You are hereBetty Tjipta Sari's blog
Betty Tjipta Sari's blog
Ketika Tuhan Campur Tangan Secara Nyata
2 tahun yang lalu saya tidak pernah berpikir untuk study lagi, saya merasa bahwa Tuhan memanggil saya untuk ‘visi’ tertentu. Ketika Tuhan berbicara lain (tentu saja dengan berbagai cara yang misterius), dan meminta saya untuk pergi ke tempat lain, itu bukan hal yang mudah buat saya. Saya perlu waktu untuk banyak bertelut di bawah kaki-Nya dan merendahkan diri untuk taat. Saya tidak tahu apa maksud-Nya, dan apa rencana-Nya buat saya. Yang saya tahu hanyalah, saya harus mengerjakan apa yang Dia perintahkan untuk saya kerjakan, yang nanti akan Dia beritahukan.
Mimpi Di Atas Pohon Jambu
Saya paling senang pergi ke tempat tinggi untuk mengamati pemandangan sekitar dan menikmati berdiam dengan pikiran saya saat menikmati pemandangan itu. Tanpa saya sadari, kegemaran saya itu dimulai dari sebuah pohon jambu. Saya teringat masa kecil dulu, di belakang rumah kami ada pohon jambu air yang batangnya agak miring sehingga mudah dipanjat oleh anak kecil. Saya sering memanjat pohon itu untuk bermain, mencari jambu air, atau untuk menyendiri. Dari kecil saya sudah menikmati waktu menyendiri dan berimajinasi membangun mimpi.
THE HIDING PLACE ; Tempat Persembunyian di Kala Derita yang Tak Terbayangkan
Beberapa waktu yang lalu, saya membaca buku yang mengisahkan sebuah perjalanan hidup seorang wanita luar biasa yang bernama Corrie Ten Boom (The Hiding Place. 1974. New York: Bantam Book). Bab demi bab buku ini membuat saya begitu terpaku dan tidak dapat berhenti untuk membaca kisahnya. Buku saya habiskan dalam waktu 2 hari.
Arti Melayani
Dalam sebuah cerpennya, Leo Tolstoy menceritakan seorang anak petani miskin yang sepanjang hidupnya bekerja untuk melayani sebagai pembantu, dimulai membantu ayahnya, kemudian membantu di tempat tuannya yang kaya. Hingga akhir hidupnya dia selalu mengerjakan pekerjaannya dengan gembira dan tidak pernah mengeluh. Satu-satunya yang pernah membuat dia sedih adalah tidak dapat menikahi gadis yang dia cintai, karena dilarang oleh tuannya yang merasa dirugikan dengan pernikahan itu dan ayahnya yang takut bahwa pemasukan dari anaknya akan hilang jika anaknya menikah.
Menghargai Dengan Harga Sebenarnya
Suatu kali teman saya menyatakan betapa kagetnya dia mengetahui bahwa tanaman yang dia letakkan di halaman rumahnya selama beberapa tahun adalah tanaman yang bernilai jutaan rupiah. Dia sulit mengerti mengapa tanaman yang hanya berupa kumpulan daun, tanpa bunga yang indah atau buah yang lezat dapat bernilai jutaan rupiah. Yang menarik hati saya, bukan alasan mengapa tanaman tersebut berharga tinggi, namun perubahan perlakuan teman saya terhadap tanamannya setelah mengetahui harga tanamannya.
Love Beyond Reason
BONEKA PANDAKU MALANG, TAPI KUSAYANG
Waktu saya kecil, saya pernah mendapat hadiah ulang tahun sebuah boneka panda berwarna coklat. Boneka ini bukan boneka biasa karena dia adalah boneka saya yang pertama. Bagi saya, boneka ini adalah boneka tercantik yang pernah saya terima waktu saya berumur 3 tahun. Saya selalu membawanya tidur, memeluknya ke mana-mana, dan menyayanginya sepenuh hati saya. Meskipun saya mendapat boneka-boneka yang lain, boneka panda ini tetaplah boneka yang paling istimewa bagi saya.
Bertemu Mantan Pacar, Bagaimanakah?
Hari ini saya mendapat pengalaman menarik tentang membuat batas.
Siang tadi seorang teman mengajak saya makan siang. Alasannya adalah karena orang yang mengajaknya makan siang adalah mantan pacarnya. Dia ingin mengajak suaminya, namun karena sebuah alasan suaminya tidak dapat menemaninya. Akhirnya dia mengajak saya.
Yang menarik buat saya adalah bahwa teman saya ini memang dengan jelas ingin menunjukkan bahwa 'pertemuan ini adalah pertemuan teman lama biasa'. Inilah yang disebut sebagai membuat batas (boundary) dalam hubungan.





