Pdt. J.H. Soplantila, M.Div. & Pdt. Dr. Paul Gunadi
Submitted by Paul Gunadi on Thu, 19/06/2008 - 12:00am.
Nara Sumber:
Pdt. J.H. Soplantila, M.Div. & Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak:
Okultisme adalah suatu ilmu yang bersifat supernatural, yaitu ilmu tentang roh di mana orang mempelajari tentang roh-roh yang bukan Roh Allah.
Transkrip Isi:
Saudara-saudara pendengar yang kami kasihi dimanapun Anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari LBKK (Lembaga Bina Keluarga Kristen), telah siap menemani Anda dalam sebuah perbincangan dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi dan juga Bp. Pdt. Hendrik Soplantila. Sebuah perbincangan kali ini kami akan berbincang-bincang tentang okultisme. Kami percaya Anda semua ingin tahu apa yang akan kami bicarakan pada saat ini, karenanya dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
Lengkap
(1) GS : Pak Hendrik, kami senang sekali kalau pada kesempatan ini Pak Hendrik bisa bersama-sama kami dan bertepatan pada hari ini ibu Idajanti yang biasanya bersama-sama dengan kami berhalangan, jadi saya rasa ini waktu yang tepat untuk perbincangan kita karena kami tahu Pak Hendrik banyak pengalaman maupun pengetahuan tentang okultisme. Nah, kami mencoba ingin memahami lebih jauh karena istilah ini sering kali kami dengar, kami baca dan seterusnya tetapi tidak terlalu jelas benar, apa sebenarnya okultisme itu Pak Hendrik?
HS : Ya, terima kasih Pak Gunawan, perlu saya jelaskan bahwa okultisme itu suatu ilmu yang bersifat supernatural. Jadi ilmu tentang roh di mana orang mempelajari tentang roh-roh yang bukan Roh llah tetapi roh-roh di luar Roh Allah.
Jadi mereka mempelajari untuk mendapatkan kekuatan dan rindu ingin mengetahui masa depan mereka atau masa depan dari orang lain. Jadi kita melihat di sini ilmu ini memang tujuannya untuk melindungi diri dari serangan orang lain, dari serangan roh-roh yang di luar roh Tuhan dan juga dari alam ini. Nah, mengapa ini saya katakan demikian karena sering kali kalau seseorang tidak senang terhadap seseorang yang lain dan dia mau melakukan tindakan-tindakan yang tidak diketahui oleh orang itu, dia menggunakan okultisme untuk menyerang.
(2) GS : Tadi Pak Hendrik katakan ini adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang roh-roh yang bukan Roh Allah. Sebenarnya berapa macam roh yang bisa kita kenal, Malaikat itu juga roh ya Pak, kami ingin mungkin Pak Hendrik bisa menjelaskan.
HS : Memang kita tahu Allah itu roh adanya tapi Allah itu roh yang kudus adanya, sedangkan di luar Allah ada roh-roh lain, memang para Malaikat juga roh dalam satu pihak; kita harus membedakan oh terang dan roh gelap jadi Roh Allah di pihak roh yang terang sedangkan roh setan, roh Iblis itu di pihak roh gelap.
GS : Berarti ada kekuatan yang besar dalam hal ini, ada kekuatan dari Allah dan ada kekuatan dari roh Iblis itu yang tadi mau dikatakan.
HS : Ya betul, ada kekuatan tetapi kita harus menyadari bahwa kekuatan yang satu, kekuatan yang gelap ini sudah kalah, jelas sudah kalah jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa ada kekuatan yang ama kuatnya dengan kuasa Allah, tidak bisa, karena kuasa yang satu sudah kalah.
GS : Okultisme itu sendiri, kalau itu dikatakan seperti tadi, itu 'kan tentunya suatu ilmu yang sudah tua sekali, mungkin setua umur manusia Pak?
HS : Ya benar, karena Iblis sudah ada sebelum manusia diciptakan.
GS : Ini memang sengaja diajarkan atau dipublikasikan oleh kuasa-kuasa kegelapan supaya pengikutnya bertambah.
HS : Ya saya pikir demikian Pak Gunawan, karena seperti contoh kalau kita lihat di dalam orang mencari kekuatan-kekuatan, pergi bertapa, mereka kemudian pergi untuk belajar ilmu kanuragan atau apa, nah itu semuanya mau tidak mau mereka belajar. Dan ada tingkatan-tingkatan tertentu di mana mereka mendapatkan itu.
GS : Apakah itu tidak bisa kita dapatkan dari Allah, dari Roh Allah Pak?
HS : Saya pikir kuasa Roh Kudus itu lain tujuannya, karena hanya Allah yang Mahatahu dan manusia tidak mahatahu. Memang ada karunia-karunia yang Allah berikan, tetapi karunia-karunia itu juga trbatas supaya manusia tidak terikat kepada pemberian itu tetapi terikat kepada yang memberi.
GS : Sedang kalau okultisme biasanya orang terikat kepada yang memberinya.
HS : Memang kepada si setannya itu.
GS : Sehingga dia secara langsung atau tidak menjadi budaknya, yang bisa diperalat. Nah, tetapi okultisme bisa tumbuh dengan begitu suburnya, dengan begitu cepatnya Pak?
HS : Memang benar Pak Gunawan, saya melihat bahwa ada hal yang sangat menarik yang ditawarkan oleh kuasa kegelapan, yaitu dengan kita memiliki itu kita bisa tahu masa depan, dengan memiliki itukita memiliki satu kekuatan yang luar biasa, kesaktian, atau kemampuan-kemampuan yang supra.
GS : Nah, kalau Pak Hendrik berbicara tentang okultisme sebenarnya ada sesuatu keingintahuan saya, apakah Pak Hendrik ini mempelajari begitu saja ilmu ini atau memang pernah terlibat langsung Pak?
HS : Ya pernah terlibat langsung Pak Gunawan, karena masalahnya begini saya dulu seorang Maluku. Saya memiliki sesuatu dari tante saya, jadi mama sendiri tidak tapi menerima dari tante saya. Keudian saya menerima juga dari om saya, opa saya, saya menerima semua itu, dan itu saya gunakan untuk berkelahi dan untuk menjaga diri.
GS : Yang diterima itu dalam bentuk apa, Pak?
HS : Dalam bentuk mantera, ada juga dalam bentuk benda yang dibungkus dengan kain merah, yang harus dibawa.
GS : Nah setelah Pak Hendrik menerima itu, perubahan apa yang terjadi dalam diri Pak Hendrik?
HS : Rasanya berani, mau jalan ke mana-mana itu rasanya tidak takut.
GS : Jadi percaya diri.
HS : Ya percaya diri, rasanya itu tidak ada orang yang berani melawan saya, pokoknya saya jalan tenang-tenang saja di dalam gelap, atau dalam kondisi apa saja saya tidak takut.
PG : Kita sekarang hidup di dalam alam rasional Pak Hendrik, sehingga kebanyakan kita kurang begitu peka dengan suatu fakta bahwa sebetulnya dunia kita ini bukan saja dunia fisik yang dapat kit observasi dan kita telaah, tapi ada juga dunia spiritual atau dunia roh.
Dan dalam dunia roh ini ada 2 roh yang kita kenal yaitu Roh Tuhan dan roh Iblis ya, roh setan. Alkitab memang menjelaskan Pak Gunawan, asal-usulnya Iblis dengan jelas sekali. Kalau saya boleh bacakan di Yehezkiel pasal 28 mulai dari ayat 12 "Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya." Jadi dari firman Tuhan kita belajar bahwa Iblis adalah salah satu malaikat Tuhan yang memang menempati posisi yang khusus, dan dia adalah lambang keindahan dan kecantikan tapi karena dia berbuat curang yakni dijelaskan juga dalam firman Tuhan bahwa Iblis itu ingin menjadi Allah maka Tuhan melempar dia ke bumi. Jadi memang salah satu ciri Iblis yaitu memberikan yang indah, yang mewah, yang bagus, yang wah kepada manusia agar manusia bisa terpikat kepadanya dan Iblis akan berusaha keras mengelabui manusia bahwa dialah sebetulnya Allah. Jadi waktu manusia menyembah kepadanya, manusia tidak menyadari bahwa mereka sebetulnya sedang menyembah kepada Iblis, karena Iblis memang bisa menipu atau memperdayakan manusia. Mungkin itu yang Pak Hendrik juga temukan bahwa akhirnya cukup banyak orang yang bisa terpikat karena apa yang ditawarkan oleh Iblis atau kasus yang kedua adalah orang-orang yang tertipu ya Pak Hendrik mengira bahwa ini dari Allah padahal bukan dari Allah.
HS : Seperti di dalam Korintus surat Rasul Paulus dikatakan bahwa tidak heran Iblis dapat datang seperti malaikat yang suci, malaikat terang. Jadi tidaklah salah atau tidaklah mengherankan kala pengikut-pengikutnya pun menunjukkan diri seperti orang-orang suci.
Memang di satu pihak Rasul Petrus mengatakan Iblis mengaum-aum seperti halnya singa yang mengaum-aum tapi di pihak lain kita harus berhati-hati bahwa Iblis juga bisa datang seperti malaikat. Jadi dia datang dalam dua wajah dalam hal ini saya lihat, jadi kalau memang seperti singa yang mengaum-aum kita mengerti cepat, kita tahu, tapi kalau seperti malaikat, nah ini kita harus betul-betul dengan firman Allah untuk membandingkan apakah benar ini dari Allah atau dari si Iblis.
GS : Tapi biasanya yang terpikat itu justru orang-orang yang katakan memang namanya terpikat atau tertipu tadi, tidak mengenal betul siapa yang menipu dia.
HS : Itu karena kurang keakraban dalam hubungan dengan Allah.
GS : Ya memang mungkin belum akrab, sehingga dia terpikat, namanya orang yang tertipu karena kita tidak mengenal dengan penipunya, tapi kalau tahu penipunya pasti akan menghindar. Nah masalahnya adalah bagaimana khususnya kita melalui acara perbincangan TELAGA ini kita bisa mengenal bahwa orang yang menawarkan kepada kita itu adalah sesuatu upaya penipuan supaya kita terjerat pada okultisme.
HS : Yang saya lihat Pak Gunawan, bahwa biasanya semua yang bukan dari Allah itu biasanya menggunakan atau semua tindakan-tindakan itu bersifat rahasia sepertinya misterius. Suatu contoh merekatidak pernah mau menyebutkan atau mengucapkan mantera itu dengan jelas, mereka tidak mau, jadi mereka itu hanya berbisik-bisik saja tidak mau mereka menyebutkan dengan jelas bagaimana.
GS : Dan unsur menarik apa biasanya yang mereka tawarkan Pak?
HS : Dari Iblis maksud saya, kalau Iblis menawarkan ada 2 hal Pak Gunawan, yaitu pertama supaya kita itu menjadi kuat, kita menjadi hebat, kita menjadi super, kita mampu melakukan hal-hal yang idak mampu dilakukan oleh manusia biasa.
Kedua, kita juga bisa mengerti atau tahu masa depan, masa depan kita, masa depan orang lain juga. Misalnya suatu contoh kita ambil saja horoskop walau itu penipuan, ini satu contoh saja.
GS : Banyak orang yang tahu sebenarnya itu penipuan, atau rekayasa atau apapun juga karya manusia, tapi mengapa orang justru tertarik dengan hal-hal seperti itu?
HS : Karena manusia ingin tahu Pak, memang sudah ada di dasar hatinya, supaya dia itu tahu masa depannya bagaimana supaya dengan begitu mereka merasa aman pada waktu jalan ke depan atau jalan mnatap masa depan mereka.
(3) GS : Nah, biasanya orang yang terlibat dalam okultisme itu menjadi semacam perantara saja antara Iblis dengan dunia nyata ini, apa yang dia katakan bukan suaranya sendiri, apa yang dilakukan juga bukan kemauannya sendiri. Nah, bagaimana kita mengenalinya Pak bahwa ini memang dari Iblis dan bukan pura-pura dan sebagainya seperti itu?
HS : Seperti tadi saya sudah ungkapkan kalau dia datang sebagai singa yang mengaum-aum mudah kita mengerti, mudah kita tahu, tapi kalau dia datang seperti malaikat, mau tidak mau kita juga haru mengerti kebenaran firman Allah supaya kita bisa memahami bahwa ini bukan dari Allah.
Ini suatu contoh dari ajaran-ajaran di dalam agama Kristen yang tidak sesuai, kalau kita tidak mengerti firman Allah atau tidak mengerti Alkitab kita akan tertipu.
GS : Saya rasa memang sering kali dikemukakan pada kita ada yang asli dan ada yang palsu. Yang palsu itu biasanya lebih menarik dan seterusnya, tapi di samping orang-orang yang memang belajar tentang okultisme kita 'kan melihat kenyataan ada orang-orang yang dirasuk oleh setan, Alkitab pun sering kali bicara tentang itu. Sebenarnya bagaimana kita bisa mengenal hal ini Pak? Bahwa orang itu sedang dirasuk setan.
HS : Menurut pengalaman yang saya lakukan, biasanya orang yang dirasuk setan itu tidak bisa berpikir secara cerah, dia tidak bisa berpikir, dipanggil juga dia tidak mendengar. Pernah waktu sayamelayani seseorang, saya berkata demikian, dalam nama Yesus (misalkan dia namanya Abdul atau apa) hai....!
Abdul dalam nama Yesus saya panggil namamu, itu dia rasa jauh sekali suara saya, doa terasa jauh. Jadi sepertinya Iblis itu menutup telinganya, menutup pikirannya juga sehingga walaupun kita sebutkan, kita berbicara dalam nama Yesus itu juga lama sekali, tidak spontan jadi. Tapi kita harus berjuang dan dalam pengalaman ini membutuhkan kesatuan hati dari team yang melayani. Jadi dalam pelayanan itu memang kami selalu ingin supaya kami melayani dalam satu team, supaya dari kita ada yang berdoa, ada yang memuji Tuhan, kemudian ada yang melayani. Jadi kita sehati sepikir, se-roh. Di sini kami biasanya kalau kami sudah melayani semacam itu terus orang itu sepertinya dia panas-panas berteriak keras-keras, panas saya tidak mau dengar suara itu, saya tidak mau dengar, bila kita menyanyikan tentang Yesus itu dia tutup telinganya.
(4) GS : Pak Paul ini pertanyaan yang ingin saya tujukan kepada Pak Paul, apakah ada gejala-gejala yang mirip seperti orang yang kerasukan setan, padahal sebenarnya orang ini tidak kerasukan setan; jadi ada gangguan kejiwaan begitu Pak Paul maksud saya.
PG : Ada satu gangguan kejiwaan yang memang menyerupai kerasukan setan yaitu gangguan schizofrenia, gangguan schizofrenia adalah gangguan di mana seorang kehilangan pikiran yang waras atau pikian yang waras itu akhirnya mendapatkan gangguan hingga dia tidak bisa berpikir secara rasional dan tidak bisa lagi melihat realitas seperti yang dilihat oleh orang-orang pada umumnya.
Pada gangguan ini memang ada tingkah laku yang tidak umum, tingkah laku-tingkah laku yang biasanya tidak dia lakukan. Namun perbedaan utamanya adalah pada gangguan schizofrenia, orang ini tidak tiba-tiba mempunyai kekuatan supranatural, misalnya bisa meramalkan hari depan, bisa mempunyai kekuatan yang luar biasa, biasanya tidak. Jadi kadang kala ada suatu mitos yang menganggap bahwa orang-orang yang sakit jiwa itu orang-orang yang beringasan atau agresif, sebetulnya justru tidak, justru orang yang menderita gangguan seperti schizofrenia pada umumnya tidak beringasan, tidak menjadi ganas, mereka kebanyakan menjadi diam atau ngomong sendiri atau berkhayal. Tapi memang ada tingkah laku-tingkah lakunya yang bisa disalah mengerti sebagai kerasukan setan. Nah, cara yang baik untuk membedakan keduanya adalah pertama, kalau orang itu kerasukan setan biasanya ada kaitan dengan setan sebelum terjadinya kerasukan setan tersebut. Jadi misalkan orang itu memang berhubungan dengan kuasa setan, pernah mengundang kuasa setan masuk dalam hidupnya, nah itu menjadi suatu pencetus. Sedangkan gangguan schizofrenia biasanya tidak ada kaitan dengan hal itu dan pada gangguan schizofrenia biasanya dapat ditelusuri sejarahnya yakni awalnya biasanya itu pada usia belasan tahun di mana muncullah gangguan tersebut dan biasanya juga didahului oleh misalnya waktu dia anak-anak dia tidak suka bergaul dengan orang, menyendiri di kamar dan sebagainya. Sehingga kita melihat suatu perkembangan gejala dari usia belasan tahun sampai usia sekarang ini. Sedangkan gangguan kerasukan setan bisa muncul secara tiba-tiba, tanpa ada sejarahnya tiba-tiba orang itu dirasuk oleh setan, namun sejarah belakangnya adalah memang pernah ada kaitan misalnya dengan kuasa-kuasa Iblis, nah itu adalah suatu perbedaan yang pertama. Dan yang kedua adalah waktu kita mengusir setan dan kita meminta orang tersebut untuk mengundang Tuhan Yesus menjadi Tuhannya biasanya dia akan kesulitan menyebut nama Tuhan Yesus, tidak bisa menyebut Yesus Kristus meminta agar Tuhan masuk dalam hidupnya, sangat sulit sekali. Sedangkan pada gangguan schizofrenia biasanya itu tidak menjadi masalah, orang tersebut bisa saja mengucapkan nama Tuhan Yesus dengan mudahnya. Dan tetap saja mungkin orang ini adalah orang Kristen tapi kebetulan menderita gangguan schizofrenia.
GS : Maksud saya, kalau kita sejak awal tahu, bisa membedakan seperti itu Pak Paul, 'kan penanganannya itu jauh lebih tepat. Jadi kalau orang memang terganggu jiwanya tentu tidak akan dipanggilkan team untuk mengusir setan, tapi kalau memang dia kerasukan setan pasti yang kita butuhkan satu team yang tadi Pak Hendrik katakan itu. Tetapi bagaimana Pak Hendrik menangani orang-orang yang betul-betul kerasukan setan khususnya kalau pemuda atau apa itu 'kan sering kali terjadi. Nah itu biasanya langkah-langkah apa yang Pak Hendrik lakukan?
HS : Biasanya kami, seperti tadi diungkapkan oleh Pak Paul, ada kaitan itu memang kami teliti dulu biasanya, kami teliti apakah memang ada ikatan dengan masa lalu, bagaimana keluarganya, nah mugkin juga di rumahnya, di rumahnya mungkin ditanamkan sesuatu atau ada jimat yang ditanam di dalam kamarnya, atau di dalam tanah dan sebagainya.
Itu membawa akibat, nah satu contoh saja ketika kami melayani baru-baru ini di Lawang, ada seorang pemuda yang sebetulnya dia rajin, rajin mengikuti kegiatan gereja tetapi entah bagaimana kok tiba-tiba dia itu seperti perut sakit. Dia langsung down dikuasai oleh kuasa ini, diajak bicara tidak mau, disuruh makan tidak mau, kondisinya tegang ya, waktu diangkat mau ke kamar mandi atau apa itu kakinya tidak mau berjalan, kakinya seperti tidak ada lagi saraf, sarafnya tidak mempengaruhi dia sehingga anak ini kemudian kami layani. Ibu pendeta di sana berkata: "Pak, kami tidak mampu lagi, ini tolong Pak bagaimana?" Saya bilang, saya mau lihat dulu, jadi begitu saya datang saya lihat wah ini saya katakan saya perlu memanggil team kami. Sebab di dalam team kami itu ada seorang yang Tuhan berikan karunia nubuatan itu, nah ini memang dia pelihara dan memang kami pelihara, di dalam setiap berdoa bersama dengan dia dan sebagainya sehingga kalau dia melihat, kalau dia meminta kepada Tuhan supaya Tuhan menunjukkan itu langsung o.....orang ini begini-begini, jadi seperti tadi Pak, kalau saya sendiri langsung memang seperti yang saya layani di sekolah itu, kami terus tahu, karena dia tiba-tiba berteriak menantang kami, saya ini misalnya singo sapa itu nah dia katakan saya ini Braja Musti, saya tidak senang dengan kamu, kamu harus keluar dari tempat ini, begitu. Nah, jadi saya melihat o...ini bukan dari Tuhan.
GS : Dan juga bukan dari diri orang itu.
HS : Dan juga bukan dari diri orang itu sendiri karena dia lakukan dalam keadaan mata tertutup, dia bukan dalam keadaan sadar.
GS : Menurut Pak Hendrik, apakah memang setiap orang Kristen itu mempunyai kemampuan untuk mengusir setan dalam diri seseorang ataukah memang orang-orang tertentu yang mendapat karunia untuk itu Pak?
HS : Kalau menurut saya Pak, untuk hal ini semua orang Kristen sebetulnya yang hidup dengan Tuhan mampu mengusir, bukan hanya orang-orang tertentu. Kalau menurut pendapat saya, mengapa saya katkan begitu karena saya melihat sendiri dulu saya bukan apa-apa saya punya teman-teman juga bisa, itu sebabnya di sekolah saya kembangkan.
Jadi setiap orang Kristen sebenarnya mampu sebab dia sudah diberikan, dibawa oleh Allah sendiri.
GS : Saya rasa itu jelas di Amanat Agung itu Pak Paul, Tuhan Yesus mengatakan, bisa mengusir setan. Tapi kenapa tidak semua orang berani melakukan itu?
HS : Ya karena mereka takut, tidak yakin dan juga belum mengerti. Kalau mereka sudah mengerti akan kebenaran firman Allah, mereka tahu kekuatan firman Allah sendiri, mereka pasti.
PG : Saya kira kita terlalu ditakuti oleh film-film horor Pak Gunawan, sehingga kita itu membentuk suatu opini bahwa setan sangat mengerikan, sehingga kita sangat takut sekali berhadapan denganya.
Dalam pengalaman saya sendiri mengusir setan justru pengalaman aktual, mengusir setan itu sebetulnya bukanlah suatu peristiwa yang mengerikan atau menakutkan, sama sekali tidak. Sebab tadi Pak Hendrik sudah tegaskan juga adanya kelompok, team yang saling berdoa justru kami merasakan adanya suatu kekuatan dari Tuhan untuk mengusir kuasa Iblis ini. Saya akan bacakan bagian firman Tuhan dari 1 Yohanes 4:2 "Demikianlah kita mengenal Roh Allah setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia berasal dari Allah dan setiap roh yang tidak mengakui Yesus, tidak berasal dari Allah. Dan di ayat 4 dikatakan kamu berasal dari Allah anak-anakKU dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu sebab roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia." Jadi ada 2 pelajaran yang bisa kita timba dari firman Tuhan ini; yang pertama adalah kita mesti mawas diri untuk mengenal bahwa roh tidak semuanya berasal dari roh Allah, jadi jangan sampai kita tertipu. Dan yang kedua adalah kita mesti mengingat bahwa Roh Tuhan yang ada pada diri kita lebih berkuasa dari roh-roh lain atau dari roh Iblis, sehingga dengan kuasa Tuhan yang ada pada diri kita, kita memang bisa mengusir setan dan setan pun tidak berani untuk mengganggu kita. Karena pada diri kita sudah ada Roh Allah, nah itu saya kira penghiburan yang luar biasa menguatkan kita semua sebagai orang Kristen.
GS : Saya rasa itu memang sangat tepat Pak Paul, khususnya pada saat-saat seperti ini di mana pengaruh okultisme itu luar biasa sekali sehingga banyak orang-orang Kristen pun merasa khawatir dirinya dikuasai oleh kuasa kejahatan. Tapi sekali lagi mungkin kita lebih condong untuk kita menganjurkan agar orang-orang tidak mencoba-coba dengan kuasa-kuasa kegelapan itu ya Pak. Jadi rasa ingin tahu tidak perlu disalurkan dengan mencoba-coba. Apakah memang ada banyak korban hanya dari coba-coba itu?
HS : Ya, sebab Iblis itu tidak akan membiarkan orang menggunakan jasanya secara gratis, dia akan pasti menuntut bayarannya dan itu akan terus berlangsung, dia akan kejar.
PG : Prinsipnya jangan membuka pintu sedikit pun, sebab dia akan menyelinap masuk.
GS : Ya mungkin jelas sekali Alkitab mengatakan jangan berikan kesempatan kepada Iblis untuk masuk dan menguasai kita. Masih ada satu sisi yang lain yang perlu kita bicarakan Pak Hendrik tentang okultisme ini, khususnya di dalam pengaruhnya terhadap keluarga, kehidupan rumah tangga, saya rasa kita akan bicarakan hal itu pada kesempatan yang akan datang. Namun demikianlah tadi para pendengar yang kami kasihi, kami telah hadirkan ke hadapan Anda sebuah perbincangan tentang okultisme, bersama Bp. Pdt. Hendrik Soplantila dan juga Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Kalau Anda berminat untuk melanjutkan acara tegur sapa ini, kami persilakan Anda menghubungi kami lewat surat. Alamatkan surat Anda ke Lembaga Bina Keluarga Kristen atau LBKK Jl. Cimanuk 58 Malang . Saran-saran, pertanyaan serta tanggapan Anda sangat kami nantikan. Dan dari studio kami mengucapkan terima kasih.
PERTANYAAN KASET T 47 A
Apakah okultisme itu….?
Ada berapa macamkah roh itu…?
Bagaimana mengenali bahwa seseorang telah dirasuki roh jahat…?
Bagaimana membedakan bahwa itu hanya gangguan jiwa dan bukan kerasukan setan…?
Ringkasan Isi:
Okultisme itu suatu ilmu yang bersifat supernatural. Ilmu tentang roh di mana orang mempelajari tentang roh-roh yang bukan Roh Allah tetapi roh-roh di luar Roh Allah. Ilmu ini tujuannya untuk melindungi diri dari serangan orang lain, dari serangan roh-roh yang di luar roh Tuhan dan juga dari alam ini. Kita harus membedakan roh terang dan roh gelap, jadi Roh Allah di pihak roh yang terang sedangkan roh setan atau iblis itu di pihak roh gelap. Berarti dalam hal ini ada kekuatan yang besar, ada kekuatan dari Allah dan ada kekuatan dari roh iblis.
Dalam dunia ini ada 2 roh yang kita kenal, yaitu Roh Tuhan dan roh iblis atau setan. Alkitab menjelaskan asal-usulnya iblis dengan jelas.
Yehezkiel 28:12-17 , "Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga:......Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya."
Iblis adalah salah satu malaikat Tuhan yang memang menempati posisi yang khusus, dan dia adalah lambang keindahan dan kecantikan tapi karena dia berbuat curang bahwa iblis itu ingin menjadi Allah maka Tuhan melempar dia ke bumi. Jadi memang salah satu ciri iblis yaitu memberikan yang indah, yang mewah, yang bagus, yang wah kepada manusia agar manusia bisa terpikat kepadanya, dan iblis akan berusaha keras mengelabui manusia bahwa dialah sebetulnya Allah.
Dua unsur menarik yang biasanya ditawarkan iblis:
Agar kita menjadi kuat, menjadi hebat, menjadi super, kita mampu melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh manusia biasa.
Agar kita bisa mengerti atau tahu masa depan kita, dan masa depan orang lain juga.
Sebagai contoh, kita ambil saja horoskop walau itu penipuan. Ada satu gangguan kejiwaan yang memang menyerupai kerasukan setan yaitu gangguan schizofrenia. Gangguan schizofrenia adalah gangguan di mana seorang kehilangan pikiran yang waras, akhirnya mendapatkan gangguan hingga dia tidak bisa berpikir secara rasional dan tidak bisa lagi melihat realitas seperti yang dilihat oleh orang-orang pada umumnya.
Cara yang baik untuk membedakan keduanya adalah:
Kalau orang itu kerasukan setan biasanya ada kaitan dengan setan sebelum terjadinya kerasukan setan tersebut. Sedangkan gangguan schizofrenia biasanya tidak ada kaitan dengan hal itu, dan pada gangguan schizofrenia biasanya dapat ditelusuri sejarahnya.
Waktu kita mengusir setan dan kita meminta orang tersebut untuk mengundang Tuhan Yesus menjadi Tuhannya biasanya dia akan kesulitan menyebut nama Tuhan Yesus. Sedangkan pada gangguan schizofrenia biasanya itu tidak menjadi masalah, orang tersebut bisa saja mengucapkan nama Tuhan Yesus dengan mudahnya.
I Yohanes 4:2-4 , "Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia,berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengakui Yesus, tidak berasal dari Allah....Kamu berasal dari Allah anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."
Ada 2 pelajaran yang bisa kita timba dari firman Tuhan ini:
Yang pertama adalah kita mesti mawas diri untuk mengenal bahwa roh tidak semuanya berasal dari roh Allah, jadi jangan sampai kita tertipu.
Yang kedua adalah kita harus mengingat bahwa Roh Tuhan yang ada pada diri kita lebih berkuasa dari roh-roh lain atau roh iblis, sehingga dengan kuasa Tuhan yang ada pada diri kita. Kita bisa mengusir setan dan setan pun tidak berani untuk mengganggu kita, karena pada diri kita sudah ada Roh Allah.
Submitted by Paul Gunadi on Thu, 19/06/2008 - 12:00am.
Nara Sumber:
Pdt. J.H. Soplantila, M.Div. & Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak:
Kuasa iblis tidak hanya menghancurkan salah satu anggota keluarga saja tetapi berusaha mendapatkan seluruh anggota keluarga. Terutama menghancurkan keluarga Kristen. Baik dalam bentuk mengobarkan konflik, kemarahan dan pertikaian.
Transkrip Isi:
Saudara-saudara pendengar yang kami kasihi dimanapun Anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Bersama Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi dan kali ini juga bersama Bp. Pdt. Hendrik Soplantila. Kami bertiga dari Lembaga Bina Keluarga Kristen telah siap menemani Anda dalam sebuah perbincangan tentang pengaruh okultisme bagi keluarga. Kami percaya ini akan bermanfaat bagi kita semua, dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
Lengkap
GS : Kami senang sekali Pak Hendrik kembali bisa bersama-sama dengan kami dan kita akan melanjutkan perbincangan kita beberapa waktu yang lalu tentang okultisme. Tapi supaya para pendengar yang mungkin baru pada kesempatan ini mendengarkan acara TELAGA ini secara sepintas, mungkin Pak Hendrik bisa mengulas atau menyampaikan ulang apa yang pernah kita bicarakan, khususnya tentang okultisme itu sendiri.
HS : Ya pada waktu yang lalu kita berbicara mengenai apa itu okultisme jadi ketertarikan orang terhadap okultisme dan juga kita membedakan adanya roh yang baik atau roh terang dan roh gelap. Seingga demikian jelas bagi kita bahwa memang ada kuasa kegelapan tetapi juga ada kuasa Allah.
Walaupun dua kuasa ini bertentangan, tapi yang jelas bahwa kuasa kegelapan sudah kalah, itu yang dahulu pernah kita bicarakan dan kita perbincangkan.
(1) GS : Jadi yang kali ini kita mau perbincangkan adalah lebih terfokus pada kehidupan rumah tangga. Karena pemerannya adalah orang-orang yang tentunya juga sebagai makhluk sosial lalu berkeluarga dan sebagainya itu pasti ada dampaknya terhadap keluarga. Nah menurut pengalaman Pak Hendrik seberapa jauh pengaruh okultisme itu terhadap keluarga, khususnya keluarga Kristen itu?
HS : Yang saya lihat dalam pengalaman terhadap orang-orang atau keluarga yang dikuasai oleh okultisme, pertama saya melihat dari segi kehidupan sehari-hari dan kemudian yang kedua yang saya liht dari segi rohaninya.
Kalau dari segi kehidupan sehari-hari biasanya mereka itu sepertinya selalu dalam keadaan murung walaupun mereka tersenyum, walaupun mereka tertawa, tapi seperti ada sesuatu seperti ada sesuatu yang lain yang menekan mereka. Tapi kalau dari segi rohani saya melihat pada satu hal, mereka tidak senang pada firman Allah, kalau mereka mendengar firman Allah kadang-kadang mengantuk, bukan mengantuk karena capek, bukan mengantuk karena kecapean atau karena tadi malam tidak tidur dan sebagainya bukan. Tetapi memang Iblis tidak mau orang ini mendengar firman Allah, nah itu satu keluarga mengalami hal yang sama. Kecuali kalau ada seorang anak yang memang dia itu sudah tidak mau tahu tentang itu dan dia dekat dengan Tuhan terus misalnya begitu, itu lain.
GS : Tetapi ada orang yang menggunakan okultisme dengan tujuan agar keluarganya harmonis, itu mungkin tidak Pak?
HS : Menurut pengertian saya, Iblis itu memang pengacau, jadi kalau dikatakan itu untuk harmonis saya pikir ada batasannya, harmonis macam apa, versinya versi apa. Apa harmonis dalam arti yang esuai, dalam arti harmonis damai dengan Allah ataukah harmonis dalam versi mereka di mana di dalam itu masih tetap tertekan atau terpaksa.
(2) GS : Pak Paul, bagaimana hubungan okultisme ini yang Pak Paul lihat di dalam kehidupan rumah tangga?
PG : Ada 2 cara yang biasa digunakan oleh Iblis untuk mengacau keluarga. Yang pertama kita harus mengerti cara kerja Iblis yaitu Iblis tidak menggarap manusia pribadi lepas pribadi, tapi keluara lepas keluarga.
Jadi dari pengertian ini, kita bisa menyimpulkan dan memang sudah dicontohkan juga dalam kasus yang nyata Iblis tidak akan berhenti menggarap satu orang atau satu keluarga, tapi Iblis akan berusaha mendapatkan semua anggota keluarga tersebut. Itu sebabnya kalau ada satu anggota keluarga yang berbalik kepada Tuhan dan meninggalkan Iblis, dan yang lainnya misalkan masih dalam kuasa Iblis, Iblis tidak akan tinggal diam, Iblis akan mengganggu orang yang baru saja meninggalkan dia itu berusaha menguasainya karena Iblis tidak rela bahwa warganya atau orang yang ditaklukkannya sekarang meninggalkan dia. Itu sebabnya juga kalau misalkan orang tua terlibat dalam kuasa kegelapan, Iblis sering kali dan pada umumnya menuntut jiwa atau kehidupan anak dan cucunya, sebab itulah yang Iblis minta, bukan satu pribadi tapi satu keluarga, ini satu hal yang perlu kita pahami. Yang kedua, saya melihat cara Iblis juga mengacaukan keluarga Kristen ini yang jelas-jelas Kristen adalah dengan merusak keluarga Kristen; jadi cara Iblis juga mencoba untuk memenangkan pergumulannya dengan Tuhan yakni menghancurkan keluarga Kristen. Jadi keluarga Kristen senantiasa harus mendekatkan diri dengan Tuhan. Saya teringat akan tulisan dari Pdt. Charles W. dalam bukunya Musa, beliau berkata bahwa siapa yang ingin bekerja untuk Tuhan dan ingin dipakai Tuhan, haruslah dia menyadari bahwa dia akan menjadi target atau sasaran penyerangan Iblis. Nah, saya harus mengakui bahwa Iblis akan benar-benar bersenang hati masuk melalui pintu keluarga kita meskipun dia tidak menguasai kita dalam pengertian merasuk kita karena kita sudah di tangan Tuhan Yesus. Tapi dia akan mencoba mengacaukan, misalnya dengan mengobar-ngobarkan konflik atau kemarahan dalam hati kita, sehingga kita tidak mudah menyelesaikan pertikaian kita. Sebab yang paling bahagia kalau keluarga kita berantakan adalah Iblis, kita tidak bisa melayani Tuhan dengan sepenuh hati, dengan hati yang damai, karena keluarga kita saling bertarung misalnya. Jadi itulah saya kira 2 cara Iblis yang langsung berkenaan dengan keluarga.
GS : Tapi kenapa Pak Paul ada orang yang mau mengorbankan, katakan anaknya demi mendapatkan harta yang sifatnya sementara?
PG : Saya kira manusia memang acapkali berpikir pendek dan untuk kepuasan seketika dan serta kepuasan pribadi. Jadi sering kali manusia tidak memikirkan dampak panjangnya, yang penting kami menkmati, kami memperoleh keuntungan-keuntungan yang dijanjikan.
Dan itu yang ditawarkan oleh Iblis dan mereka terima dengan senang hati, mereka tidak memusingkan tentang gangguan-gangguan yang mungkin dialami nanti. Dan memang kalau mereka terus bersekutu dengan Iblis dan tidak mengganggu gugat masalah ini, keluarga mereka tetap tenteram dalam pengertian tidak dikacaukan oleh Iblis, sebab mereka sudah menjadi warga Iblis.
GS : Apakah memang begitu Pak Hendrik, apakah setiap apa yang kita inginkan supaya Iblis lakukan untuk kita kemudian ada imbalan yang harus kita berikan atau ini sifatnya untuk jangka panjang.
HS : Memang ada imbalannya, saya beri contoh saja beberapa orang yang saya tahu yang mencari kekayaan. Imbalannya adalah anak, anak mereka menjadi kelainan, ada kelainan. Ada juga yang boleh diatakan membayar dengan giginya sehingga giginya habis semuanya, keluarganya juga begitu anaknya, istrinya giginya habis.
Sebab setiap sekian bulan tanggal satu, tanggal satu. Nah, ada juga imbalan yang lain yaitu jiwa orang, jadi orang dalam rumah itu. Nah, satu contoh misalnya kalau seseorang itu ingin mendapat kekayaan, itu sudah membuat semacam perjanjian dengan Iblis, jadi apa yang harus diberi, jiwa OK! Jiwa. Nah, kalau jiwa yang diberikan maka setiap tahun dia harus memberi tumbal, ada yang meninggal dalam rumah itu. Ini tidak selalu anggota keluarga, tapi bisa juga pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah itu yang sudah merasa menjadi satu dengan keluarga itu.
GS : Nah kalau sudah satu keluarga seperti itu Pak Hendrik, kemudian ada yang menyadari ini keliru, tindakannya keliru, apa cukup satu orang ini saja yang bertobat meninggalkan itu atau memang seluruh anggota keluarga atau bagaimana?
HS : Ya saya pikir semuanya Pak sekaligus, memang yang menjadi kuncinya adalah kepala keluarga, istri mereka berdua yang kemungkinan sudah seia sekata untuk mencari kekayaan itu. Nah, mereka bedua yang harus bertobat, harus kembali kepada jalan Tuhan, nah nanti kalau seandainya 2 orang ini sudah kembali, baru sekeluarga itu dibawa kepada Tuhan semuanya oleh orang tuanya jadi dibawa seluruhnya, sehingga seluruh keluarga menjadi milik Allah lagi, bukan lagi milik si Iblis, sehingga dia bisa sewenang-wenang melakukan...
GS : Nah itu penanganannya bagaimana Pak, kalau beberapa waktu yang lalu atau tadi kita bicarakan kalau ada seorang yang sudah kerasukan setan perlu penanganan oleh satu team, nah kalau satu keluarga itu bagaimana Pak?
HS : Pananganannya itu biasa kami layani pribadi lepas pribadi Pak, satu-satu, jadi kami lihat dulu siapa, o....tentu orang tuanya, sang suami sebagai kepala keluarga kemudian sang istri. Nah, emudian dua-duanya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kemudian baru semua anak kami ajak untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.
Dengan begitu kemudian nanti kita tutup dengan doa memohon supaya Tuhan menjadi segala sesuatu dalam rumah ini sehingga menjadi pelindung utama, membentengi, melindungi, menjaga mereka.
GS : Pernah atau tidak Pak Hendrik alami bahwa seorang yang sudah dilepaskan seperti itu seseorang atau keluarga, lalu kemudian suatu saat kambuh lagi?
HS : Memang ada Pak, kadang-kadang kejadian seperti itu karena dia itu kembali ingin mencoba lagi, karena dia merasa saya tidak tahu, saya merasa tidak puas atau mungkin karena dikecewakan wakt di gereja, dia dikecewakan oleh anggota jemaat yang lain atau bagaimana, nah atau dia kurang mengerti akan kebenaran firman Allah sehingga dia itu masih tertarik ke sana.
O.....ini kok sepertinya Tuhan mengizinkan OK saja, tapi sekarang dalam versi baru misalnya.
GS : Pak Paul saya melihat bahwa pengaruh-pengaruh film yang bertemakan horor dan sebagainya, itu punya dampak Pak Paul di dalam keluarga; sebenarnya dampak itu sejauh mana dalam hubungan dengan okultisme itu?
PG : Saya kira dampak utama adalah menciptakan rasa takut yang berlebihan atau yang tidak perlu. Rasa takut ini akhirnya menguasai kita dan sewaktu rasa takut menguasai kita akibatnya adalah kia lumpuh.
Nah saya kira jangan sampai kita sebagai orang Kristen lumpuh menghadapi kuasa-kuasa jahat ini, justru kita harus berani, sebab kita tahu bahwa Roh Tuhan yang ada dalam kita lebih kuat daripada roh-roh jahat. Jadi saya kira kalau kita sudah lumpuh kita tidak begitu berani untuk melawannya, mungkin itu. Saya mau memberikan komentar yang tadi Pak Gunawan tanyakan kepada Pak Hendrik pula, saya kira salah satu penyebab adakalanya orang yang sudah dibebaskan dari kuasa Iblis bisa kembali dikuasai, dirasuk oleh setan. Iblis sangat pandai dan Iblis itu adalah roh, jadi dia bisa mengerti isi hati kita bahkan kadang kala lebih cepat menyadari isi hati kita. Yang saya maksud adalah ini, misalkan tadi ada orang yang ingin sekali kekayaan yang luar biasa dan akhirnya membuat perjanjian dengan kuasa Iblis. Nah misalkan dia sudah dibebaskan tapi dalam hatinya masih tersedia keinginan untuk menimbun kekayaan dan merasa sayang sekali sekarang tidak lagi mempunyai kesempatan itu, nah bagi saya itu adalah pintu, pintu yang pada awalnya membuka kemungkinan masuknya Iblis. Sekarang kalau pintu itu belum dikunci meskipun dia sudah dibebaskan, pintu yang sama itu akan memasukkan Iblis itu kembali dalam hidupnya. Atau contoh yang lain yang saya pernah saksikan adalah kalau dalam keluarga memang ada masalah yang belum terselesaikan, sehingga dalam keluarga itu terus-menerus muncul luka, luka dan luka. Dan kebetulan memang keluarga tersebut pernah pada suatu ketika dikuasai oleh Iblis. Nah Iblis bisa memasuki pintu tersebut yaitu pintu konflik keluarga sehingga akhirnya anak-anak atau keluarga itu diganggu lagi oleh kuasa Iblis.
GS : Sebenarnya ada sebuah pertanyaan, sebuah pertanyaan yang diajukan pada saya oleh seorang anak kami, itu ditanyakan setelah melihat film horor, ini fantasi atau betul-betul terjadi Pa? Nah itu menjelaskannya bagaimana Pak?
PG : Saya tidak bisa pastikan film yang mana.
GS : Ya bertema horor, ada setan-setan, cerita itu 'kan menarik buat anak-anak.
PG : Secara umum apakah setan menampakkan dirinya dengan cara yang mengerikan, saya kira tidak. Justru pada umumnya setan tidak menampakkan diri dengan wajah yang mengerikan, sebab kalau itulahwajah yang ditampilkan dia akan kehilangan pengikut, sudah pasti.
Maka wajah yang ditampilkan adalah justru yang menyenangkan kita, yang bisa membawa kita kepadanya, terpikat kepadanya. Bahkan dalam satu kasus yang pernah saya tangani saya melihat bagaimana Iblis membanting-banting orang, tapi bukan dengan cara yang mengerikan seperti yang ditayangkan dalam film-film horor itu. Meskipun memang ada bukti fisik orang itu di depan mata saya memang dibanting oleh kuasa Iblis tapi kesan mengerikannya tidak ada. Jadi saya kira film horor melambangkan atau mencerminkan sifat Iblis yang kalau menurut saya berlebihan sebab dalam kenyataannya dia tidak akan menampilkan wajah yang mengerikan seperti itu.
GS : Tapi sejauh mana Pak Paul, orang boleh menyaksikan film seperti itu, artinya itu 'kan ada pembatasan tertentu, kalau terlalu banyak 'kan lebih banyak merugikannya daripada manfaatnya.
PG : Betul sekali, jadi kalau sampai anak itu mengembangkan fantasi akibat melihat film horor, dan akibat dari perkembangan fantasi dia menjadi orang yang terlalu memikirkan hal-hal yang mengerkan dan menakutkan, saya kira jelas itu sudah melewati batas.
Jadi anak itu dilarang untuk menonton film horor, secara umum saya juga akan melarang sebetulnya anak kecil menonton film horor sebab dunia khayal anak sangat kuat dan anak belum bisa mengerti secara rasional dan obyektif, bahwa ini adalah film yang dibuat oleh manusia. Anak-anak kecil belum bisa membedakan, jadi kalau dia sudah remaja sudah mengerti silakan, tapi kalau masih misalnya dibawah umur 12, 13 tahun saya menyarankan jangan.
GS : Ya saya rasa itu penting Pak Paul, untuk semacam pedoman karena terlalu banyak disajikan di hadapan kita, di hadapan keluarga, kalau itu tidak membangun kehidupan rumah tangga, nah buat apa harus dibiarkan. Tapi Pak Hendrik yang ingin saya tanyakan, kita hidup di era yang modern, pikiran orang sudah begitu maju kenapa okultisme masih bisa berkembang dengan cukup pesat?
HS : Iblis itu pandai sekali dan dia bisa masuk ke dalam segala macam situasi, situasi maju, situasi modern, dia datang dengan cara modern juga.
GS : Menyesuaikan diri.
HS : Ya menyesuaikan diri, seperti yang Pak Paul sudah ungkapkan dan Pak Gunawan tanyakan tentang film horor itu. Itu ada suatu pengalaman, seorang ayah bertanya kepada anaknya ketika bersama-sma (ini ayahnya seorang hamba Tuhan juga) dia tanya pada anaknya waktu itu sedang mendung.
Dik....ini siapa yang memberikan hujan, dia berhenti sebentar, anak itu berpikir sebentar lalu dia bilang setan. Lalu saya berkata (waktu itu diceritakan pada saya) saya katakan, kemungkinan dia berkata begitu karena dia tidak bisa bermain, jadi dia mempunyai pendapat bahwa ini itu dari setan. Tapi anak ini sering nonton film horor jadi kemungkinan tadi yang Pak Paul katakan itu khayalan yang dikembangkan, sehingga mengakibatkan dia berpikir segala sesuatu datang dari setan. Karena Setan mempunyai kekuatan, kemampuan-kemampuan yang super, jadi dia berpikir o....ini juga bisa dari setan. Padahal dia ikut Sekolah Minggu, tapi dia anak kecil, seberapa jauh dia mengerti tentang firman Allah yang diceritakan secara sederhana. Dan apa yang dia lihat dengan matanya, apa yang dia dengar, apa yang dia rasakan itu lebih banyak dari TV, nah itu bahayanya di situ untuk anak-anak.
GS : Sepertinya itu tadi Pak Paul yang ingin saya ungkapkan itu, di tengah-tengah orang itu sudah berpikir demikian rasional bahkan pendidikannya pun cukup tinggi, tidak jarang kita membaca di surat kabar misalnya para eksekutif yang mau melibatkan dirinya pada hal-hal yang kalau kita sadar itu sesuatu yang tidak masuk akal. Kenapa sebenarnya, kebutuhan apa sebenarnya yang mendorong dia?
PG : Seorang tokoh gereja di zaman dahulu bernama Agustinus pernah berkata bahwa dalam setiap manusia ada ruangan yang hanya bisa diisi dengan Tuhan. Jadi dalam diri manusia itu ada ruangan yan boleh saya sebut ruangan spiritual, ruangan rohani.
Dan kalau waktu ruangan itu kosong, ruangan itu akan meminta untuk diisi jadi saya kira orang-orang yang sudah mencapai kedudukan yang tinggi dan memang pandai tapi kalau ruangan rohaninya kosong dia akan selalu mencari hal-hal yang bersifat nonfisik, yaitu yang bersifat roh agar bisa mendapatkan kepuasan. Nah, kalau dia tidak mengerti jalan yang benar dia akan menempuh jalan yang salah dan dia akan melakukannya dengan cara yang salah, itu yang pertama. Yang kedua adalah saya kira salah satu manifestasi dosa ialah keserakahan manusia, dan bersumber dari keserakahan atau ketamakan inilah manusia merasa tidak puas dengan yang telah dimilikinya sehingga mau memiliki lagi, mau untuk lebih dilindungi lagi, mau lebih berkuasa dan sebagainya. Akhirnya memasuki areal yang memang dikuasai oleh Iblis jadi jangan sampai yang seperti dikatakan dalam Alkitab manusia menjual dirinya kepada Iblis, itu dikatakan kepada dua orang di Alkitab yaitu kepada raja Ahab, raja Israel dulu dan juga kepada Yudas yang benar-benar menjual diri mereka kepada Iblis. Jadi manusia harus berhati-hati di situ.
GS : Licik sekali, Iblis itu yang jelas licik dengan segala cara-caranya ya Pak.
HS : Mungkin ada satu hal lagi yang saya bisa katakan sesuai dengan yang Pak Paul ungkapkan tadi, yaitu biasanya kalau kita di dalam doa, berdoa kepada Tuhan 'kan tidak secepatnya Tuhan jawab, api kalau Iblis dia langsung bisa memberi cepat, nah ini yang menarik, sangat menarik.
Sehingga otomatis misalnya orang mau mencari kuasa ya cepat dapat, mau mencari kekayaan ya cepat dapat, mau mencari pangkat cepat dapat.
GS : Dan orang punya kecenderungan untuk memilih yang paling cepat.
HS : Memilih yang paling cepat, karena mereka itu seperti tadi Pak Paul katakan ada ruang yang kosong yang selalu perlu diisi, sebenarnya ketidakpuasan hanya puas kalau diisi oleh Tuhan, oleh frman Tuhan, tapi mereka justru mencari di luar Tuhan.
GS : Pak Hendrik, saya teringat karena tadi Pak Paul bicara tentang ruang, pernah Tuhan Yesus itu mengatakan kalau Iblis itu sudah dikeluarkan dari seseorang tapi itu membiarkan ruangan hatinya kosong Iblis itu akan kembali dengan teman-temannya, sehingga orang itu menjadi lebih jahat dari sebelumnya. Nah, itu bagaimana Pak Hendrik?
HS : Pernah suatu kali seorang pemuda kami layani, ayahnya seorang dosen, ayahnya orang Kristen, istrinya saya tidak tahu orang apa. Jadi dia terpengaruh oleh teman-temannya sehingga dia juga iut narkotik, dia juga ikut okultis, dia bahkan pernah bertapa di satu tempat yaitu di antara cabang sungai untuk mendapatkan kekuatan sesuai dengan perintah gurunya.
Dan dia memang mendapat itu semua, mendapat semuanya. Nah, waktu kami layani untuk pelepasan memang hatinya itu ingin dilepaskan dan dia menyerahkan beberapa bagian, tidak semua tapi sebagian. Namun setelah itu kecenderungan ketertarikan kepada roh atau kuasa gelap ini bukannya hilang. Nah, pada saat itu saya melihat bahwa dia lebih lagi dari yang lalu. Tidak lagi seperti pada waktu kita berteman tapi dia lebih jahat lagi dan dia meninggalkan kami dan dia pergi, dan kami tidak tahu sekarang di mana. Tapi dia lebih jahat lagi menurut berita yang saya terima, jadi kami berpikir bahwa memang orang itu akan menjadi lebih jahat lagi kalau dia itu tidak full dilepaskan dan tidak diisi lagi, kekosongan itu tidak diisi oleh Tuhan. Nah, itu pernah terjadi suatu kali ketika kebangunan rohani di Bandung yaitu pernah di umpamakan dengan satu gelas air yang bersih, kalau sudah ada air di situ tentu diisi yang lain air itu akan tumpah. Jadi mau tidak mau air itu harus dikeluarkan dulu semuanya baru isi yang lain atau tidak usah isi yang lain tapi tetap air itu saja, nah ini sama dengan itu. Jadi tetap harus diisi dan Iblis itu roh dan ia bisa mengisi seperti yang kita lihat ya namanya legion itu lebih dari satu, lebih dari 100, dia menguasai satu orang saja dan saya tidak tahu bagaimana dia menguasai seluruh tangan, seluruh kaki, seluruh kepala, seluruh badan. Sehingga orang ini tidak merasa sakit apa-apa tidak merasa kedinginan dan seterusnya.
GS : Memang saya percaya itu, kalau seseorang sudah bertobat dan mau meninggalkan itu dan sudah dilepaskan, ya harus menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan untuk mengisi ruang Ilahi tadi yang ada dalam diri kita. Nah Pak Paul mungkin ada bagian ayat kitab suci yang mau dibacakan?
PG : Saya akan bacakan dari Efesus 6:10-11 "Akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya, kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu apat bertahan melawan tipu muslihat Iblis."
Saya kira itu adalah firman yang bisa kita pegang sebagai janji Tuhan dan juga mengingatkan kita bahwa dalam merespons terhadap Iblis, kita perlu merespons dengan tepat, jangan ekstrim satu atau ekstrim yang lainnya yakni ketakutan yang histeris pada Iblis atau justru meringankan atau meremehkan Iblis, seolah-olah Iblis itu gampang karena kita punya kekuatan dan sebagainya. Iblis memang berkuasa, tapi Tuhan lebih berkuasa dan kalau kita kenakan senjata perlengkapan Allah yakni firman Tuhan, hidup di dalam iman kepada Tuhan maka tidak ada yang perlu kita takuti, Iblis bisa ditaklukkan dengan kuasa Tuhan, bukan dengan kuasa kita.
GS : Jadi itu memang tepat sekali saya rasa Pak Paul bahwa Allah itu sebenarnya menyediakan perlengkapan senjata untuk kita bisa melawan Iblis. Jadi kita sudah dilindungi, tapi masalahnya adalah bagaimana menggunakan perlengkapan itu. Yang sudah disediakan bagi kita, memang kita harus terlatih untuk menggunakannya. Jadi baiklah saya rasa kita harus sudahi walaupun tentunya masih banyak aspek yang bisa kita bicarakan dengan okultisme ini, tetapi karena keterbatasan waktu saya rasa kita harus akhiri dahulu. Dan demikianlah tadi para pendengar yang kami kasihi, kami telah hadirkan ke hadapan Anda sebuah perbincangan tentang pengaruh okultisme di dalam kehidupan keluarga khususnya keluarga Kristen, bersama Bp. Pdt. Hendrik Soplantila dan juga Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Kalau Anda berminat untuk melanjutkan acara tegur sapa ini, kami persilakan Anda menghubungi kami lewat surat. Alamatkan surat Anda ke Lembaga Bina Keluarga Kristen atau LBKK Jl. Cimanuk 58 Malang . Saran-saran, pertanyaan serta tanggapan Anda sangat kami nantikan. Dan dari studio kami mengucapkan terima kasih.
PERTANYAAN KASET T 47 B
Seberapa jauh pengaruh okultisme terhadap keluarga Kristen..?
Apa hubungan okultisme dengan kehidupan rumah tangga…?
Ringkasan Isi:
Dampaknya okultisme terhadap keluarga.
Saya melihat dari segi kehidupan sehari-hari. Biasanya mereka itu sepertinya selalu dalam keadaan murung walaupun mereka senyum, walaupun mereka tertawa, tapi seperti ada sesuatu yang menekan mereka, seperti ada sesuatu yang lain yang menekan mereka.
Saya lihat dari segi rohaninya. Kalau dari segi rohani saya melihat pada satu hal, mereka tidak senang pada firman Allah, kalau mereka mendengar firman Allah kadang-kadang ngantuk bukan ngantuk karena kecapean atau karena tadi malam tidak tidur dan sebagainya. Tetapi memang iblis tidak mau orang ini mendengar firman Allah, itu satu keluarga mengalami hal yang sama.
Ada 2 cara yang biasa digunakan oleh iblis untuk mengacau keluarga:
Kita harus mengerti cara kerja iblis, yaitu iblis tidak menggarap manusia pribadi lepas pribadi, tapi keluarga lepas keluarga. Jadi dari pengertian ini, kita bisa menyimpulkan dan memang sudah dicontohkan juga dalam kasus yang nyata. Iblis tidak akan berhenti menggarap satu orang anggota keluarga, tapi iblis akan berusaha mendapatkan semua anggota keluarga tersebut. Film yang bertemakan horor punya dampak di dalam keluarga. Yang utama adalah menciptakan rasa takut yang berlebihan atau yang tidak perlu.
Saya melihat cara iblis juga mengacaukan dan merusak keluarga Kristen. Iblis juga mencoba berbagai cara untuk memenangkan pergumulannya dengan Tuhan, yakni menghancurkan keluarga Kristen. Jadi keluarga Kristen senantiasa harus mendekatkan diri dengan Tuhan.
Salah satu penyebab adakalanya orang yang sudah dibebaskan dari kuasa iblis bisa kembali dikuasai, dirasuk oleh setan adalah karena iblis sangat pandai dan iblis itu adalah roh. Dia bisa mengerti isi hati kita bahkan kadangkala lebih cepat menyadari isi hati kita.
Efesus 6:10,11 , "Akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis." Ini adalah firman yang bisa kita pegang sebagai janji Tuhan dan juga mengingatkan kita bahwa dalam merespon terhadap iblis, kita perlu merespon dengan tepat, jangan ekstrim satu atau ekstrim yang lainnya yakni ketakutan yang histeris pada iblis. Atau justru meringankan atau meremehkan iblis, seolah-olah iblis itu gampang kita kalahkan karena kita punya kekuatan dan sebagainya. Iblis memang berkuasa, tapi Tuhan lebih berkuasa dan kalau kita kenakan senjata perlengkapan Allah yakni firman Tuhan, hidup di dalam iman kepada Tuhan maka tidak ada yang perlu kita takuti, iblis bisa ditaklukkan dengan kuasa Tuhan, bukan dengan kuasa kita.