waktu bermain (play-time) bersama anak atau apakah saya pernah terpikir untuk memasukkan kegiatan bermain ke dalam agenda saya?"

Saya duga kebanyakan orang tua lebih cenderung menjadi penonton dan fasilitator acara bermain dari anak-anaknya daripada dirinya sendiri ikut terjun dalam permainan tersebut, padahal bermain bersama anak banyak sekali manfaatnya.

Ibadah : Pengikat Tali Pernikahan

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Walaupun faktor kesamaan iman bukanlah satu-satunya prasyarat untuk membangun pernikahan, faktor ini tetap merupakan elemen yang penting untuk memelihara pernikahan. Salah satu alasannya adalah, kesamaan iman dalam Kristus memungkinkan kita untuk beribadah bersama. Sudah tentu ibadah di sini tidak hanya berarti pergi ke gereja atau berdoa sebelum maka. Ibadah merupakan komitmen untuk hidup tunduk kepada Tuhan dan kehendak-Nya.

Walaupun faktor kesamaan iman bukanlah satu-satunya prasyarat untuk membangun pernikahan, faktor ini tetap merupakan elemen yang penting untuk memelihara pernikahan. Salah satu alasannya adalah, kesamaan iman dalam Kristus memungkinkan kita untuk beribadah bersama. Sudah tentu ibadah di sini tidak hanya berarti pergi ke gereja atau berdoa sebelum makan. Ibadah merupakan komitmen untuk hidup tunduk kepada Tuhan dan kehendak-Nya.

Hidup tidak selalu berjalan lancar tanpa hambatan dan salah satu peran ibadah yang paling nyata ialah sewaktu badai menerpa kita. Ada begitu banyak saat di mana Santy dan saya berdoa bersama menghadapi kesedihan dan kebingungan. Melalui doa kami membawa beban hidup kami kepada-Nya dan di dalam doa jugalah kami disatukan untuk menghadapi problem bersama-sama. Namun, peranan ibadah tidak hanya terbatas pada saat kita menghadapi badai kehidupan. Di bawah ini saya ingin membagikan beberapa peran ibadah dalam pernikahan kami.

Bolehkah Menuntut Anak?

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Membesarkan anak dapat diibaratkan dengan mengendarai sepeda. Banyak unsur dalam membesarkan anak yang harus ada secara berimbang: "terlalu banyak" atau "terlalu sedikit" biasanya mengakibatkan dampak yang sama-sama negatifnya. Misalnya terlalu sayang dan terlalu protektif dapat membuat anak lemah serta kurang percaya diri. Sebaliknya kurang kasih sayang bisa juga menjadikan anak lemah dan tidak mempunyai keyakinan diri.

Pelajaran pertama dan mungkin terpenting dalam mengendarai sepeda ialah bagaimana menjaga keseimbangan tubuh kita di atas batang-batang besi beroda dua itu. Saya kira membesarkan anak dapat diibaratkan dengan mengendarai sepeda. Banyak unsur dalam membesarkan anak yang harus ada secara berimbang: 'terlalu banyak" atau "terlalu sedikit" biasanya mengakibatkan dampak yang sama-sama negatifnya. Misalnya terlalu sayang dan terlalu protektif dapat membuat anak lemah serta kurang percaya diri. Sebaliknya kurang kasih sayang bisa juga menjadikan anak lemah dan tidak mempunyai keyakinan diri. Demikian pula tuntutan. Terlalu banyak tuntutan membuat anak tertekan, sebaliknya terlalu sedikit tuntutan menjadikan anak terlena.

Tanggung Jawab, Siapa Takut?

Penulis: 
Shelfie Tjong, S.Psi.
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya.

Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya. Banyak pria yang harus berperan sekaligus sebagai ayah, suami, direktur, majelis dan konsultan sekaligus. Tidak kurang pula wanita berperan sebagai ibu di rumah, namun sekaligus pula istri, manajer, dan pembina salah satu komisi di gereja.

Bagaimanakah pandangan Alkitab soal tanggung jawab itu? sejak penciptaan Allah telah memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk menguasai dan mengolah alam dan binatang-binatang yang ada. Manusia pertama, Adam, bukan saja ditempatkan di taman Eden yang indah untuk menikmati saja, tapi Allah juga memberi tugas dan tanggung jawab untuk mengerjakan tanah dan memelihara taman Eden (Kej 2:15) dan juga menamai binatang-binatang yang ada di taman Eden (Kej 2:19,20). Jadi, manusia diciptakan dengan kodrat dasar untuk bertanggung jawab. Manusia yang bertanggung jawab, itulah yang dikehendaki Allah.

Guru dan Murid Sekaligus

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Pernikahan tidak untuk semua orang. Saya mengat-amati bahwa ada karakteristik tertentu yang menyulitkan kita untuk hidup dengan orang lain dan sudah tentu, karakteristik seperti ini akan pula menghalangi kita hidup rukun dengan pasangan kita. salah satu karakteristik yang mutlak diperlukan dalam pernikahan ialah sikap fleksibel.

Pernikahan tidak untuk semua orang. Saya mengat-amati bahwa ada karakteristik tertentu yang menyulitkan kita untuk hidup dengan orang lain dan sudah tentu, karakteristik seperti ini akan pula menghalangi kita hidup rukun dengan pasangan kita. salah satu karakteristik yang mutlak diperlukan dalam pernikahan ialah sikap fleksibel.

Sikap fleksibel bukan berarti tidak mempunyai pendirian atau menurut saja. sikap fleksibel merupakan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa harus kehilangan dirinya sendiri. Orang yang fleksibel adalah orang yang dapat membedakan antara pendirian dan gaya hidup. Dengan kata lain, orang yang fleksibel adalah orang yang tahu membedakan antara hal-hal yang hakiki dan hal-hal yang sepele. Pendirian menyangkut nilai moral rohani sedangkan gaya hidup merupakan kebiasaan yang kita pelajari dari lingkungan.

Tanggung Jawab yang Terlupakan

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Membagi tanggung jawab dalam pernikahan mencakup banyak aspek dan yang termudah di antaranya adalah tanggung jawab yang bersifat kasatmata. Bagian yang sulit adalah membagi tanggung jawab untuk hal-hal yang tidak kasatmata namun jelas di mata.

Salah satu cara memandang pernikahan ialah melihanya sebagai suaru transaks. Transaksi adalah suatu pertukaran, baik itu jasa maupun bena. Pernikahan dapat dilihat sebagai transaksi sebab masing-masing pihak, istri atau suami, diharapkan untuk memberi dan mengharapkan untuk menerima sesuatu dari pasangannya. Sebenarnya, bukan saja kita mengharapkan; sesungguhnya, kitapun menuntut pasangan kita untuk memberikan yang kita harapkan itu. Dengan kata lain, kita menuntut tanggung jawabnya untuk melunasi bagian dari transaksi yang kita sebut, pernikahan.

Ibadah Keluarga yang Menyenangkan

Penulis: 
Heman Elia, M.Psi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Mendengar kata ibadah, kebanyak orang menghubungkannya dengan ritual formal yang kaku, membosankan, dan tidak menarik. Karena itu, banyak keluarga yang sekalipun menyebut dirinya keluarga Kristen, jarang atau bahkan tidak pernah melakukan persekutuan dalam keluarganya sendiri. Padahal ibadah keluarga dapat menjadi saat-saat yang menyenangkan dan paling dinantikan oleh anak-anak kita.

Mendengar kata ibadah, kebanyak orang menghubungkannya dengan ritual formal yang kaku, membosankan, dan tidak menarik. Karena itu, banyak keluarga yang sekalipun menyebut dirinya keluarga Kristen, jarang atau bahkan tidak pernah melakukan persekutuan dalam keluarganya sendiri. Padahal ibadah keluarga dapat menjadi saat-saat yang menyenangkan dan paling dinantikan oleh anak-anak kita.

Keluarga adalah sesuatu yang berharga bagi Allah.

Ibu dan Dunianya; Kerja Paro Waktu: Salah Satu Alternatif?

Penulis: 
Ev. Anne Kartawijaya, M.Div
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Bagi beberapa ibu yang aktif dan energik, terus menerus diam di rumah merupakan hal yang menjemukan dan terkadang membuat suasana rimah tangga menjadi tidak sehat. Beberapa ibu memilih untuk bekerja paro waktu.

Bagi beberapa ibu yang aktif dan energik, terus menerus diam di rumah merupakan hal yang menjemukan dan terkadang membuat suasana rimah tangga menjadi tidak sehat. Beberapa ibu memilih untuk bekerja paro waktu. Ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum kita memutuskan kerja paro waktu:

Jarak Lokasi Kerja

Suasana di Jakarta sangat berbeda dengan suasana di kota-kota lain. Harus dipikirkab berapa banyakkah waktu yang tersita di jalan dan berapa banyakkah waktu yang dipakai untuk bekerja. Seringkali bekerja paro wakti di kantor menjadi tidak efektif karena masalah lalu lintas kota Jakarta. Jikalau kota di mana tempat anda tinggal sesibuk kota Jakarta, pikirkanlah hal ini. Sebaiknya kita memilih lokasi kerja yang tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga waktu Anda tidak terbuang percuma. Lokasi yang dekat juga menolong Anda untuk segera pulang jikalau anak mendadak membutuhkan kehadiran anda secepatnya.

Ibu Muda

Penulis: 
Temple Bailey
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Seorang ibu muda melangkahkan kakinya di atas jalan hidupnya. "Apakah jalan ini panjang?", ia bertanya. Pemandu jalan menjawab: "Ya!, dan jalan ini sulit. Kamu akan menjadi tua sebelum mencapai akhir dari perjalanan ini. Tetapi, akhir dari jalan ini jauh lebih baik daripada awal dari jalan ini."

Seorang ibu muda melangkahkan kakinya di atas jalan hidupnya. "Apakah jalan ini panjang?", ia bertanya. Pemandu jalan menjawab: "Ya!, dan jalan ini sulit. Kamu akan menjadi tua sebelum mencapai akhir dari perjalanan ini. Tetapi, akhir dari jalan ini jauh lebih baik daripada awal dari jalan ini."

Tapi ibu muda ini berbahagia, dan ia tidak akan percaya bahwa segala sesuatu akan lebih baik daripada tahun-tahun yang sudah dilewatinya. Maka, ia bermain dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga sepanjang jalan, memandikan mereka dengan air sungai yang jernih, dan sinar matahari menyiramkan kehangatannya ke atas mereka..... hidup begitu indah, dan ibu muda ini berteriak, "tidak ada sesuatupun yang jauh lebih indah daripada hal ini."

Keluarga yang Berprioritas

Penulis: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Prioritas adalah hal-hal yang kita utamakan atau dahulukan; dengan kata lain, prioritas merupakan cerminan nilai hidup akan hal-hal yang kita anggap penting.

Pada masa saya berkuliah dulu, seorang dosen saya pernah bersaksi bahwa sewaktu ia bersekolah di seminari, ia berkomitmen untuk mendahulukan keluarganya di atas tuntutan kuliahnya. Ia berkeyakinan, komitmen itulah yang telah menolong keluarganya lolos dari masa perkuliahannya dengan tidak babak-belur. Nasihat itu saya camkan baik-baik dan saya terapkan tatkala saya menyelesaikan kuliah saya. Selama 6 tahun Santy memberi dukungan kepada saya yang berkuliah, berkeluarga, bekerja penuh waktu dan melayani di gereja. Bukan masa yang mudah namun bisa dilewati dengan pertolongan Tuhan dan adanya prioritas yang benar. Pada akhirnya bukan saja kami sanggup melalui masa yang penuh kesibukan itu, kami pun dapat melihat ke kurun itu sebagai masa yang penuh kenangan indah.